Kantor PCNU Bakal Direhab, Gedung Pusat Pendidikan NU Dibangun di Kompleks Islamic Centre

BERDOA : Petinggi PCNU Kebumen berdoa sebelum peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pusat Pendidikan NU di kompleks Islamic Centre Kebumen dengan disediakan adonan semen yang ditempatkan pada sembilan ember.

*********

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Kantor PCNU Kebumen selama bertahun-tahun masih satu atap dengan MA-PK Ma’arif 01 Kebumen. Rencananya, kantor yang berada di Jalan Kusuma Kebumen itu bakal direhab tahun ini.

Tidak tanggung-tanggung, pengajuannya diketahui hingga berlantai empat. Dalam proses perbaikan kantor PCNU nanti juga sekaligus memindah MA-PK Ma’arif 01 Kebumen, dengan menempati Gedung Pusat Pendidikan (Edication Centre Building) NU, yang baru dilaksanakan peletakan batu pertama pada Jumat (1/4/2022).

Peletakan batu pertama gedung tersebut diawali dengan mujahadah, dipimpin Rois Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifudin Chanif Al Hasani. Gedung Pusat Pendidikan NU yang tengah dibangun itu berada di Timur Islamic Centre Kebumen. Meski demikian, keberadaannya tidak terbantahkan seperti dalam kompleks Islamic Centre.

“Karena kantor PCNU Kebumen di Jalan Kusuma akan direhab, maka MA-PK Maarif 01 Kebumen akan dipindah ke Gedung Pusat Pendidikan NU,” kata Wakil Katib PCNU Kebumen, Munajat MPd saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung di kompleks Islamic Centre itu.

Tampak hadir Ketua PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar MAg, Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama MSI, Rektor UMNU Dr Imam Satibi, jajaran Pengurus PCNU Kebumen, LP Ma’arif Kebumen serta jajaran Yayasan PPNU Kebumen, guru/dosen dan lainnya. Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono SH yang hadir, mewakili Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

Cukup Strategis

Munajat yang Ketua Yayasan Penyelenggara Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPPNU) menyampaikan, Gedung Pusat Pendidikan NU itu menempati lahan milik IAINU Kebumen. Tahap awal pembangunannya lima ruang terlebih dahulu, sedangkan peruntukkannya sebagai pusat pendidikan NU.

Hal tersebut dinilai cukup strategis dan sejalan dengan pendirian Islamic Centre Kebumen sebagai pusat kegiatan Islam yang berfaham Ahlussunah Waljamaah Annahdliyyah. Praktis, keberadaan Gedung Pusat Pendidikan NU dapat memperkuat pendirian Islamic Centre Kebumen.

“Nanti akan dibentuk pengelola,” ungkap Munajat yang Penyuluh Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen itu.

Tentunya, lanjut Munajat, selain untuk pusat kegiatan pendidikan NU, juga pengembangan MA-PK Ma’arif 01, yang diharapkan menjadi madrasah unggulan. Bisa pula dijadikan sebagai laboratorium pendidikan IAINU Kebumen. Terlebih, IAINU Kebumen memiliki Pesantren An-Nahdloh dan baru membangun Balai Latihan Kerja (BLK).

Sementara itu, Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono mengapresiasi serta  mendukung langkah PCNU yang membangun Gedung Pusat Pendidikan NU. “Kami melihat PCNU selalu mengambil langkah strategis dalam pengembangan dunia pendidikan di Kebumen. Terbukti dengan adanya pembangunan gedung ini,” paparnya. (Adm5)

Gelar Talkshow, Pergunu Siapkan Generasi Metaverse

BERI PAPARAN : Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama MSI memberikan paparan dalam talkshow Pergunu di Auditorium kampus setempat, Kamis (31/3).                        

*********

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Kebumen menggelar talkshow di Auditorium IAINU, Kamis (31/3). Kegiatan dalam rangka Harlah Pergunu Ke-70 itu dijadikan momentum untuk menyiapkan generasi metaverse.

Metaverse adalah realitas digital yang menggabungkan aspek media sosial, game online, augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan cryptocurrency untuk memungkinkan pengguna berinteraksi secara virtual.

Talkshow yang dipandu oleh Dosen IAINU Kebumen Siti Fatimah MPd itu merespons perubahan zaman dewasa ini yang serba digital. “Pergunu dalam hal ini turut serta ambil bagian untuk menyiapkan generasi metaverse,” kata Ketua Panitia Talkshow, Benny Kurniawan MPd, yang juga Wakil Rektor IAINU Kebumen.

Sementara itu, Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama MSI yang menjadi pembicara talkshow tersebut menyampaikan pentingnya mindset untuk menghadapi era metaverse.

Mindset adalah posisi atau pandangan mental seseorang yang mempengaruhi pendekatan orang tersebut dalam menghadapi suatu fenomena. “Jika dunia lama kompetitornya jelas, maka di era sekarang ini lawan bisa datang dari mana saja,” tandasnya.

Pola Pikir

Oleh karena itu, kata Fikria, perlu pola pikir yang berkembang, tidak mudah menyerah, berpikir positif tentang kemampuan diri dan terus memperbaikinya serta memiliki kesanggupan untuk bangkit ketika menemui kegagalan.

Selain lawan yang bisa datang dari mana saja, lanjut Fikria, era sekarang juga mensyaratkan jejaring dan sharing (berbagi, akses) ekonomi serta real time (tanggapan langsung saat itu juga) dan eksponensial, di mana tek­nologi informasi makin mengu­kuhkan peran­nya.

Wakil Ketua PC Pergunu Kebumen, Hasim Asngari MPd saat memberikan sambutan mengingatkan tiga modal penting hadapi era sekarang ini, yaitu karakter, kompetensi, dan literasi. Karakter yang dimaksud adalah akhlakul karimah. Sedangkan kompetensi meliputi kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

“Adapun literasi berhubungan dengan keterbukaan wawasan untuk terus belajar. Inilah modal membangun peradaban,” ungkap Hasim yang juga Kepala SMK Maarif 9 Klirong Kebumen itu.

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua LP Ma’arif Kebumen Mahar Mugiono MPd itu juga menghadirkan dua pembicara lainnya. Masing-masing Ketua PC Pergunu Kebumen Solahudin dan Ketua IKA IAINU Mustolih. Para peserta antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dari kalangan pendidik, kepala madrasah / sekolah serta kalangan mahasiswa dan siswa. (Adm5)

Isi Ceramah di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kiai Dawam Beberkan Kontribusi Besar NU

ISI CERAMAH : Ketua PCNU Kebumen KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg mengisi ceramah di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Desa Sumberadi, Kecamatan / Kabupaten Kebumen, Minggu (27/3/2022) malam.

*********

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Ketua PCNU Kebumen KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg mengisi ceramah saat Walimatul Ihtiram wal Tadim Masyayikh dan Khotmil Qur’an Santri Putra di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Desa Sumberadi, Kecamatan / Kabupaten Kebumen, Minggu (27/3) malam. Ceramah kedua itu setelah diisi oleh Doktor Nilzam Yahya MAg dari Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta.

Ribuan orang dari berbagai daerah membanjiri kegiatan di pondok pesantren yang diasuh oleh KH Afifuddin Chanif Al-Hasani, sekaligus Rois Syuriah PCNU Kebumen itu 

Hadir secara langsung Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Eduar Hendri, Kapolres Kebumen AKBP Pitter Yonatama, Kajari Kebumen Fajar Kristawan, Sekda Ahmad Ujang Sugiono serta sejumlah pejabat pemkab. Tampak Staf Ahli Bupati Maskheni dan Kepala Disdik Kebumen Asep Nurdiana.

Tampak pula Rektor UMNU Imam Satibi, Rektor IAINU Fikria Najitama dan jajaran pengurus PCNU Kebumen dan MWC NU serta ranting Se-Kebumen. Suasana tampak hangat meski diiringi hujan deras yang menyelimuti wilayah setempat. Hadirin menyimak hingga usai pada dini hari.

Dalam ceramahnya, Kiai Dawam panggilan akrab KH Moh Dawamudin Masdar menyampaikan awal Ramadan ada potensi berbeda, yang harus disikapi dengan saling menghormati satu sama lain. “Awal Puasa bisa tanggal 2 atau 3 April. Andaikan terjadi perbedaan, mari toleransi dan saling menghormati,” tuturnya.

Kepada para pejabat yang hadir, Kiai Daman juga membeberkan kontribusi NU sejak sebelum kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan, yang terus menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

NKRI Harga Mati

“Jangan khawatirkan kesetiaan kepada Negara. Karena sebelum merdeka saja, KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) telah menyatakan kesetiaan kepada Indonesia dengan Presiden Ir Soekarno (saat belum ada Pemilu),” ungkapnya.

Kiai Dawam melanjutkan, para santri dan kiai juga berjuang paling depan dalam mengusir penjajah. Hingga seterusnya, kalangan pesantren identik dengan “NKRI Harga Mati”, yang kerap didengung-dengungkan dalam berbagai kesempatan.

Sementara itu, pejabat yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kebumen, memberi sambutan secara bergantian di panggung megah. “Sebentar lagi memasuki Ramadan. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam menjalankan tugas selama ini,” kata Bupati Arif.

Doktor Nilzam Yahya saat mengisi ceramah pertama menyampaikan pentingnya istiqomah (konsisten) dalam melakukan sesuatu tanpa pretensi apapun. Misalnya biar terkenal atau terlihat gagah dan ingin dihargai. Selain itu tetap bermanfaat bagi orang banyak dan berhidmat atau mengabdi kepada masyarakat, agama, bangsa dan negara.

Kiai Nilzam Yahya juga menyinggung munculnya media sosial dalam hand phone, seperti Facebook, Instagram dan Tiktok. Di mana keberadaannya kerap  digunakan untuk membagikan berbagai konten dan gambar yang kurang bermnafaat.

“Saya melihat, semua aplikasi yang ada itu isinya hanya membanggakan diri kita sendiri. Tapi saya berharap semua amal sholeh yang kita lakukan benar-benar hanya karena Allah,” jelasnya. (Adm5)

Cetak Pemimpin Berwawasan Luas, GP Ansor Petanahan Gelar PKD

DIPAKAIKAN TANDA : Peserta dipakaikan tanda saat pembukaan PKD GP Ansor Petanahan, Kamis (25/3/2022).

*********

PETANAHAN, pcnukebumen.or.id – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Petanahan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Madrasah Diniyah Mamba’ul ‘Ulum, Dukuh Jatisari, Desa Jatimulya, Petanahan, Kebumen. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 25 – 27 Maret 2022 itu mengangkat tema “Revitalisasi Gerakan Pemuda Menuju Optimalisasi Kader Militan” .


Ketua Panitia Ibnu Mualif mengatakan, PKD wajib diikuti oleh setiap orang yang hendak bergabung dengan Ansor. Kali ini diikuti sebanyak 70 peserta. “PKD bertujuan untuk menanamkan ideologi kepada para anggota agar menjadi kader militan, sekaligus mencetak pemimpin yang berwawasan luas,” kata Ibnu.

Dalam pelatihan itu pun para peserta belajar tentang kepemimpinan serta digembleng dengan berbagai materi. Antara lain Ke-NU-an dan Pancasila, informasi dan teknologi (IT) serta kewirausahaan.

Selain itu diberikan bekal tentang bagaimana mengelola organisasi. “Kami berharap para kader muda bisa memegang teguh secara ideologi. Dan ke depan mereka bisa menjadi pemimpin yang berwawasan luas dan selalu baik kepada masyarakat.” imbuhnya.

Tingkatkan Pengetahuan

Sementara itu, Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Nugroho Tri Waluyo, yang hadir saat pembukaan PKD mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia yang mewakili Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menegaskan bahwa PKD dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun organisasi yang efektif dan efisien serta membawa perubahan yang positif.

Pihaknya pun mengajak kepada Ansor, NU dan elemen lainnya untuk senantiasa membangun kemitraan dengan pemerintah. Di sisi lain, GP Ansor dengan kaderisasi berbasis keagamaan diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada anggotanya di tingkat grassroot.

“Dengan demikian, para Pemuda Ansor tidak hanya peduli terhadap eksistensi organisasi. Namun juga berperan serta terhadap kondisi masyarakat dan pemerintah,” ucapnya. 

Tampak pula saat pembukaan tersebut Ketua GP Ansor Petanahan Lasdiono SPd, Ketua MWC NU Petanahan Kiai Muqorobin Al Mukhtar serta Kepala Desa Jatimulya Sabit Banani SH. (Adm5)

Turut Bantu Korban Banjir di Ayah, IAINU Tindaklanjuti PCNU

SERAHKAN BANTUAN : Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Desa Bulurejo, Kecamatan Ayah, Kebumen, Kamis (24/3/2022).

*********

AYAH, pcnukebumen.or.id – Korban banjir di Desa Bulurejo, Kecamatan Ayah, Kebumen masih membutuhkan bantuan makanan atau logistik. IAINU Kebumen pun turut membantu korban banjir yang kondisinya masih memperihatinkan selama lebih dari sepekan itu. 

“Selain wujud kepedulian civitas akademika, tindakan kemanusiaan tersebut juga menindaklanjuti PCNU Kebumen,” tutur Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama MSI usai menyerahkan bantuan di Balai Desa Bulurejo, Kamis (24/3/2022).

Diketahui PCNU Kebumen sebagai garda terdepan dalam penanganan banjir di Kebumen pada Selasa (15/3/2022). Bahkan dalam merespons paska banjir itu, PCNU telah memetakan (mapping) kerusakan sungai yang memperparah kondisi yang ada. Tidak hanya di Bulurejo yang terdapat Sungai Bodo. Lantaran, ada tanggul jebol pada Sungai Gumelar Banyumas dan Sungai Nggandeng Cilacap yang bertemu di Sungai Bodo.

Sungai Kedungbener Kebumen yang mengalami pergeseran atas kebijakan pemerintah Belanda juga tak luput dari mapping PCNU. Mengingat, kebijakan penjajah tersebut mengakibatkan kompleks Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu yang diasuh KH Afifuddin Chanif Al-Hasani sekaligus Rois Syuriah PCNU Kebumen, menjadi langganan banjir.

Penanganan banjir hingga paskanya pun telah disalurkan bantuan. Terlebih di wilayah Ayah, yang ditangani oleh jajaran PCNU Kebumen dan MWC NU Ayah sebagai terbaik pertama dalam program Tahsinul Jam’iyyah atau perbaikan organisasi 2021 lalu. Selanjutnya, IAINU Kebumen turut membantu pengungsi korban banjir di Bulurejo, Kamis (24/3/2022).

Kali ini diserahkan bersamaan dengan bantuan dari PMI Kebumen yang dikoordinir oleh aktivis NU Mukhsinun. Tampak pula Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto serta jajarannya.

Terobos Banjir

Kedatangan mereka sempat singgah di SMK Ma’arif 6 Ayah dan menerobos banjir lewat jalan penuh genangan yang membelah areal persawahan seperti lautan. Genangan air itu menjadikan  padi yang siap panen di Desa Bulurejo dalam kondisi puso.

Di tempat lain yang sudah dipanen pun memperihatinkan. Bahkan Kepala Desa Demangsari, Warisman mengaku padi 12 ton miliknya yang dijemur di lapangan terendam. Bagi Warisman tak begitu dipikirkan, yang terpenting masyarakat tertolong dengan kecukupan logistik. Terutama di wilayah tetangga yang masih terendam air sampai sekarang, seperti Bulurejo.

Kepala Desa Bulurejo Ali Imron mengatakan, warganya saat ini lebih fokus bertahan hidup ketimbang terpikirkan dengan padi yang puso akibat terendam air. Karena itu, tepat sekali IAINU Kebumen menyerahkan bantuan kepada korban banjir melalui Pemerintah Desa Bulurejo.

Bantuan kali ini diserahkan langsung oleh Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama. Hadir Warek IAINU Benny Kurniawan, sejumlah dosen, karyawan dan mahasiswa. Bantuan yang diserahkan tersebut yakni sembako, pempers anak / orang tua serta peralatan mandi. “Semoga bisa meringankan beban para korban terdampak banjir di Desa Bulurejo,” kata Fikria.

Bantuan juga diserahkan secara khusus kepada mahasiswa dan dosen IAINU yang terdampak banjir di wilayah setempat. Adapun padi puso yang dialami warga terdampak banjir, akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama PMI Kebumen dengan pihak terkait agar diupayakan mendapat bantuan. (Adm5)

Awal Ramadan 1443 H ada Potensi Berbeda

KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg
*********

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen, KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg menduga awal Ramadan 1443 H ada potensi berbeda.

Ini menyusul keputusan Mudzakarah Rukyat dan Takwim Islam negara-negara anggota MABIMS (Forum Menteri Agama / Urusan Agama Islam Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura) pada 2 – 4 Agustus 2016, yang telah menyepakati kriteria baru Imkan Rukyat (peluang terlihatnya hilal).

Negara-negara anggota MABIMS itu memberlakukan kesepakatan tersebut mulai 2021 atau 2022, berdasarkan pertimbangan masing-masing. Dan Indonesia memberlakukannya mulai Januari 2022.

“Oleh karena itu, Ramadan tahun ini juga akan berdasarkan pada kriteria baru yang telah disepakati negara-negara MABIMS,” kata Kiai Dawam, Rabu (23/3).

Kriteria baru tersebut yakni pada saat Matahari ghurub / terbenam, telah memiliki tinggi hilal mar’i minimal 3° dan elongasi hilal minimal 6,4°. Elongasi merupakan sudut antara dua benda langit dilihat dari bumi, terutama sudut antara bulan dan matahari.

Ahli Falak

Sementara di sisi lain, Kiai Dawam juga membeberkan data hisab / perhitungan astronomi dari para ahli falak pada Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama.

Perhitungan terakhir itu menyatakan bahwa pada Jumat, 1 April 2022 / 29 Sya’ban 1443 H, ketika Matahari ghurub / terbenam, tinggi hilal / bulan sabit baru terlihat di Indonesia maksimum 2° lebih sedikit.

“Terutama untuk daerah-daerah Sumatera dan sebagian besar Jawa (kecuali Jawa Timur) saja,” terang Kiai Dawam yang Mantan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kebumen itu.

Dengan tinggi hilal yang baru 2°, lanjut Kiai Dawam, maka jelas belum memenuhi kriteria baru (Imkan Rukyah), sebagaimana kesepakatan negara-negara anggota MABIMS. Jadi, pada 1 April 2022, ketika Matahari terbenam pun belum terlihat hilal.

“Kalau begitu ya harus menggunakan konsep Istikmal dan 1 Ramadan 1443 H yang ditetapkan oleh Menag saya duga akan jatuh pada Ahad, 3 April 2022,” tutur Kiai Dawam sembari menjelaskan Istikmal adalah menyempurnakan umur bulan menjadi 30 hari, manakala pada hari ke-29 (malam ke-30) hilal tidak berhasil dirukyat. (Adm5)

Tahsinul Jam’iyyah Kian Gairahkan MWC NU Ayah

TEMUI MWC : Camat Ayah Tamim Sobri (kiri) menemui jajaran MWC NU Ayah serta perwakilan lembaga dan Banom di aula kantor Kecamatan Ayah, Kebumen, Rabu (23/3).

*********

AYAH, pcnukebumen.or.id – Program Tahsinul Jam’iyyah atau perbaikan organisasi yang menempatkan MWC NU Ayah sebagai terbaik pertama tidak sia-sia. Pasalnya, program yang diselenggarakan oleh PCNU Kebumen 2021 lalu itu kian menggairahkan MWC Ayah dalam berkiprah di masyarakat.

“Kita punya lembaga lengkap yang telah dinilai oleh tim assesor Tahsinul Jam’iyyah. Semua personel lembaga yang ada pun telah dilatih. Termasuk mengikuti pelatihan kesiapsiagaan bencana pada LPBI,” kata Ketua MWC NU Ayah, Kiai Efendi yang berinisiatif secara aktif mengunjungi Kantor Kecamatan Ayah, Kebumen, Rabu (23/3).

Kiai Efendi didampingi anggota Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Badan Otonom (Banom) meliputi Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU di lingkungan MWC NU Ayah.

Mereka ditemui Camat Ayah Tamim Sobri yang baru dilantik Selasa (22/3). Menurut Kiai Efendi, kedatangannya tersebut untuk menjalin sinergitas dengan aparatur pemerintah di lingkup Kecamatan Ayah. Ia tidak menampik kian gairahnya MWC NU Ayah karena termotivasi Tahsinul Jam’iyyah.

Diungkapkan, raihan terbaik pertama dalam penilaian program itu memberi tanggung jawab moral untuk melakukan perbaikan terus menerus. Baik di internal maupun eksternal. Termasuk mengikuti sistem teknologi dan informasi yang masuk era digital. Hal tersebut juga perlu dilakukan MWC NU lainnya di Kebumen.

“Kunjungan ini lebih spesifik membahas terkait bencana banjir dan longsor yang selama seminggu lebih ini masih butuh penanganan pada sejumlah titik di Kecamatan Ayah,” jelasnya.

Pemerintah Terbantu

Kesempatan yang dimanfaatkan untuk audiensi di aula kantor Kecamatan Ayah itu juga disampaikan beberapa poin penting terkait pemetaan bencana dan tindak lanjut ke depan. Dibeberkan Kiai Efendi, NU Ayah siap bekerjasama dengan pemerintah dalam penanggulangan dan penanganan paska bencana.

“Kami berharap sinergitas serta koordinasi antara pemerintah dan NU terjalin dengan baik, sehingga nantinya ketika terjadi bencana, kita bisa bersama-sama mengatasi dan memberikan pelayanan bantuan yang maksimal dan tepat sasaran.” tuturnya.

Camat Ayah Tamim Sobri mengapresiasi langkah-langkah NU dan Banom yang selama beberapa hari terakhir berperan aktif dalam membantu warga yang terkena banjir, baik dalam mendirikan dapur umum di Desa Bulurejo maupun pengerahan kader Ansor/Banser untuk distribusi logistik dan melakukan evakuasi warga yang terkena bencana.

“Pemerintah Kecamatan Ayah sangat terbantu atas peran aktif NU, khususnya MWC NU Ayah. Ke depan, kami siap berkolaborasi dengan NU Ayah dan pintu kantor selalu terbuka lebar bagi teman-teman di NU untuk berkoordinasi dengan kami,” ujarnya.

Usai audiensi, Kiai Efendi dan rombongan mengajak Tamim Sobri dan perangkat Kecamatan Ayah untuk mendatangi sejumlah tempat yang terdampak banjir dan longsor. Antara lain Kalibangkang, Tlogosari, Kalipoh, Argopeni, Karangduwur, Srati, Demangsari dan Desa Bulureja.

Peninjauan yang diikuti dengan penyerahan bantuan kepada para pengungsi itu juga diikuti ranting NU di tiap-tiap desa. Mengingat, hingga sepekan lebih banjir sejak Selasa (15/3) itu masih menggenangi sejumlah wilayah di Ayah. (KC-Kabul)

Editor : Arif Widodo

Tanggulangi Banjir, PCNU Mapping Kerusakan Sungai dari Hulu ke Hilir

RAPAT KOORDINASI : Jajaran pengurus PCNU beserta lembaga dan Banom rapat koordinasi terkait penanggulangan bencana di Kantor PCNU Kebumen, Senin (21/3/2022).

*********

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Menjadi garda terdepan dalam penanganan banjir yang terjadi pada Selasa (15/3/2022), PCNU Kebumen melakukan mapping (pemetaan) kerusakan sungai dari hulu ke hilir.

Hal itu dilakukan setelah melihat dampak banjir belum kunjung surut hingga sepekan lebih lantaran terjadi kerusakan pada sungai. Seperti Sungai Kedungbener di Kecamatan Kebumen dan Kali Bodo di Desa Bulurejo, Kecamatan Ayah. Sungai terakhir menjadi titik temu dua sungai atau kali besar di Banyumas dan Cilacap.

Adapun hujan deras disertai angin kencang pada kejadian itu juga mengakibatkan longsor, tanggul jebol dan pohon tumbang di sejumlah tempat. Dampak lainnya pada 22 kecamatan dan 105 desa di Kebumen yakni padi terendam air hingga berhari-hari.

Menyikapi hal tersebut, PCNU Kebumen menggelar rapat koordinasi, di mana sebelumnya, penanganannya sudah dilakukan oleh lembaga dan badan otonom (Banom) yang tergabung dalam tim NU Peduli.

Rapat koordinasi di Kantor PCNU pada Senin (21/3/2022) itu dipimpin Ketua PCNU Kebumen KH Mohammad Dawamuddin Masdar MAg didampingi jajaran syuriah Munajat MPd dan KH Syaeful Munir.

“Semoga usaha yang tak kenal lelah dari lembaga dan Banom menjadi amal saleh bersama,” tutur Dawamudin Masdar seraya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran lembaga dan Banom hingga tingkat ranting NU.

Pihaknya pun menunjuk Mukhsinun selaku ketua LPBI NU dan H Marlan selaku ketua Lazisnu untuk bekerjasama dalam memberikan bantuan kepada para penyintas/korban bencana.

Mukhsinun menyampaikan perlunya langkah terukur dan terkoordinasi dalam menangani bencana, khususnya di daerah yang rutin terjadi banjir seperti pada sepanjang aliran Sungai Kedungbener. Terlebih di kompleks Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Desa Sumberadi dan 10 desa lainnya yang dilintasi sungai tersebut.

Normalisasi Sungai

“Kami mengusulkan normalisasi sungai kepada pemerintah ataupun melakukan kerjasama antar pemerintah kabupaten terkait dari hulu sampai hilir, agar banjir tidak selalu menjadi rutinitas,” ucapnya.

Selain itu perlu penyadaran masyarakat di sekitaran daerah aliran sungai (DAS) agar tidak membuang sampah sembarangan, tidak menanam pohon yang dapat merusak tanggul sungai, serta ada perencanaan kebencanaan dari tiap desa sekitar DAS.

Gerakan bersama dalam NU Peduli juga  disepakati dalam penggalangan donasi dari lembaga dan Banom, yang akan difokuskan pada bantuan serta penanganan paska bencana di Kebumen. Antara lain dari LPBI, Fatayat, Muslimat, Ansor/Banser, dan Lazisnu.

Terkait dengan kebutuhan tenaga medis, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) pun siap bergerak. Apalagi  terdapat dokter dan paramedis (perawat). “Jika dibutuhkan silahkan juga klinik Khodijah dapat disinergikan,” jelas KH Syaeful Munir selaku jajaran syuriah PCNU Kebumen.

Lebih dari itu, kebutuhan atas pemulihan paska bencana terhadap trauma healing juga penting dilakukan agar penyintas tidak larut dalam suasana bencana dan bisa memulihkan mental untuk kehidupan lebih baik.

Usai rapat koordinasi dilanjutkan dengan mengunjungi korban banjir di Kecamatan Ayah. Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan logistik kepada korban banjir sejumlah desa. Antara lain Kalibangkang, Tlogosari, Kalipoh, Argopeni, Karangduwur, Srati, Demangsari dan Desa Bulureja.

Ketua MWC NU Kecamatan Ayah, Kiai Efendi mengemukakan, banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah di Ayah selama sepekan lebih ini lantaran dua tanggul sungai jebol. Sungai tersebut berada di Kabupaten Banyumas dan Cilacap yang bertemu di Kali Bodo, Desa Bulurejo, Kecamatan Ayah.

“Penanganannya diusulkan dengan normalisasi sungai. Tapi karena menjadi kewenangan pusat, maka akan diusulkan ke BNPB,” kata Kiai Efendi menirukan Arif Sugiyanto, Bupati Kebumen sekaligus Bendahara PCNU  saat mengunjungi 392 pengungsi di Desa Bulurejo yang masih bertahan hingga Selasa (22/3/2022). (Adm5)

Langganan Banjir di Pondok Pesantren Al-Kahfi Menyentuh Hati

EVAKUASI TAMU : Petugas BPBD, PMI dan para santri mengevakuasi tamu ulama besar dari Turki, Maulana Assayid Assyarif Syeikh Prof Dr Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani saat banjir di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kebumen, Selasa (15/3/2022).

*********

BANJIR di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Desa Sumberadi, Kecamatan/Kabupaten Kebumen sudah menjadi langganan setiap tahun. Bahkan pada 2020 lalu terjadi dua kali dalam semusim. Konon, bencana itu dampak dari kebijakan pemerintah Belanda yang mengubah posisi Sungai Kedungbener di Timur pondok tersebut.

Tahun ini kembali banjir dan menggenangi apa saja di kompleks Pondok Al-Kahfi. Seperti buku-buku serta pakaian milik santri yang tertata rapi pada almari, ikut tenggelam karena ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Begitu pula barang-barang yang berada di lantai satu.

Menyusul surutnya air paska banjir pada Selasa (15/3/2022) itu pun cukup menyentuh hati. Ada lebih dari 2.000 santri yang telah berjibaku menghadapi banjir, masih harus membersihkan lumpur dan sampah yang menggunung.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah agar banjir yang selalu terjadi setiap tahun ini bisa ditangani,” kata Pengurus Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Sutono.

Untuk diketahui, daerah dengan tingkat kerawanan banjir besar itu berada di sepanjang aliran Sungai Kedungbener yang melintasi 11 desa, termasuk Sumberadi. Sebagaimana hasil penelitian Hardjanto (2018) yang menyebut luas daerah sangat rawan banjir di Kecamatan Kebumen itu mencapai 3.824,22 hektare dan luas daerah rawan banjir 933,17 hektare.

Ahmad Muktafin, yang nyantri di Pondok Al-Kahfi sejak 2009, mengaku sudah mengalami banjir lebih dari sepuluh kali. “Pernah semusim dua kali banjir pada 2020. Dan setiap ada hujan dengan intensitas tinggi, kami selalu antisipasi,” ungkap Tafin yang baru lulus kuliah di IAINU Kebumen itu.

Ulama Besar

Ia pun langsung berkemas menyelamatkan barang-barang di pondok, saat hujan turun dengan lebatnya. Namun seringkali, air yang menerjang pondok lebih cepat dari luapan Sungai Kedungbener. Tafin yang belum selesai menyelamatkan barang-barang untuk dibawa ke lantai dua pun mendapati lingkungan pondok sudah tergenang.

Paska banjir, para santri masih bergotong royong untuk melakukan bersih-bersih dan melawan penyakit yang mengikutinya sekian lama, seperti demam, diare dan gatal-gatal. Hingga kemudian masih menghadapi hal serupa setelah kedatangan banjir lagi di pondok asuhan KH Afifuddin Chanif Al-Hasani yang Rois Syuriyah PCNU Kebumen itu.

Keadaan tersebut disikapi dengan sabar oleh para santri yang berasal dari berbagai daerah di Tanah Air itu. Banjir kali ini pun kian menyentuh hati lantaran tengah kedatangan tamu ulama besar dari Turki, Maulana Assayid Assyarif Syeikh Prof Dr Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani.

Ulama tersebut masih keturunan Sulthonul Auliya’ (raja para wali), Syeikh Abdul Qadir Jailani. Para santri serta petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kebumen melakukan evakuasi serta memberikan bantuan. 

Namun penanganan tersebut belum menuntaskan masalah. Apalagi kalau dilihat dari kebijakan pemerintah Belanda dulu, yang disebut telah mengubah posisi Sungai Kedungbener di Timur Pondok Al-Kahfi hingga berdampak banjir.

Bahkan jika kebijakan dari penjajah itu diabaikan, tampak menunjukkan kekurangpekaan dari pengambil keputusan terhadap bijaksananya ulama setempat. Di samping itu membuat kesan pihak terkait menyerahkan kebijakan pemerintah Belanda yang sudah meninggalkan wilayah ini sejak lama. (Adm5)

Pengembangan Dakwah Syeikh Abdul Kahfi di Kebumen (1)

KH Afifuddin Chanif Al-Hasani
KH Afifuddin Chanif Al-Hasani

*********

BELUM banyak daerah yang dapat mengungkapkan kondisi riil wilayahnya di era tahun 1448 M. Akan tetapi Kebumen punya catatan historis penting tentang kondisi wilayahnya pada era tersebut. Catatan ini berasal dari kedatangan ulama Yaman ke daerah ini yang bernama Syeikh As-Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani.

Ulama yang lahir di Distrik Kota Syihr, Provinsi Hadhramaut, Yaman itu pertama kalinya mendarat di Pantai Karangbolong, Kecamatan Buayan pada tahun 1448, ketika Majapahit masih diperintah oleh Prabu Kertawijaya (Prabu Brawijaya I).

Kedatangan Syeikh Abdul Kahfi ke Pulau Jawa, yang memilih Kebumen sebagai tempat pendaratannya itu, tentu bukan faktor kebetulan saja. Akan tetapi ada sisi pandang syar’iyyah dan ilmiah. Karena, basik Syeikh Abdul Kahfi yakni seorang ulama sekaligus ilmuwan yang ahli di bidang astronomi serta pelayaran. Syeikh Abdul Kahfi juga kolumnis produktif. Tidak kurang dari 25 karya tulis yang pernah dituangkan melalui penanya, telah menjadi sebuah kitab (buku dalam bahasa Arab).

Catatan Syekh Abdul Kahfi saat pertama kalinya datang di Kebumen, menyebutkan kondisi daerah ini secara geografis sebagian besar masih berupa rawa-rawa. Penduduk aslinya masih primitif, nomaden, belum beragama, serta sebagaian menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Mereka juga belum mengenal struktur tata pemerintahan, walaupun wilayah ini masuk dalam teroterial kerajaan Majapahit.

Saat itu hanya ada tiga titik daerah keramaian yang mendekati bentuk desa, namun belum ada namanya. Daerah itu juga telah didatangi tiga tokoh misionaris Hindu yang menarik perhatian penduduk asli Kebumen dengan membantu pengobatan bagi yang memerlukannya. Ketiga missionaries Hindu itu ialah Resi Dara Pundi (Desa Candi, Karanganyar), Resi Condro Tirto (Desa Candiwulan, Kebumen) dan Resi Dhanu Tirto (Desa Candi Mulyo, Kebumen). Dari ketiganya, Resi Dara Pundi pertama masuk Islam di tangan Syeikh Abdul Kahfi ketika baru menginjakkan kaki di Kebumen.

Syeikh Abdul Kahfi kemudian memilih Somalangu menjadi home base dakwah Islamiyahnya. Tempat tersebut dianggap cocok serta sesuai dengan ciri-ciri hasil istikharahnya. Ketika itu Somalangu masih hutan belantara. Dalam berdakwah, dasar-dasar penghayatan Islam yang ditanamkan kepada masyarakat yakni toleran, moderat, dan akomodatif. Pengembangan dakwahnya pun menghargai nilai-nilai luhur budaya lokal dan tidak memaksakan budaya Timur Tengah untuk diterapkan di Kebumen. Dalam menghargai kearifan lokal itu juga dijalankan oleh ulama penerus Syeikh Abdul Kahfi hingga sekarang.

Ini yang disebut oleh Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai “Pribumisasi Islam”, yang merupakan sebuah terobosan pemikiran dalam memberikan solusi menghadapi problematika sosial masyarakat Indonesia dengan membumikan ajaran-ajaran agama Islam sesuai konteks masyarakatnya. Karena, pandangan hidup Islam menurut Gus Dur adalah mengakomodasikan kenyataan-kenyataan yang ada, sepanjang membantu atau mendukung kemaslahatan rakyat, tanpa memandang beragama Islam atau nonmuslim.

Kearifan Lokal

Pribumisasi Islam diartikan sebagai upaya melakukan “rekonsiliasi” Islam dengan kekuatan-kekuatan budaya setempat agar budaya lokal itu tidak hilang. Di sini pribumisasi dilihat sebagai kebutuhan, bukannya sebagai upaya menghindari polarisasi antara agama dengan budaya setempat. Proses pribumisasi (nativisasi) berlangsung dalam bentuk bermacam-macam pada saat tingkat penalaran dalam keterampilan berjalan, melalui berbagai sitem pendidikan.

Kearifan lokal juga kerap diartikan sebagai kebijakan lokal (local wisdom) yang dimiliki, dihormati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi landasan moril perilaku masyarakat untuk merespons permasalahan sosial. Cakupannya meliputi sikap, pandangan, dan kemampuan suatu komunitas di dalam mengelola lingkungan rohani dan jasmaninya yang memberikan daya tahan serta daya tumbuh kepada komunitas tersebut. Sistem ini dijalankan pula oleh para penerusnya, baik dari jalur keturunan atau para mudir dan murid Syeikh Abdul Kahfi yang tersebar di berbagai tempat. Karenanya, tata nilai penghayatan ajaran Islam di Kebumen sering terlihat menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal setempat, sebagaimana dicontohkan Syeikh Abdul Kahfi dan ulama penerusnya.

Pertama, para pendakwah Islam di daerah home base dakwahnya, biasanya akan membangun masjid sebagai pusat aktifitas sosial kemasyarakatan serta keagamaan. Pada umumnya, bangunan masjid akan mengadopsi arsitektural Timur Tengah. Akan tetapi yang diterapkan oleh ulama Somalangu, dalam membangun masjid tidak harus mengadopsi arsitektural Timur Tengan seluruhnya. Malah pembangunan masjid yang dilakukan oleh Syeikh Abdul Kahfi banyak mengadopsi corak arsitektural Jawa.

Kedua, pada era sebelum kemerdekaan, Kebumen masuk dalam wilayah Kerajaan Ngayogyakarto Hadiningrat. Saat itu, tembang Jawa Macapat merupakan kesenian yang amat disukai oleh masyarakat Kebumen. Dan ulama penerus Syeikh Abdul Kahfi membuat kubahan kidung yang diberi nama “shalawat Jawa” (berisikan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang dilagukan dengan Asmaradana dan Dandanggula). Kidung-kidung ini sekarang hampir punah dan hanya ada di beberapa desa saja yang masih dikumandangkan, terutama pada saat datang bulan Maulud.

Ketiga, konsep wisata Pantai Petanahan yang dikembangkan oleh salah satu ulama Somalangu penerus Syeikh Abdul Kahfi. Di mana setelah hari raya Idul Fitri, masyarakat berwisata ke Pantai Petanahan dengan berjalan kaki atau naik gerobak sambil menabuh rebana dan membaca shalawat. Ini sebagai wujud kegembiraan usai menjalani kewajiban Puasa sebulan penuh dan telah mencapai kemenangan. Namun tradisi tersebut kini telah hilang dan menjadi wisata bebas.

Dari catatan histori tersebut, maka nilai-nilai dakwah yang dikembangkan oleh Syeikh Abdul Kahfi diterima serta diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat Kebumen. Karena, apabila kita melihat realita masyarakat Kebumen yang mayoritas beragama Islam, sedangkan Syeikh Abdul Kahfi merupakan pembawa Islam pertama di daerah ini, maka seiring dengan berjalannya waktu, ternyata mayoritas penduduk Kebumen tetap beragama.

Hal tersebut menunjukkan adanya korelasi dakwah Islam serta budaya yang terintegrasi dan menjadi ciri khas Kebumen. Jadi, Islam sebagai agama mayoritas penduduk Kebumen punya andil besar dalam mewarnai pembangunan, yang tentunya berjalan dalam frame dinamika sosial serta tingkat implementasi pemahaman para penganutnya.

*********
(Artikel ini disarikan dari makalah yang disampaikan dalam seminar “Menggali Nilai-nilai Kebumen Beriman” di Gedung Setda Pemkab Kebumen pada 20 Desember 2014 / bersambung).

KH Afifuddin Chanif Al Khasani, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Rois Syuriyah PCNU Kebumen.

Editor : Arif Widodo