KEBUMEN, NUOKe – Hilal awal Dzulqo’dah di Kebumen sudah memenuhi kriteria yang disepakati Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura (MABIMS).
Kemunculan awal Dzulqo’dah tersebut telah disampaikan secara langsung oleh Ketua LFNU PCNU Kebumen Dr Maryanto kepada Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Dr Imam Satibi pada Sabtu, 26 April 2025.
“Kami mengapresiasi kerja-kerja LFNU PCNU Kebumen atas hal ini,” kata Imam Satibi yang juga Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen.
Maryanto mengemukakan, awal Dzulqo’dah yang sudah memenuhi kriteria kesepakatan MABIMS, jatuh pada Senin, 29 Syawal 1446 H atau bertepatan dengan 28 April 2025.
Ru’yatul Hilal
Pihaknya lantas menyebut hisab dengan metode Jean Meeus, yang menunjukkan Kebumen dengan tinggi hilal toposentris mencapai 5,08 derajat dan elongasi toposentris 8,87 derajat.
“Untuk seluruh wilayah Indonesia juga memiliki ketinggian hilal yang sudah memenuhi kriteria MABIMS, yakni di atas 3 derajat dan elongasi 6 derajat,” imbuhnya.
Maka, lanjut Maryanto, hilal pun berpotensi terlihat karena banyak tempat di wilayah Indonesia akan menindaklanjuti dengan melakukan ru’yatul hilal.
Tim Falak NU Kebumen sendiri melakukan ru’yatul hilal di Bukit Sianco Kecamatan Ayah pada Senin, 28 April 2025. Dan keputusan pasti mengenai kapan 1 Dzulqo’dah menunggu hasil ru’yatul hilal dan sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia. (*)
Penulis: Arif Widodo
Gemar Mendalami Kitab Kuning
NUOKe – Bertempat tinggal di RT 02 / RW 05, Desa Kaligending, Kecamatan Karangsambung, banyak warga yang sowan kepada Jawahir untuk konsultasi berbagai persoalan. Tidak hanya persoalan terkait jam’iyyah, di mana ia menjabat sebagai Rais Syuriyah PRNU Kaligending masa khidmat 2023 – 2028.
Untuk soal NU, bagi Jawahir harus terus eksis. “Ke depan harus ada peningkatan kaderisasi warga NU,” kata pengagum KH Hasyim Asy’ari yang pendiri NU itu.
Mengenai persoalan lainnya, Jawahir yang mendalami kitab kuning saat nyantri di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen, selalu memberikan solusi berarti.
Hal tersebut lantaran luasnya ilmu dari kitab kuning yang dimiliki tokoh kelahiran Kebumen, 5 Februari 1972 itu.
Terus Diasah
Suami Syafingah yang dikaruniai anak Faiqoh pun didapuk menjadi Rais Syuriyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kaligending untuk periode kedua.
Di pondok pesantren yang diasuh oleh KH Afifudin Al Hasani itu, Jawahir mendalami kitab kuning. Kegemarannya bergumul dengan kitab kuning terus diasah pada sela-sela aktivitas Jawahir dalam dunia wiraswasta yang ditekuni saat ini.
Sehingga hari-hari tidak lepas dari kitab kuning. Untuk diketahui, kitab kuning memiliki khazanah keilmuan yang sangat luas, seperti tafsir, hadis, fikih, sejarah, dan lain sebagainya.
Jawahir memiliki orang tua bernama Abdul Fatah dan Sopiyah, keturunan dari Ketaredja dan Sartiyem. Saudara kandungnya, Parsiyah. (*)
Santri Gemar Bertani
NUOKe – Tokoh PRNU satu ini merupakan santri Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Jabres Kecamatan Sruweng, Kebumen yang diasuh oleh KH Saeful Munir. Ia Wasidin yang menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Pagebangan, Kecamatan Karanggayam masa khidmat 2021 – 2026.
Perjalanan di Ranting NU setempat diawali dari Anggota. Selanjutnya Wasidin yang kesehariannya sebagai perangkat desa itu memegang tampuk kepemimpinan Tanfidziyah di Ranting NU Pagebangan.
Meskipun tergolong masih muda, pengagum Gus Dur ini cukup mumpuni dalam memimpin organisasi yang menaungi para ulama itu. Bahkan mampu menjembatani tokoh-tokoh yang lebih senior dengan kalangan muda. Sehingga tidak ada gap yang berarti.
“Semoga generasi mendatang tetap bisa menjaga dan mengamalkan amaliyah NU,” kata tokoh kelahiran Kebumen, 30 Januari 1979 itu.
Gemar Bertani
Wasidin yang tinggal di Dukuh Pegalongan, RT 04 / RW 02, Desa Pagebangan itu gemar bertani. Kegemarannya itu tidak lepas dari orang tuanya, San Muslih dan Wainem, keturunan dari San Wahid dan Saliyem.
Suami Darti yang dikaruniai anak Nana Sulhatimah itu juga mendorong genarasi muda agar tidak gengsi menjadi petani. Fenomena yang terjadi saat ini, generasi muda cenderung tidak mau menjadi petani.
Bahkan keluarga petani memilih menyekolahkan anaknya hingga sekolah tinggi atau sarjana, sehingga semakin memperkecil kemungkinan mereka untuk terjun di dunia pertanian. Wasidin yang lulusan S1 pun getol menarik generasi muda untuk menekuni bidang pertanian.
Termasuk peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan, agar terciptanya ekosistem pertanian yang mandiri, maju dan berkelanjutan. (*)
Aktif Mendorong Desa Berdaya
NUOKe – Warno menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Geblug, Kecamatan Buayan masa khidmat 2021 – 2026. Ia yang tinggal di RT 01 / RW 01 Desa Geblug, pernah berkecimpung pada Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Tokoh kelahiran Kebumen, 23 Februari 1965 itu pun aktif mendorong desa menjadi berdaya lewat lembaga yang pernah ditempatinya. Antara lain dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan desa serta pengelolaan keuangan desa secara transparan dan akuntabel.
Di samping itu mengoptimalisasikan program dan proyek desa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Desa harus berdaya dengan peran serta masyarakat,” kata tokoh yang dikenal murah senyum itu.
Dorongan Menguat
Dorongan agar desa menjadi berdaya pun menguat menyusul terpilihnya Warno sebagai tokoh penting di Ranting NU Geblug sebagai Ketua Tanfidziyah. Terutama dengan melibatkan kaum muda NU. Setidaknya mereka dituntut mampu menggerakkan kelembagaan NU untuk ambil peran penting di level desa.
Bukan hanya pada struktur kelembagaan formal saja, melainkan pada ruang-ruang kultural NU di desa. Mengingat, warga NU tidak bisa dipandang sebelah mata dalam konteks penguatan kemandirian desa.
“Desa adalah kekuatan untuk menopang laju perkembangan negara. Dan masyarakat desa adalah masyarakat NU,” tutur anak dari Sukarjo dan Warti itu.
Orang tuanya keturunan dari Kartawireja dan Suwuh. Saudara kandungnya Rusmiyati, Suparti, Muryono, dan Supini. (*)
Pensiunan Pengagum Gus Dur
NUOKe – Lengkap sudah ketokohan Dalimun di PRNU Purwoharjo, Kecamatan Puring. Tokoh kelahiran 27 April 1957 itu menjabat Rais Syuriyah PRNU Purwoharjo masa khidmat 2021 – 2026.
Sebelumnya, pensiunan yang pernah menduduki sebagai Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka itu menjabat Ketua Tanfidziyah Ranting NU di Desa Purwoharjo.
Tokoh yang dikaguminya adalah Gus Dur dan KH Hasyim Asy’ari. Dalimun yang lulusan S1 pun mengikuti perjuangan tokoh panutannya dengan mengaktualisasikan dalam berbagai kegiatan sosial.
Tentunya dengan sikap sederhana dan rendah hati. Sebagaimana dicontohkan oleh pendiri NU dan penerusnya, KH Abdurrahman Wahid yang lebih dikenal dengan Gus Dur.
Lebih Inovatif
“Harapan saya NU lebih inovatif dan generasi mendatang profesional serta mendunia,” kata suami Siti Maemunah itu.
Dalimun tinggal di RT 03 / RW 02 Desa Purwoharjo. Ia putra pasangan Dulah Chaeri dan Watini, yang keturunan dari Nochrowi dan Gemis (Madngalwi Gude). Adapun saudara kandungnya yakni Dasimin, Suparman, Almiasih, Parhadi, dan Muhsarno.
Dalam kesehariannya cukup memperhatikan pola hidup sehat. Di mana Dalimun masih menyempatkan untuk bersepeda. Penyuka sayur-sayuran dan buah-buahan itu juga gemar beternak.
Semua yang ia sukai tersebut dihasilkan dari pemanfaatan kebun di pekarangan rumahnya. Termasuk untuk pakan ternak, sehingga sekeliling rumahnya pun tampak ijo royo-royo seperti warna hijau kesukaannya. (*)
Satu Jadwal Imsakiyah Berlaku Se-Kebumen
KEBUMEN, NUOKe – Ramadhan 1446 H menggunakan satu jadwal Imsakiyah yang berlaku Se-Kebumen. Jadwal tersebut telah didesain dengan menampilkan foto Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifudin Al Hasani dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Dr Imam Satibi yang pada tengah atasnya terdapat logo NU.
Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kebumen, Dr Maryanto mengemukakan, satu jadwal Imsakiyah itu sudah mencakup dari ujung Timur sampai ujung Barat Kebumen. Perhitungannya melalui pembahasan antara Kemenag, MUI, Lembaga Falakiyah PCNU Kebumen dan pihak terkait lainnya yang dipandu oleh Ma’rufin Sudibyo selaku Pakar Ilmu Falak Kementerian Agama RI sekaligus Anggota Lajnah Falakiyah PBNU.
“Satu jadwal Imsakiyah dibuat atas hasil kesepakatan bersama agar tidak membingungkan masyarakat,” kata Maryanto, Minggu (23/2/2025).
Di lingkup PCNU Kebumen, jadwal Imsakiyah itu tengah dicetak dan segera disebarkan ke ranting-ranting. Dari jadwal yang ada selama 30 hari Puasa, waktu Imsak maupun Maghrib diketahui tidak ajek. Imsak pada Puasa pertama tertera pukul 04.21 sampai 3 Maret, sedangkan hari berikutnya sampai 22 Maret, tercantum pukul 04.22. Kemudian kembali ke pukul 04.21 saat Puasa ke-23 hingga akhir Ramadhan pada 30 Maret 2025.
Gerak Matahari
Maryanto yang Kaprodi MPI Pascasarjana IAINU Kebumen itu menjelaskan, perubahan waktu dalam jadwal Imsakiyah itu berdasarkan gerak matahari. Untuk Buka Puasa yang bersamaan dengan waktu Maghrib pun demikian.
Pada awal Ramadan yang menunjukkan waktu Maghrib pukul 18.06, pada Puasa ke-2 sampai 4 berubah menjadi pukul 18.05. Kemudian perdua hari berkurang 1 menit hingga 12 Maret yang menjadi pukul 18.01. Pada 13 Maret sampai pertengahan Puasa pada 15 Maret tercatat pukul 18.00. Selanjutnya berkurang 3 menit hingga Puasa ke-20 dan 21. Kemudian pada 22 Maret, waktu Maghrib menunjukkan pukul 17.56.
Berikutnya masih perdua hari berkurang. Masing-masing satu menit hingga akhir Ramadhan pada 29 dan 30 Maret menjadi pukul 17.52. Kendati sudah dibuat jadwal sejak awal Puasa yang menunjukkan awal Ramadhan, namun untuk penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1446 H tetap menunggu keputusan Menteri Agama RI.
Sementara itu, Lembaga Falakiyah PCNU Kebumen juga terus mengedukasi Tamir Masjid dan Mushola untuk menggunakan jam digital yang sudah teruji. Maryanto mengaku akan memanfaatkan moment Safari Ramadhan yang dilaksanakan PCNU Kebumen pada Minggu ke-2 Puasa. “Selama ini memang sudah punya (jam digital), tetapi ada yang akurat dan ada yang tidak, sehingga perlu dikoreksi,” imbuh Maryanto. (*)
Ramadhan di PCNU Ada Live Musik
KEBUMEN, NUOKe – PCNU Kebumen merapatkan lembaga-lembaga yang dinaunginya dalam menyambut Ramadhan tahun ini. Perwakilan 18 lembaga pun menghadiri rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr Imam Satibi, Sabtu (18/2/2025).
“Ini rapat perdana setelah pelaksanaan Muskercab (musyawarah kerja cabang). Kami ingin mendengarkan langsung persiapan kegiatan dari lembaga dakwah dalam menghadapi Ramadhan serta program kegiatan lainnya dari lembaga-lembaga yang ada,” kata Imam.
Menurut Imam, Ramadan merupakan ladang amal saleh karena pahalanya dilipatgandakan. Keberadaan lembaga yang ada di PCNU, tuturnya, cukup penting dalam memperluas dan memperbanyak amal saleh selama Puasa. Terutama yang terkait seperti Lembaga Dakwah NU, Lembaga Amil Zakat Infak Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Lembaga Falakiyah NU dan Lembaga Ta’mir Masjid (LTMNU).
Imam yang Rektor UMNU dan Mantan Rektor IAINU Kebumen itu lantas menyampaikan kegiatan Safari Ramadhan ke kecamatan-kecamatan di wilayah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Se-Kebumen yang akan dilaksanakan pada Minggu Ke-dua Ramadhan. Kegiatan yang melibatkan semua lembaga dan pengurus PCNU itu dibentuk lima tim.
Bawa Supporter

Ketua Lembaga Dakwah PCNU Kebumen, Mustolikh, dalam kesempatan itu menyampaikan persiapan mengadakan lomba dai muda di Kantor PCNU, Jalan Kusuma Kebumen. Waktu pelaksanaannya selama 20 hari. Tidak dipungkiri, lanjut Mustolikh, peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut bisa membludak.
“Karena itu kita batasi hanya diikuti maksimal 60 peserta saja, dengan pertimbangan tiga peserta ditampilkan setiap hari selama waktu pelaksanaan,” jelasnya.
Untuk meriuhkan suasana, terang Mustolikh, masing-masing peserta diminta membawa supporter. Pihaknya juga menempatkan panggung hiburan yang akan diisi live musik di sela-sela lomba dan penampilan hadroh setiap Minggu. Mustolikh mengingatkan bahwa PCNU merupakan pusat dakwah, sehingga kegiatan di kantor tersebut harus dirasakan masyarakat.
Sementara itu, dari Lembaga Falakiyah NU yang diwakili Dr Maryanto menyinggung program desain jadual imsakiyah dengan jam digitalnya. Adapun dari LAZISNU yang dipimpin Supriyono menggencarkan program Gerakan Koin NU (Gennuk) serta program LTM yang disampaikan langsung oleh ketuanya, Agus Salim Chamidi. (*)
NU Peduli Bantu Korban Longsor di Langse
KARANGSAMBUNG, NUOKe – NU Peduli PCNU Kebumen kembali memberikan bantuan untuk kebencanaan. Kali ini kepada Tukiman (52), korban longsor di Dukuh Kulon, Desa Langse, Kecamatan Karangsambung.
Bantuan berupa uang itu diserahkan langsung oleh Pengurus Lembaga Amil Zakat Infak Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Divisi Gerakan Koin NU Kebumen (Gennuk), Anas Masruhan, didampingi Koordinator Gennuk Desa Langse Kiai Mudzakir pada Jumat (14/2/2025).
Anas mengatakan, bantuan tersebut bentuk atensi dari pemanfaatan Gennuk yang terdapat alokasi untuk kebencanaan. “Ini dari hasil pengumpulan Gennuk di seluruh kabupaten,” kata Anas.
Menurutnya, Gennuk yang menjadi salah satu program andalan PCNU Kebumen diakui berjalan cukup massif. Saat ini, dari 26 Majelis Wakil Cabang (MWC) yang tersebar pada kecamatan-kecamatan di Kebumen sudah menuju 60 persen atau sekitar 16 MWC. Anas pun mengajak masyarakat dan MWC untuk mengoptimalkan program Gennuk.
Bantu Masyarakat

Mengingat, lanjut Anas, program tersebut sangat membantu masyarakat. “Selain untuk kebencanaan, hasil dari pengumpulan dana melalui Gennuk juga digunakan untuk program lainnya, seperti kesehatan, pendidikan dan santunan fakir miskin,” jelasnya.
Di wilayah Karangsambung sendiri, jelas Anas, saat ini terdapat enam desa yang bergabung dengan program Gennuk. Potensi yang terkumpulkan diakui baru sepertiganya, lantaran hanya empat desa yang aktif. Sedangkan jumlah desa di Karangsambung mencapai 14 desa.
“Ke depan harus dioptimalkan lagi,” ucap Anas sembari menyampaikan perhitungan Gennuk Karangsambung baru mencapai Rp 5,5 juta.
Masyarakat dapat berdonasi di NU Care-Lazisnu Kebumen yang beralamat di Jalan Tentara Pelajar Nomor 48 (Kompleks Islamic Center), Kebumen, yang membuka layanan infaq dan sedekah melalui rekening BRI : 0032.0102.0382.53.2, BNI : 06.444.576.24, layanan zakat melalui rekening BPD Jateng : 2 008 12904 8, BSI : 999 999 2347 serta layanan jemput ZIS pada nomor +62 822-2636-4486. (Ardi)
Debut Perdana, LTN PCNU Kebumen Gelar Sarasehan
KEBUMEN, NU OKe – Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU Kebumen menggelar sarasehan di aula kantor setempat, Sabtu (15/2/2025). Kegiatan debut perdana setelah pelantikan pengurus lembaga pada 8 Februari 2025 itu mengangkat tema “Optimalisasi New Media sebagai Strategi Penguatan Dakwah dan Filantropi di Ruang Digital”.
Ketua LTN PCNU Kebumen, Benny Kurniawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut musyawarah kerja cabang (Muskercab) yang menghasilkan sejumlah rekomendasi dan program kerja PCNU Kebumen periode 2024 – 2029 dengan 18 lembaganya.
“Ini sebagai langkah awal bagi LTN dalam melakukan konsolidasi dan memperkuat sinergi antar lembaga serta badan otonom (Banom) di PCNU Kebumen,” kata Benny yang juga Rektor IAINU Kebumen itu.
Sejumlah perwakilan lembaga dan Banom turut berdiskusi dalam sarasehan yang menghadirkan narasumber utama, Direktur NU Online PBNU, Hamzah Sahal. Di antaranya Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam), Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) dan Ansor.
Kian Siap

Hamzah memaparkan sejarah dan perjalanan NU Online sejak dicetuskan dalam Muktamar NU di Kediri, Jawa Timur pada 1999 hingga resmi didirikan pada 11 Juli 2003 di Hotel Borobudur, Jakarta. Selanjutnya NU Online yang kini sudah beroperasi selama 21 tahun terus mengalami perkembangan.
Bahkan mendapatkan peringkat baik di mesin pencari Google hingga terverifikasi di Dewan Pers. Tokoh muda asal Bekasi itu lantas menunjukkan kunci keberhasilan NU Online terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memiliki komitmen dan semangat untuk berkhidmat di NU.
“Dibutuhkan konsistensi serta SDM yang memiliki kapasitas di bidangnya,” ujar Hamzah yang Sekretaris LTN PBNU itu.
Pihaknya pun siap membantu pengembangan NU Online Kebumen (NU OKe) untuk disinergikan dengan lembaga-lembaga serta Banom yang ada. Seperti halnya NU Online yang memuat Koin Digital dari LAZISNU. Diharapkan dengan sarasehan tersebut, pengurus LTN PCNU Kebumen kian siap dalam mengelola media digital secara profesional, sehingga dapat memperkuat dakwah dan filantropi di era digital yang terus berkembang. (Faozan)
PCNU Dukung Pembentukan Provinsi Jasela Beribukota Kebumen
KEBUMEN, NU OKe – Wacana pemekaran Jawa Tengah tidak luput dari pembahasan dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) 1 PCNU Kebumen pada Sabtu (8/2/2024). Dari hasil pembahasan melalui komisi yang ada, PCNU Kebumen mendukung pembentukan Provinsi Jawa Selatan (Jasela) yang beribukota Kebumen.
Dukungan tersebut tercantum pada salah satu rekomendasi eksternal yang dibacakan dalam pleno. Hasil pembahasan lainnya juga memuat dorongan kepada pemerintah kabupaten Kebumen melakukan inisiasi pembangunan kawasan di wilayah aglomerasi atau kawasan Jawa Tengah Selatan.
“Idealnya (Muskercab) memang dilaksanakan setelah kepengurusan terbentuk. Namun karena pilkada dan beberapa hal lainnya, Muskercab baru terlaksana saat ini,” kata Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr Imam Satibi usai menerima hasil Muskercab di aula kantor setempat.
Hasil musyawarah tersebut diserahkan langsung oleh Katib Syuriyah PCNU Kebumen KH Fauzin Jamil MPdI. Prosesnya melalui sidang komisi-komisi, meliputi Komisi A tentang Program Kerja Lembaga, Komisi B tentang Rekomendasi dan Organisasi serta Komisi C tentang Tata Kelola Bahtsul Masail dan Program Syuriyah. Selanjutnya dibacakan rekomendasi dalam pleno yang dipandu Wakil Katib Syuriyah PCNU Kebumen Dr Fauzi Al Muhtad.
Sabar dan Ikhlas

Dalam Muskercab itu dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Mukhsimul Mubarok SPd MSi. Hadir sejumlah pejabat, baik sipil maupun militer. Tampak Ketua DPRD Kebumen Saman Halim Nurrohman dan perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kebumen.
Sebelum Muskercab, Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Al Hasani melantik pengurus lembaga. Ada sebanyak 18 lembaga di bawah naungan PCNU Kebumen. Terdiri atas Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU, Lembaga Perekonomian (LPNU), Lembaga Pengembangan Pertanian (LPPNU), Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKKNU), serta Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU.
Kemudian Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBHNU), Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia (Lesmbumi) NU, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZISNU), Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWPNU), Lembaga Bahtsul Masail (LBMNU), Lembaga Ta’mir Masjid (LTMNU), Lembaga Kesehatan (LKNU), Lembaga Falakiyah (LFNU), Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTNNU), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU dan Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh (KBHU) NU.
KH Afifuddin menekankan kepada pengurus lembaga yang dilantik untuk berani menghadapi tantangan serta sabar dan ikhlas dalam berkhidmat di NU. (*)
Pergunu Sempor Kunjungi Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan
KEBUMEN, NU OKe – Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PAC Pergunu) Kecamatan Sempor, Kebumen, mengunjungi Pondok Pesantren Syaikhona Moh Kholil, yang lebih tenar dengan nama Syaikhona Kholil Bangkalan, Madura pada Rabu (28/12/2024).
Kunjungan ini menjadi moment penting untuk mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan pesantren dalam upaya memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Rombongan Pergunu Sempor yang dipimpin Ustadzah Khotimatun disambut hangat oleh pengasuh dan para santri pondok pesantren setempat. Tampak pula Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pergunu Bangkalan, Mohammad Wasil dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan, KH Makki Nasir, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil.
Ustadzah Khotimatun memberikan sambutan pertama sebagai perwakilan rombongan yang diterima di ruang pertemuan pondok pesantren kenamaan tersebut.
“Kunjungan kami ke Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan ini menjadi semangat baru bagi Pergunu Sempor dalam melakukan pergerakan, pengembangan dan pengamalan ajaran Ahlussunah Wal Jamaah NU,” ujar Ustadzah Khotimatun.
KH Makki Nasir mengapresiasi Pergunu Sempor yang melakukan kunjungan dan bersilaturahim ke Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan. Terutama dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah.
Memajukan Pendidikan

“Ini menunjukkan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan yang berlandaskan keilmuan, keislaman, dan kebangsaan,” ujar KH Makki Nasir.
Lebih lanjut, figur dan keilmuan Syaikhona Kholil diketahui sebagai cikal bakal berdirinya NU. Hal itu pun menjadi semangat bagi Pergunu dalam mengembangkan ajaran Ahlussunah Wal Jamaah. Di mana Syaikhona Kholil merupakan guru dari Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.
KH Makki Nasir yang cicit dari Syaikhona Kholil ini juga menyampaikan terkait pemberdayaan santri di era digitalisasi melalui kegiatan produktif. Tentunya, kata KH Makki Nasir, para santri harus mampu memfilter hal-hal yang baik di internet, agar bisa membawa manfaat serta nilai tambah bagi santri.
Dalam kesempatan itu juga diisi diskusi interaktif yang diawali pemaparan dari Penasihat Pergunu Sempor Ustadz Agus Samhudi terkait peran pondok pesantren dalam menghadapi tantangan globalisasi serta penguatan Aswaja dan Sejarah NU. Diskusi dalam suasana penuh keakraban itu pun cukup gayeng.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan cinderamata dari Ketua PAC Pergunu Kecamatan Sempor Ustadzah Khotimatun kepada Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil, KH Makki Nasir sebagai simbol silaturahmi dan persahabatan.
“Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam lingkungan pesantren,” tutur Ustadz Agus Samhudi. (Anjar)
Tetapkan Nawa Asa, PCNU Kebumen Segera Musker
KEBUMEN, NU OKe – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen tengah menyiapkan langkah strategis paska dilantik pada 18 Agustus 2024. Setelah menetapkan sembilan indikator kinerja utama (IKU) dalam rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah pada Kamis (19/9/2024), PCNU Kebumen masa khidmat 2024 – 2029 akan segera menggelar musyawarah kerja (Musker).
Rapat yang diikuti sebanyak 33 personel itu dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Al Hasani dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Dr Imam Satibi.
“Setelah penetapan sembilan indikator kinerja utama ini, dalam waktu dekat akan digelar Musker PCNU guna menetapkan program tahunan yang harus segera diekesekusi,” katanya.
Rencananya, lanjut Imam, Musker PCNU Kebumen akan dilaksanakan pada Oktober mendatang. Imam Satibi yang Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen itu lantas menyebut sembilan IKU sebagai Nawa Asa. Di mana Nawa dalam bahasa Sanskerta berarti sembilan, sedangkan Asa berarti harapan atau semangat.

Gumrigah lan Sumringah
Lebih lanjut, sembilan IKU terdiri atas pembangunan Rumah Sakit NU, Poliklinik NU, Badan Usaha Milik NU (BUMNU), sekolah unggulan, koin NU, kaderisasi, layanan haji NU, mobil ambulance dan layanan umroh NU.
Selain menetapkan sembilan IKU, dalam rapat gabungan tersebut juga mengesahkan visi PCNU Kebumen “Tegak Lurus Memenangkan Umat Membangun Peradaban” dengan tage line NU Kebumen “Gumrigah lan Sumringah”. Imam pun mengajak pengurus NU Kebumen periode 2024-2029 fokus pada capaian kinerja yang ada. Sehingga, indikator kinerja utama menjadi penting dalam membingkai lokus dan fokus NU secara strategis.
Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Al Hasani menekankan pentingnya mutamasik atau koheren, baik internal PCNU maupun dengan lembaga dan Banom. Ini sekaligus menjadi model dalam mewujudkan visi dan agenda kinerja besar NU ke depan.
KH Afifuddin yang Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu itu juga mengajak NU Kebumen menjadi organisasi yang modern. Untuk itu, jamangah dan jam’iyyah NU harus tertata dan terdata serta komimen tegak lurus pada pimpinan di semua tingkatan. (*)