Diskusi Lakpesdam Gayeng, Suaedy Ingatkan Anak Muda Harus Berinovasi

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Nahdlatul Ulama (NU) pada dasarnya sebagai pencipta budaya. Bahkan modelnya sudah ada sejak abad 13 di bumi Nusantara. Upacara-upacara ritual nonmahdhah atau muamalah pun banyak dijumpai hingga saat ini. Sedangkan nilai-nilai Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) sebagai ciri khas NU, kini telah menjadi wacana global.

Karena itu, kalangan muda NU harus berinovasi dan tampil dengan kreasi yang mengandung berbagai filosofi dan manfaat sosial. Baik dalam hal kohesi sosial (kemampuan untuk menyatu) maupun ketahanan sosial dengan bobot sama pada dunia nyata dan maya.

Hal tersebut dibeberkan Dekan Fakultas Islam Nusantara (FIN) UNUSIA Jakarta, Dr Ahmad Suaedy saat mengisi diskusi yang digelar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Kebumen di Kantor PCNU Kebumen, Selasa (10/5/2022).

Diskusi yang berlangsung gayeng bersama Sekretaris Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) PBNU itu bertajuk “Strategi Kebudayaan sebagai Upaya Membumikan Islam Nusantara”.

Menurut Suaedy, goresan NU yang sudah mendunia dan lekat dengan kekayaan budaya Nusantara itu penting untuk terus diangkat dalam konteks isu-isu global dan modern.

“Manfaatkan ritual khas kita untuk isu-isu seperti lingkungan hidup, pemerintahan yang bersih dan perubahan iklim. Kelihatannya itu memang tradisional, tapi punya misi global,” ucap Suaedy.

Hadir sejumlah aktivis NU, segenap jajaran Pengurus Lakpesdam PCNU Kebumen, Lesbumi NU Kebumen, LKK NU Kebumen, LTN NU Kebumen, Ansor Kebumen dan IPNU Kebumen.

Padi Organik

Tampak pula Dosen IAINU Kebumen Agus Salim Chamidi MPdI yang kandidat doktor dan Ketua KNPI Kebumen Saeful Anwar yang Anggota DPRD Kebumen.

Dalam diskusi hingga dini hari yang dipandu Sekretaris Lakpesdam PCNU Kebumen Ibnu Mualif itu juga mengemuka budidaya padi organik oleh kader NU Kebumen. Suaedy mengapresiasi sebagai salah satu langkah inovatif dengan melibatkan anak muda serta menerapkan teknologi. Di samping itu melestarikan budaya dan mengatasi kemiskinan.

Suaedy kemudian meminta kalangan muda NU memperkenalkan kepada dunia mengenai nilai-nilai Aswaja yang membuat Indonesia menjadi negara damai, toleran dan melindungi rakyatnya. Meski ia tidak menampik banyak kekurangan dari negara kita.

“Tapi jika dibandingkan negara-negara lain, kita bisa menjadi contoh yang lebih baik,” tandas Suaedy yang asli Petanahan, Kebumen itu.

Ia lantas menyinggung negara lain seperti Malaysia yang jauh-jauh melarang syiah tumbuh sejak lahir. Sedangkan di Indonesia nyaris tidak ada larangan, namun tetap aman dan kondusif.

Dijelaskan, perilaku yang ditunjukkan masyarakat kita tersebut cerminan nilai-nilai Aswaja. “Perilaku ini perlu dibuat konsep dan ditunjukkan kepada dunia secara tertulis,” tutur Suaedy.

Penanganannya pun tidak hanya melibatkan anak muda NU, namun lembaga-lembaga NU, Banom dan perguruan tinggi NU. Selanjutnya bisa disalurkan kepada orang perorang, organisasi, pemerintahan serta lembaga lainnya. Termasuk profesional. (Admin5)

BERDISKUSI : Para aktivis NU berdiskusi di Kantor PCNU Kebumen, Selasa (10/5/2022).

Tindaklanjuti PKPNU, MWC Ambal Jadi Pelopor Budidaya Padi Organik

WILAYAH Barat Kebumen seperti Karanganyar boleh lebih awal dalam hal tanam padi. Namun untuk penggerak padi organik yang paling getol dipelopori oleh petani wilayah Timur, terutama Ambal. Dan mereka merupakan warga Nahdliyyin yang telah mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU).

Ya. Mulanya, para kader tersebut mengikuti PKPNU di Desa Muktisari, Kecamatan Kebumen pada 2020 silam. Di mana pelatihan yang pesertanya diisi ruh faham Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) itu menjadi trigger (pemicu) bagi ranting di MWC Ambal untuk membudidayakan padi organik.

Diketahui, usai PKPNU di Muktisari, para peserta dari MWC Se-Kebumen diminta menampilkan potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. Dalam kesempatan tersebut disimak langsung oleh Sekretaris PWNU Jateng Hudallah Ridwan Naim (Gus Huda) dengan memberikan support besar.

Gayung bersambut. Paling mengemuka memang dari MWC Ambal yang menyampaikan potensi budidaya padi organik. Alasannya, selain banyak kader di wilayah setempat, masyarakatnya juga mayoritas petani dan memiliki sumber daya alam melimpah berupa kotoran sapi yang dijadikan sebagai salah satu bahan pupuk organik.

Seperti di Desa Benerwetan, Kecamatan Ambal, yang terdapat lebih dari 400 ekor. Sementara kotoran sapi yang bisa dikumpulkan hingga menggunung di desa setempat belum terserap.

Gerakan dari bawah (bottomup) yang merupakan followup (tindaklanjut) dari PKPNU di Muktisari itu pun berlanjut dengan melakukan pendataan lahan. Untuk ranting di MWC Ambal yang siap yakni Desa Banjarsari, Desa Lajer, Desa Kliwonan dan Desa Benerwetan. Luas lahan yang disediakan sekitar 2,5 hektare.

Kesiapan tersebut lantas ditangkap oleh Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) NU Jateng. Para kader NU di MWC Ambal itu kemudian mendapat pendampingan dari pakar. Antara lain Kiai Turjangun pakar organik dari Batang, Kiai Amin Mufti pakar analisis tanah dari Brebes, serta Kiai Mukhlisin pakar organisatoris Kadang Tani Sarwotulus dan Gus Huda.

Pelatihan tingkat Jateng yang dilaksanakan di Amongrogo, Kabupaten Batang pada 2021 itu diikuti tujuh Pengurus Cabang (PC) di PWNU Jateng sembari praktik langsung. Dari PCNU Kebumen mengikutkan delapan kader, empat di antaranya kader MWC Ambal.

Seiring mengikuti pelatihan dan praktik langsung tersebut, ilmu yang diperoleh kader NU di MWC Ambal kian matang. Mereka juga telah memulai menerapkan pertanian organik, hasil mengikuti PKPNU di Muktisari tahun sebelumnya. Dan seminggu sepulang latihan di Batang itu bisa panen raya padi organik.

Ini sekaligus mentasbihkan wilayah Timur Kebumen sebagai pelopor budidaya padi organik. Mengingat, budidaya yang dilakukan di wilayah lain terbukti belum membuahkan hasil berarti.

Ful Organik

Awalnya, kader NU di MWC Ambal itu menggunakan bibit Ciherang di lahan Benerwetan, lantaran waktu itu belum ada rekomendasi bibitnya dengan perlakuan ful organik. Hasilnya baru 50 persen. Terungkap pula belum menggunakan pupuk dasar, seperti sisa jerami atau kotoran hewan yang divermentasi.

Perlakuan ful organik yang dilakukan kader NU di MWC Ambal juga baru sebatas menggunakan pupuk cair. Hingga panen berikutnya dengan hasil sudah mencapai 90 persen. Misalnya lahan 50 ubin mendekati hasil 5 kuintal.

Pola pemupukannya pun diperbaiki dengan memperbanyak pupuk dasar. Kini, hasilnya bisa melebihi petani lain yang menggunakan pupuk kimia sintesis. Apalagi kader NU di MWC Ambal juga mengembangkan bibit padi organik.

Tak diragukan lagi, mereka telah menguasai budidaya padi organik. Bahkan membuat pupuk organik padat, cair dan pestisida nabati. Atas keberhasilan tersebut didukung LPP NU Kebumen yang dibagi menjadi dua wilayah. Masing-masing wilayah Barat diketuai Erry Listyawan dan wilayah Timur diketuai Muhammad Anshori.

Budidaya padi organik itu juga diwadahi oleh Kadang Tani Sarwotulus (KTSt) dengan menggunakan label beras organik bermerk Lohjinawi. Dan Muhammad Anshori menjadi Ketua KTSt Ranting Banjarsari.

Menurut Anshori, prospek budidaya padi organik cukup menjanjikan. Bahkan terbuka untuk pasar ekspor. Manfaatnya pun sangat banyak, antara lain untuk mengatasi stunting (pertumbuhan tidak normal) dan idiot. “Nasi organik juga tahan hingga tiga hari atau tidak cepat basi,” jelasnya.

Pengembangan saat ini, lanjut Anshori, baru empat varietas organik yakni padi hitam, merah, mentik wangi susu dan raja lele. Satu lagi varietas pandan wangi belum dibudidayakan.

Selain banyak manfaat, harga padi organik juga lebih tinggi. Jika dalam bentuk beras, yang perlakuan kimia hanya Rp 6.400 perkg, sedangkan beras organik mencapai Rp 15.000 perkg.

“Sebenarnya dari budidaya organik ini mau diekspor tapi kuota dan standarisasinya belum terpenuhi, sehingga butuh pengembangan lagi,” imbuhnya.

Diharapkan peran serta PCNU Kebumen dan pihak terkait untuk membantu pengembangan organik, terutama bantuan mesin penggilingan padi. (Admin5)

PADI ORGANIK : Panen raya padi organik oleh kader NU di MWC Ambal menjelang Ramadan 2022.

Biar Legal, Panitia Zakat Fitrah Diimbau Minta Pengesahan Baznas

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Banyaknya panitia zakat fitrah yang dibentuk di masjid- masjid, mushalla, majlis taklim, sekolah maupun madrasah di Kabupaten Kebumen, ternyata secara fiqh belum memenuhi ketentuan syar’i atau hukum Islam.

Sebab, sebagian besar panitia zakat yang telah dibentuk tersebut tanpa ada pengesahan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Hal itu mengundang perhatian serius Ketua PCNU Kebumen KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg. Menurutnya, tanpa disahkan oleh Baznas atau LAZ, maka panitia zakat fitrah itu secara syar’i belum bisa disebut sebagai amil. Di samping itu juga belum memenuhi amanat UU Nomor 23 Tahun 2011 dan PP Nomor 14 Tahun 2014.

“Dan konsekuensinya, panitia zakat fitrah bersangkutan tidak berhak menerima zakat dari hasil kerja pengumpulannya,” kata Kiai Dawam yang Wakil Ketua Yayasan Masjid Agung Kauman Kebumen itu, Kamis (28/4).

Dijelaskan, berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2011 dan PP Nomor 14 Tahun 2014, terdapat tiga tipologi pengelola zakat di Indonesia. Pertama Baznas (nasional, provinsi, kabupaten/kota), kedua LAZ yang telah diberi izin oleh Baznas dan ketiga pengelola zakat perseorangan dalam masyarakat di komunitas atau wilayah yang belum terjangkau oleh Baznas dan LAZ.

Disahkan Baznas

Dengan demikian, lanjut Kiai Dawam, amil zakat dikatakan sah secara UU dan syar’i apabila diangkat atau disahkan oleh pihak yang memiliki kewenangan tersebut, yakni Baznas atau LAZ. Di Kebumen terdapat Baznas yang diketuai KH Bambang Sucipto MPdI.

“Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah dan madrasah agar status amilnya benar-benar legal, supaya minta pengesahan dari Baznas Kabupaten Kebumen,” pintanya.

Terkait risiko dari kacamata syar’i bagi yang tidak disahkan Baznas, Kiai Dawam mencontohkan jika ada muzakki yang membayar zakat fitrah ke panitia di sekolah atau madrasah. Sementara panitia bersangkutan belum sempat membagikan kepada yang berhak menerimanya.

Maka, beber Kiai Dawam, pihak muzakki belum gugur kewajibannya, karena panitia zakat fitrah yang belum disahkan Baznas atau LAZ itu statusnya hanya wakil dari muzakki, bukan amil. Adapun pelaksanaan zakat fitrahnya bisa dilakukan mulai 1 Ramadan hingga sebelum salat Ied.

“Untuk kepastian hari raya Idul Fitri menunggu hasil sidang isbat pemerintah pada Ahad atau Minggu (1/5),” tutur Mantan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kebumen itu. (Admin5)

KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg

Gelar Buka Puasa, LAZISNU Tasharufkan Hasil Gennuk

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Buka puasa di Desa Pengaringan, Kecamatan Pejagoan, Kebumen terasa berbeda, Senin (25/4/2022). Selain berada di wilayah terpencil, kegiatan yang digelar Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kebumen itu diikuti anak-anak setempat.

Mereka berjumlah 75 anak yang tampak ceria di serambi Masjid Nurul Huda, tempat acara tersebut. Dalam program Ramadan bertajuk “Merawat Kepedulian” itu juga diikuti lima guru ngaji, dua muadzin, dua marbot masjid dan takmir Masjid Nurul Huda. Di mana masing-masing menerima pentasharufan (penyaluran) dari LAZISNU.

“Untuk guru ngaji, marbot dan muadzin menerima tali asih. Sedangkan anak-anak, takmir masjid serta sejumlah warga Pengaringan menerima bingkisan atau parsel,” kata Ketua LAZISNU Kebumen, H Marlan di sela-sela acara.

Menurut Marlan, penyaluran tersebut merupakan infak dan zakat yang dihimpun selama bulan suci Ramadan serta hasil dari gerakan koin NU Kebumen (Gennuk). Gerakan tersebut melibatkan MWC NU dan ranting Se-Kebumen.

Buka Bersama

Di sela-sela pentasharufan yang dilanjutkan buka bersama itu juga diberikan pengarahan dari perwakilan NU Care LAZISNU Kebumen, Ardi Saputra. “Semoga program Gennuk di Kabupaten Kebumen semakin berkembang dan bermanfaat untuk warga, khususnya Nahdliyyin,” imbuhnya.

Hadir Kades Pengaringan Bayu Sukrisna, tokoh masyarakat dan kader NU. Anak-anak yang santri Taman Pendidikan Quran (TPQ) Masjid Nurul Huda itu menerima bingkisan dengan suka cita. Mereka pun beramai-ramai menunjukkan bingkisan yang berisi aneka kebutuhan santri, seperti buku dan alat tulis lainnya.

Suasana tambah riuh ketika diambil gambarnya usai buka puasa. Sedangkan sejumlah warga setempat yang menerima parsel berisi sembako diliputi rasa syukur. “Ini cukup membantu di saat harga sembako membumbung tinggi jelang Lebaran,” sela Suyati, salah satu penerima.

Kades Pengaringan Bayu Sukrisna menyampaikan banyak terimakasih atas perhatianya dari NU. Terutama NU Care LAZISNU Kebumen yang menyalurkan program ke desa yang dipimpinnya. “Alhamdulillah Gennuk di Pengaringan sudah istiqomah. Berkat program Gennuk jadi tidak ada tarikan ke warga jika ada acara,” ucap Bayu. (Admin5)

TERIMA SEMBAKO : Warga Desa Pengaringan, Kecamatan Pejagoan, Kebumen menerima sembako dari LAZISNU Kebumen, Senin (25/4/2022).

Kembangkan Tradisi Menulis, LTN NU Apresiasi Langkah Pesantren An Nahdlah

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Gairah menulis terpancar dalam aktivitas para santri Pondok Pesantren An Nadlah Kebumen. Bahkan pada moment Ramadan ini, para santri yang mahasiswa IAINU Kebumen itu mengikuti serangkaian kegiatan amaliah, salah satunya mengembangkan tradisi menulis.

Penutupan kegiatan amaliah Ramadan pun masih digelar pentas teatrikal di kampus setempat pada Kamis (21/4/2022). Acara yang dinamai Muhadoroh Asghor hingga malam itu dimainkan oleh 40 mahasiswa IAINU yang nyantri di Pondok Pesantren An Nahdlah. Mereka tampil memukau dengan mengemas serangkaian kegiatan selama Puasa.

Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kebumen Agus Salim Chamidi MPdI menyambut baik langkah Pondok Pesantren An Nahdlah tersebut.

“Santri dan mahasiswa memang harus mampu tampil, berkiprah dan memberi warna zaman ke depan,” tutur Agus Salim yang Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAINU Kebumen itu.

Tradisi yang harus dikembangkan oleh santri dan mahasiswa, lanjut Agus Salim, di antaranya kajian kitab, seni budaya dan penulisan. Lebih lanjut, sudah saatnya Pondok Pesantren An Nahdlah unjuk gigi mengabdikan ilmu dan keterampilannya kepada masyarakat luas.

Tradisi Menulis

“Ini tentunya sejalan dengan visi misi Tri Dharma Perguruan Tinggi NU,” imbuhnya. Adapun visi IAINU yakni “Virtual, Cakap Bersahaja”. Dan dorongan kepada pesantren yang melibatkan kampus, antara lain telah dibangun Balai Latihan Kerja (BLK) dan masjid.

Gayung pun bersambut seiring pengembangan tradisi menulis di lingkungan Pondok Pesantren An Nahdlah. Dalam moment Puasa ini juga diperkuat dengan amaliah Ramadan sejak 3 April 2022. Ketua Panitia Nur Azizah Handayani menyampaikan antusias mahasiswa yang nyantri di Pondok Pesantren An Nahdlah cukup tinggi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Suasana lingkungan pesantren yang berdekatan dengan bangunan Gedung Pusat Pendidikan (Edication Centre Building) NU pun kian membuncah atau bergelora. Ada gelaran pentas rebana serta kajian-kajian. Seperti Akhlakul Banat, Ngaji Jurumiyah dan Mujahadah, Tahlil / Albanjanji, Qowa’idul dan Aqidatul Awam serta Sulam Taufiq. Masih ada Qiroah, Tamyiz, Tanqihul Qoul Hadits, Adabul Alim Wamuta’alim dan Tahfidz.

Di kampus sendiri juga diselingi helatan IAINUKustik dengan pembagian takjil kepada masyarakat serta pengguna jalan yang melintas pada Jalan Tentara Pelajar Kebumen.

Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama MSI mengemukakan, langkah maupun kiprah Pondok Pesantren An Nahdlah sangat penting untuk mendukung pengembangan kampus yang dipimpinnya. “Kami berharap sinergitas dan kolaborasi antara pesantren dan kampus terus berlanjut, tidak hanya pada moment Ramadan ini saja tapi seterusnya,” papar Fikria. (Admin5)

ANTUSIAS : Mahasiswa IAINU yang nyantri di Pondok Pesantren An Nahdlah antusias mengikuti almaliyah Ramadan 2022.

Siapkan Klinik Kesehatan, MWC Klirong Rintis RSU NU

KLIRONG, pcnukebumen.or.id – Safari Ramadan PCNU yang mengelilingi 26 MWC Se-Kebumen mengungkap potensi dan kekuatan NU. Salah satunya pendirian Rumah Sakit Umum (RSU) Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Majelis Wakil Cabang (MWC) Klirong.

Hal itu terungkap saat Tim IV mengisi Safari Ramadan di MWC NU Klirong, Rabu (20/4/2022). Sedangkan pelaksanaan Safari Ramadan PCNU Kebumen yang diisi enam tim sejak Jumat (8/4/2022) itu berakhir di Kecamatan Poncowarno dan Prembun pada Kamis (21/4/2022).

Safari Ramadan pada MWC NU Klirong mengambil lokasi di Auditorium Hall SMK Ma’arif 9. Hadir dari Tim IV antara lain Mustasyar KH Ismail Abdussomad, Katib Syuriah KH Nur Taufik MPdI dan Sekretaris LTN NU Imam Subarkah MPd. Mereka disambut Ketua MWC NU Kecamatan Klirong KH Fuad Hasyim beserta segenap pengurusnya.

Kiai Fuad membenarkan MWC Klirong tengah merintis RSU NU dengan mengambil lokasi di sebelah Utara SMK Ma’arif 9. “Ada tanah di situ seluas 60 ubin yang sudah dibeli dan dikeringkan untuk dibangun klinik kesehatan. Dan untuk menuju rumah sakit diawali dari menyiapkan klinik terlebih dahulu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan KH Nur Taufik. Pihaknya mengaku akan menyampaikan rencana tersebut kepada pimpinan PCNU Kebumen. “Potensi di MWC Klirong cukup bagus untuk dibangun rumah sakit. Warga NU-nya bersatu, kompak, dan terdapat sekolah Ma’arif dari SD hingga SMK. Sumber dayanya juga mendukung,” jelasnya.

Di samping itu, lanjut Kiai Taufik, potensi lainnya yaitu keberhasilan UPZISNU MWC Klirong dalam pengumpulan zakat, infaq dan shodakoh. Selanjutnya pentasharufan (penyaluran) dalam berbagai bentuk terbukti bagus untuk mengembangkan perekonomian dan kemaslahatan jamaah. Potensi itu juga mendukung dalam merintis RSU NU.

Jadi Trigger

Disinggung mengenai RSU Siti Khadijah Kebumen yang kini menjadi klinik, Kiai Taufik menerangkan keberadaannya sudah tidak bisa dikembangkan lagi. “Dan rintisan RSU NU oleh MWC Klirong tentunya menjadi trigger (pemicu) kebangkitan ekonomi maupun kesehatan ummat,” sambung Kiai Taufik yang diamini Imam Subarkah, Dekan Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen.

Lebih lanjut disampaikan Subarkah, NU sebagai organisasi keagamaan terbesar secara formal dan nonformal mempunyai lembaga pendidikan berupa pondok pesantren, lembaga pendidikan Ma’arif dan lembaga pendidikan tinggi yang secara ketepatan dan keandalannya tidak diragukan lagi dalam mentransmisikan maupun mengedukasi faham Ahlussunah Waljamaah (Aswaja).

“PCNU Kebumen memiliki dua lembaga pendidikan tinggi yaitu IAINU dan UMNU. IAINU Kebumen sebagai perguruan tinggi tertua, telah teruji mengantarkan warga Kebumen memiliki kompetensi di berbagai bidang,” ungkap Subarkah.

Untuk bidang pendidikan melalui Fakultas Tarbiyah (program studi PAI, PGMI, MPI), ekonomi syariah melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan program studi PS, ES maupun hukum Islam melalui Fakultas Syariah Ushuluddin dan Dakwah (FSUD) dengan program studi AS, IAT, KPI.

Sementara itu, KH Ismail Abdussomad menekankan warga Nahdliyyin harus meningkatkan kualitas Ke-NU-an dengan menjadikan faham Ahlussunnah Waljama’ah Annahdliyah sebagai pedoman hidup sehari-hari. Baik dalam kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.

Serangkaian ibadahnya antara lain berupa amalan tawassul, qunut shubuh, ziarah kubur, yasinan dan tahlilan, kajian kitab aswaja (Aqidatul Awwam, Dalail-Al Khairat, dan Qashidah Al Burdah), serta meyakini dan mengamalkan Madzhab Asy’ariyah dan Maturidiyah sebagai amalan utama ummat Nabi Muhammad SAW. (Admin5)

BERI CERAMAH : Katib Syuriyah PCNU Kebumen KH Nur Taufik (kanan) memberi ceramah saat Safari Ramadan di MWC NU Klirong, Rabu (20/4/2022).

Rois Syuriah Dambakan Kantor PCNU yang Representatif

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Rois Syuriah PCNU Kebumen, KH Afifuddin Chanif Al-Hasani meyampaikan kondisi kantor di Jalan Kusuma yang sudah tidak sedap lagi dipandang. Cita-cita untuk membangun kantor PCNU yang representatif pun disampaikan saat buka puasa di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kebumen, Kamis (21/4/2022).

Tampak menyimak Bupati Arif Sugiyanto yang Bendahara PCNU, Mantan Bupati KH Nashiruddin Almansyur yang membuka acara dengan doa, Ketua PCNU KH Moh Dawamudin Masdar serta jajaran Tanfidziyah dan Syuriyah, antara lain Habib Hasan Al-Athos dan KH Tahrir Masror yang menutup doa.

Tampak pula Ketua PCLP Ma’arif Mahar Mugiono dan Rektor IAINU Fikria Najitama. Sementara Rektor UMNU Doktor Imam Satibi memandu jalannya dialog dalam acara tersebut.

Menurut Gus Afif yang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, kondisi kantor PCNU sekarang membuat siapa saja tidak betah berlama-lama. “Begitu masuk sudah banyak sawang, peteng dhredhet dan atap bocor. Ini kan kurang mengenakan,” tuturnya lugas.

Jika dibangun, lanjut Gus Afif, maka pengurus cabang, MWC serta lembaganya akan nyaman berada di kator tersebut. “Jadi kita kan punya bupati dari NU. Kalau tidak diperhatikan jan kebangeten banget. Tapi saya optimistis bupati kita yang mengerti manajerial dan organisasi ini akan memperhatikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, sebuah organisasi tidak akan maju apabila perangkatnya lemah. Karena itu, PCNU Kebumen telah memperkuat dengan melaksanakan Tahsinul Jam’iyyah (perbaikan organisasi).

Ada Tantangan

Selain agar kuat dan kokoh, terang Gus Afif, upaya tersebut supaya NU semakin mengakar. “Ke depan, bilamana ini berjalan dengan baik, NU akan menjadi kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah,” tandasnya.

Gus Afif lantas mengingatkan tantangan pada masa mendatang tidaklah ringan. Apalagi terdapat gerakan yang tersistematis dari orang yang tidak suka dengan Ahlussunah Waljamaah maupun secara parsial terhadap NU. “Contohnya ketika kita bangun PCNU dengan punya kantor yang representatif, tentu akan ada tantangannya,” jelas Gus Afif.

Bupati Arif Sugiyanto berharap bantuan untuk PCNU bisa dilipatgandakan. Ia mengaku baru mengetahui jika bantuan sebesar Rp 150 juta ternyata untuk dua tahun. Bantuan yang dirasa masih sangat kurang untuk melayani umat sekian banyak itu pun akan ditambah. “Tahun depan semoga bisa dilipatgandakan menjadi Rp 1 miliar atau Rp 2 miliar,” ucapnya.

Arif yang datang bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kebumen Iin Windarti itu kemudian mengajak warga NU agar satu padan kata supaya kompak. Misalnya PBNU berkata A, maka sampai ke bawah pun tetap A.

Dalam acara yang diselingi dialog itu cukup menyentuh dengan dilanjutkan buka puasa bersama. Suasana semarak dengan pembagian bingkisan serta makanan dan takjil untuk berbuka, juga menyelimuti pondok pesantren tertua Se-Asia Tenggara itu.

Ketua Panitia KH Adib Amrullah mengatakan, kegiatan bertajuk “Buka Bersama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Kebumen, Ikhlas Berkhidmah, Teguh Berjam’iyyah itu dengan undangan lebih dari 400 orang. Mereka dari pengurus MWC NU Se-Kebumen, lembaga, Banom tingkat cabang serta Jam’iyyah Pengasuh Pondok Pesantren Putri dan Mubalighoh (JP3M) Kebumen yang diketuai Fitriani Afifuddin. (Admin5)

PEMBICARA KUNCI : Rois Syuriah PCNU Kebumen, KH Afifuddin Chanif Al-Hasani (tujuh dari kanan) menjadi pembicara kunci saat dialog pada buka puasa bersama di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kamis (21/4/2022).

PAC Fatayat NU Kecamatan Kebumen Berbagi Takjil, Ibu-ibu Muda Langsung Siapkan dari Dapur

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Kebumen berbagi takjil kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan Kusuma, Selasa (19/4/2022). Kurang dari satu jam, sekitar seribu bungkus takjil itu sudah ludes dibagikan.

“Selain dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan Kusuma Kebumen, kegiatan ini juga menyasar para tukang becak, supir hingga pedagang asongan,” kata Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Kebumen, Khoiriyah Hakim di sela-sela pembagian takjil.

Puluhan perempuan Anggota PAC Fatayat NU itu pun berderet menyambut warga yang merespons kegiatan tersebut. Sesekali mendatangi mereka yang tengah beraktivitas menjelang buka Puasa sekitar pukul 16.30. Masyarakat menyambutnya dengan antusias.

Takjil yang dibungkus plastik itu tampak tidak seragam. Ada yang berwarna putih polos, hitam, motif lurik hitam-putih, bahkan ada juga berwarna merah. Menurut Khoiriyah, hal tersebut menggambarkan takjil-takjil itu memang berangkat dari sumbangan orang yang berbeda.

Ibu-ibu muda itu diketahui langsung menyiapkan dari dapurnya. Mereka dari pengurus ranting yang memasak sendiri-sendiri di rumah. Selanjutnya dikumpulkan persis depan kantor PCNU Kebumen di Jalan Kusuma dan dibagikan kepada masyarakat.

Bermacam Takjil

“Jangankan plastik, dilihat isinya juga beda-beda, karena kami memang menekankan buat takjil sesuai kemampuan aja. Setiap ranting diberikan kebebasan mau buat takjil apa. Dan kebersamaan ini yang kami harapkan,” ucapnya.

Takjil yang tersedia itu berisi bermacam-macam menu seperti es buah, es campur, lauk pauk dan makanan ringan. Para pengguna jalan yang menghentikan laju kendaraan kebanyakan mau menerima pemberian takjil tersebut untuk berbuka Puasa.

“Kami seneng banget, perjuangan kami mulai memasak dari siang sampai persiapan lain ternyata disambut antusias. Tadi dibagi dua titik lokasi supaya cepet habis. Semoga bermanfaat,” terang Khoiriyah.

Kurang dari satu jam, sekitar seribu takjil yang tersedia ludes dibagikan. Aksi sosial ini merupakan inisiasi dari PAC Fatayat NU Kecamatan Kebumen sebagai program berlomba-lomba menebar kebaikan di bulan Ramadan.

Khoiriyah menyaksikan selama pembagian takjil animo masyarakat terbilang bagus. Bahkan ada sebagian pengguna jalan tidak kebagian karena takjil yang disediakan sudah habis. “Bersyukur bisa habis malah tadi ada yang belum kebagian tapi mau gimana lagi karena sudah habis,” terangnya. (Hafid)

Editor : Arif Widodo

BERBAGI TAKJIL : PAC Fatayat NU Kecamatan Kebumen berbagi takjil di Jalan Kusuma Kebumen, Selasa (19/4/2022).

*********

Warga NU Diminta Selektif Memilih Guru

MIRIT, pcnukebumen.or.id – Di era globalisasi saat ini, filter utama dalam menyerap informasi berada pada diri kita. Termasuk dalam memperoleh pengetahuan agama dari para guru, kiai atau ustadz melalui media berbasis internet. Maka, penting untuk memilih guru yang tepat agar tidak salah pemahaman maupun keyakinan. Terutama bagi kalangan Nahdliyyin atau warga NU.

Hal tersebut mengemuka saat Safari Ramadan PCNU Kebumen di MWC NU Mirit pada Jumat (15/4/2022). Kegiatan yang berlangsung usai Salat Tarawih berjamaah di Masjid Baitunnur, Desa Karanggede, Kecamatan Mirit itu diisi oleh Tim 3 dan diikuti pengurus MWC NU, Banom, Ranting serta masyarakat setempat.

Salah satu Tim 3 Safari Ramadan PCNU Kebumen, KH Fauzin Jamil mengemukakan, warga NU memang harus selektif dalam memilih guru, kiai atau ustadz. Apalagi akhir-akhir ini banyak dijumpai ustadz dengan latar belakang tidak jelas. “Jangan sampai salah pilih guru. Jangan pula terkecoh hanya bicaranya saja yang menarik, tapi kontennya jauh dari wirosah nabi (misinya nabi),” katanya.

Fauzin menjelaskan, guru / ulama merupakan penghubung antara kita dengan nabi. Di samping itu, guru juga punya pengaruh besar terhadap cara pandang dan keyakinan kita, karena apa yang disampaikan oleh guru akan dipedomani. “Jadi harus jelas tersambung dengan nabi secara metode dan isi dakwahnya,” imbuh Fauzin.

Lima Perkara

Fauzin yang Rois Syuriah MWC NU Kuwarasan itu lantas menukil hadits Nabi Muhammad Saw, yang memerintahkan kita agar selektif memilih panutan. Disebutkan, “Janganlah setiap orang ‘alim anda jadikan guru / panutan, tapi ikutilah orang yang mengajak meninggalkan lima perkara buruk menuju lima perkara baik”.

Lebih lanjut, lima perkara tersebut yakni mengajak meninggalkan ragu-ragu menuju yakin, mengajak meninggalkan permusuhan menuju kerukunan, mengajak meninggalkan takabur menuju tawadhu’, mengajak meninggalkan riya’ menuju ikhlas, dan mengajak meninggalkan cinta dunia menuju zuhud.

Turut hadir dari Tim 3 PCNU Kebumen KH Musta’in Manshur, Habib Hasan Lutfi Al Athos, Muhibban, Mukhsinun dan Gus Farhan. Mereka menyampaikan paparan secara bergantian dengan tema berbeda. Seperti Habib Hasan yang menekankan para kiai NU untuk menyebarkan paham Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) Annahdliyyah. Adapun KH Musta’in Manshur menjelaskan ciri-ciri Aswaja.

Sementara itu, Safari Ramadan PCNU Kebumen yang dimulai Jumat (8/4/2022) telah menerjunkan sebanyak enam tim dan akan memasuki putaran keempat pada Rabu (20/4/2022). Pelaksanaannya di MWC NU Kecamatan Gombong, Bonorowo, Sadang, Klirong, Pejagoan dan Padureso. Sedangkan putaran terakhir pada Kamis (21/4/2022), dari 26 MWC NU Se-Kebumen tinggal dilaksanakan di MWCNU Poncowarno dan Prembun. (Adm1)

BERGANTIAN : Tim 3 Safari Ramadan PCNU Kebumen memberi paparan secara bergantian di Masjid Baitunnur, Desa Karanggede, Kecamatan Mirit, Kebumen pada Jumat (15/4/2022)

*********

Editor : Arif Widodo

Keliling 26 MWC, Safari Ramadan Tingkatkan Soliditas Jam’iyyah NU

BERI PAPARAN : Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama MSI memberi paparan pada Safari Ramadan di Ayah, Jumat (8/4/2022).

*********

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Safari Ramadan PCNU Kebumen dimulai Jumat (8/4/2022). Sebanyak enam tim diterjunkan dengan keliling di 26 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Se-Kebumen.

Ketua PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar MAg mengatakan,
kegiatan yang digelar rutin setiap bulan Puasa itu sebagai wahana konsolidasi dan meningkatkan soliditas jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) Kebumen.

“Pesertanya terdiri atas Pengurus MWC NU lengkap, Pengurus Harian Banom tingkat PAC, Pengurus Ranting NU Se- Kecamatan (Rais, Katib, Ketua dan Sekretaris),” tutur Kiai Dawam yang masuk tim 1 bersama Rois Syuriah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al-Hasani itu.

Kiai Dawam menjelaskan, dalam pelaksanaan Safari Ramadan kali ini diperkuat oleh tim berjumlah 6 – 7 orang. Materi yang disampaikan antara lain kajian Ahlussunah Waljamaah (Aswaja), mengenal Salafi dan Wahabi, Gerakan Koin NU (Genuk) dan peningkatan SDM generasi NU. Waktu pelaksanaannya mulai pukul 13.00 – 16.00. Adapun tempatnya ditentukan masing-masing MWC.

Diikuti Lengkap

Pada putaran pertama Jumat (8/4/2022), sasarannya terdapat enam MWC NU yang secara berurutan dari tim 1 – 6 meliputi Ayah, Sempor, Buatan, Rowokele, Sruweng dan Alian. Masing-masing tempat diikuti personel tim dan peserta secara lengkap.

Untuk tim 1 yang dikoordinasikan oleh Kiai Munjid Al Hakim terdapat Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama MSI. Adapun tim 2 dikoordinasikan oleh Tauhid Alamsyah SE MSy, tim 3 Muhiban SAg MPdI, tim 4 Nur Taufiq SAg, tim 6 Muhamad Chasib SAg dan tim 6 dikoordinasikan oleh Fauzi Al Muhtad SAg MAg. Setiap tim datang berombongan dari kantor PCNU Kebumen.

Untuk putaran kedua, pelaksanaan Safari Ramadan pada Sabtu (9/4/2022) di Adimulyo, Puring, Mirit, Kuwarasan, Kecamatan Kebumen dan Ambal. Berlanjut pada putaran ketiga Minggu (10/4/2022) di Kecamatan Karangsambung, Petanahan, Karanganyar, Karanggayam, Buluspesantren dan Kecamatan Kutowinangun.

Putaran keempat terdapat jeda waktu selama 10 hari, di mana pelaksanannya pada Rabu (20/4/2022). Untuk wilayahnya yakni Kecamatan Gombong, Bonorowo, Sadang, Klirong, Pejagoan dan Kecamatan Padureso. Sedangkan putaran terakhir pada Kamis (21/4/2022) tinggal tersisa Kecamatan Poncowarno dan Prembun. (Adm5)

Aset Tanah dan Gedung Kembali ke SMK Madugo, Rois PCNU Pimpin Mujahadah

SIMAK CERAMAH : Para guru, karyawan dan sejumlah siswa SMK Madugo menyimak ceramah saat tasyakuran sekaligus persiapan PPDB 2022.

*********

GOMBONG, pcnukebumen.or.id – Suasana lega bercampur bahagia terpancar pada raut para guru, karyawan serta siswa SMK Ma’arif 2 Gombong (Madugo). Moment tasyakuran sekaligus persiapan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022 pun bak mendapatkan kado istimewa.

Ini lantaran aset tanah dan gedung sebelah Timur yang puluhan tahun lamanya dalam sengketa, sekarang telah kembali ke SMK Madugo.

Ya. Aset seluas 74 ubin pada sekolah yang berada di Desa Kemukus Kecamatan Gombong itu sebelumnya dalam sengketa dengan ahli waris. Pengelolaan kala itu berbentuk pengurus atau belum ditangani Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif. Sedangkan salah satu pengurus merupakan ahli waris, yang sejak pendirian, tanah tersebut telah dijual kepada pihak SMK Madugo.

Sengketa antar pengurus kemudian terjadi dan berlangsung hingga puluhan tahun. Selanjutnya dilakukan mediasi dengan pihak bersangkutan. Alhasil, aset tersebut kembali ke pangkuan SMK Madugo. Atas keberhasilan itu lantas digelar tasyakuran sekaligus persiapan PPDB yang dihadiri langsung oleh Rois Syuriah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al-Hasani.

Tampak pula Ketua PCLP Ma’arif Kebumen Mahar Mugiono MPd dan Mantan Ketua PCLP Ma’arif Kebumen Dr Imam Satibi yang Rektor UMNU. Gus Afif, sapaan akrab KH Afifuddin Chanif Al-Hasani mengapresiasi  pencapaian tersebut. “Kami sangat bersyukur dan ikut lega dengan kembalinya aset tanah dan gedung Timur SMK Ma’arif 2 Gombong yang puluhan tahun dalam sengketa,” tuturnya.

Milik Sah

Dengan kembalinya aset itu, maka kini telah menjadi milik sah SMK Madugo. Gus Afif dalam kesempatan tersebut memimpin mujahadah dan doa bersama yang diikuti para guru, karyawan dan  siswa SMK Madugo. Mereka tampak khusuk memanjatkan doa. Kebahagiaan menyelimuti tasyakuran yang digelar sederhana tersebut. Sesekali para peserta mujahadah menyeka air mata.

Kepala SMK Madugo Arif Rochman MPd juga tak henti-henti mengungkapkan rasa syukur atas kembalinya aset tanah dan gedung Timur ke sekolah yang dipimpinnya. “Alhamdulillah aset kembali setelah ada mediasi dengan pihak ahli waris,” ungkap Arif Rochman yang Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Kuwarasan itu.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Rois PCNU Kebumen yang berkenan hadir secara langsung. Menurut Arif Rochman, hal tersebut menjadi dorongan tersendiri untuk memajukan SMK Madugo ke depan.

Rencananya, kata Arif Rochman, keberadaan aset yang ada itu akan dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran dan perbengkelan. Sekolah yang terdapat ribuan siswa itu juga akan disambungkan antara gedung Barat dan Timur. Untuk menyambungkannya, lanjut Arif Rochman, akan dibangun fly over pada lantai dua masing-masing gedung.

Lebih lanjut, dengan kembalinya aset seluas 74 ubin yang terdapat 10 lokal kelas itu juga memberi akses terhadap 50 ubin tanah hasil wakaf yang terdapat mushola. “Jadi, keberadaannya menjadi satu kesatuan. Apalagi ketika lantai dua gedung Barat nanti disambung dengan lantai dua gedung Timur melalui fly over. Mudah-mudahan segera terealisasi,” imbuhnya. (Adm5)

Tanamkan Jiwa Wirausaha dan Faham Aswaja, SMK Ma’arif 5 Gombong Gelar Edupreneur NU

MENCIUM BENDERA : Peserta Edupreneur NU SMK Ma’arif 5 Gombong mencium bendera NU saat proses bai’at oleh Rois Syuriah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al-Hasani di sekolah setempat.

*********

GOMBONG, pcnukebumen.or.id – Sebanyak 132 siswa kelas 12 SMK Ma’arif 5 Gombong, Kebumen, mengikuti Edupreneur NU yang digelar di sekolah setempat. Kegiatan selama dua hari, Rabu – Kamis (30 – 31/3/2022) itu untuk menanamkan jiwa wirausaha dan faham Ahlussunah Waljamaah (Aswaja).

Dalam kesempatan itu juga dilakukan proses bai’at oleh Rois Syuriyah PCNU Kebumen, KH Afifuddin Chanif Al Hasani. Hadir Ketua PCNU Kebumen Drs H Moh Dawamudin Masdar MAg, Ketua PCLP Ma’arif Kebumen Mahar Mugiono MPd dan Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong Mukhamad Ma’muri MPd.

Ma’muri mengemukakan, kegiatan pembekalan kerja bareng dengan PCLP Ma’arif Kebumen ini sangat tepat. Apalagi siswa kelas 12 akan lulus dan memasuki tantangan baru pada era metaverse. “Selain informasi dapat diperoleh begitu cepat, bersamaan dengan itu pengangguran juga naik. Salah satunya karena dampak pandemi selama dua tahun,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ma’muri menjelaskan, Edupreneur NU bertujuan untuk menanamkan jiwa entrepreneur dan menguatkan faham Aswaja. SMK bernuansa pesantren yang dipimpinnya itu juga terus menanamkan cara pandang siswa dalam berwirausaha melalui semboyan “Asah Potensi Raih Prestasi”.

Pola Pikir

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menggugah pola pikir baru para siswa dalam menghadapi tantangan ke depan. Terutama selepas lulus sekolah. Selain itu diharapkan menjadi kader NU yang tangguh, kreatif, inovatif dan berdaya guna.

Peserta yang dipimpin Ketua Kelas Yusuf Fauzi mengikuti rangkaian materi dengan penuh semangat dan antusias. Pembekalan dibagi perkelompok dengan menghadirkan pakar entrepreneur. Di sela-sela itu terdapat yel-yel Pelajar NU yang dinyanyikan dengan kompak.

Ketua Panitia Edupreneur NU Ahmad Shobirin berpesan kepada siswa SMK bisa menjadi apapun setelah lulus nanti. Termasuk menjadi pengusaha dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Aswaja. Para peserta juga mengerjakan posttest yang disusun dengan metode live. “Metoe inilah yang membuat semangat dan rasa persaingan mereka semakin tinggi,” ucapnya.

Hal tersebut diapresiasi oleh Ketua PCNU Kebumen KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg seraya meminta para peserta untuk mempelajari dan mempraktikkan bahasa Inggris sebagai bekal dalam berkomunikasi dengan masyarakat dunia. “You must learn English more in order you can communicate with other people in the world,” tandasnya. (Adm5)