Dikembangkan Melalui Lembaga, Kader Fatayat NU Punya Segudang Talenta

KEBUMEN, NU OKe – Talenta atau bakat kader Fatayat di kabupaten berslogan Beriman ini cukup banyak mulai dari da’iyah, hafidzoh, hingga qori’ah. Bahkan segudang talenta lainnya terdapat penggerak dan pelopor dalam berbagai hal. Bakat-bakat itu pun kini diwadahi lembaga yang kepengurusannya dilantik di Gedung Cynema SMK Ma’arif 1 Kebumen pada Sabtu (13/07/2024).

Masing-masing lembaga itu yakni Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) yang dipimpin Nangimah, Ikatan Hafidzoh Fatayat (IHF) dinahkodai Zakiyah Hasanah, Ikatan Qori’ah Fatayat (Iqof) dipimpin Siti Badi’atul Firdaus, dan Garda Fatayat (Garfa) dinahkodai Siti Nur Khasanah. Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan serah terima dari Detasemen Wanita Banser (Denwatser) ke Garfa.

Menurut Ketua PC Fatayat NU Kebumen Hj Mardiyah, lembaga-lembaga tersebut baru pertama kali dibentuk dan dilantik di Kebumen. Ke depannya diharapkan bisa semakin mengembangkan talenta dari para kader Fatayat untuk menjadi da’iyah, hafidzoh, qori’ah serta sebagai penggerak dan pelopor yang andal. Di samping itu membawa keberkahan serta mewujudkan Fatayat yang bermartabat dan bermanfaat bagi umat.

“Agenda ini kami adakan untuk mensyiarkan bahwa di Fatayat ada lembaga-lembaga pengembangan talenta seperti Fordaf, IHF, dan Iqof. Karena lembaga-lembaga tersebut baru ada di Kebumen tahun ini dan sudah ada di Pimpinan Pusat Fatayat, sehingga diharapkan yang belum bergabung dengan Fatayat akan tertarik untuk ikut nantinya,” ungkap Mardiyah.

BERSEMANGAT : Kader Fatayat bersemangat usai serah terima dari Denwatser ke Garfa di sela-sela pelantikan pengurus Fordaf, IHF, Iqof dan Garfa di Gedung Cynema SMK Ma’arif 1 Kebumen pada Sabtu (13/07/2024).

Ada Pelatihan

Lebih lanjut Mardiyah menambahkan, target dari masing-masing lembaga akan cepat tercapai dengan adanya kepengurusan yang kompeten di bidangnya. Seperti halnya para personel yang mengisi lembaga-lembaga tersebut. Diketahui Siti Badi’atul Firdaus merupakan qori’ah nasional, Nangimah dikenal dengan da’iyah berbakat serta Zakiah Hasanah fasih menghafal Alquran.

Begitu pula Siti Nur Khasanah yang diketahui sebagai salah satu penggerak dan pelopor keterlibatan Fatayat NU dalam program-program sosial, budaya, kemanusiaan, pembangunan, perdamaian, toleransi, harmoni, serta anti-kekerasan. Selain melantik kepengurusan, masing-masing lembaga juga merencanakan kegiatan seperti pelatihan, halaqoh dan lomba-lomba.

“Nanti juga ada pelatihannya di setiap lembaga, agar kita selalu punya stok da’iyah, hafidzoh dan qori’ah ke depannya. Yang pasti, kita selalu berusaha lii’lai kalimatillah agar mendapat ridho-Nya,” tutur Mardiyah.

Sejumlah talenta yang dimiliki kader Fatayat pun ditunjukkan dalam pelaksanaan pelantikan tersebut hingga membuat hadirin terkesima. Hadir secara langsung Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Imam Satibi, Ketua GP Ansor Kebumen Mudzakir, Kasadkorcab Banser Kebumen Mas’ud Ali, jajaran PC Fatayat NU Kebumen, serta kepengurusan lembaga yang dilantik. (Arif)

Cetak Pemimpin Berwawasan Luas, GP Ansor Petanahan Gelar PKD

DIPAKAIKAN TANDA : Peserta dipakaikan tanda saat pembukaan PKD GP Ansor Petanahan, Kamis (25/3/2022).

*********

PETANAHAN, pcnukebumen.or.id – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Petanahan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Madrasah Diniyah Mamba’ul ‘Ulum, Dukuh Jatisari, Desa Jatimulya, Petanahan, Kebumen. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 25 – 27 Maret 2022 itu mengangkat tema “Revitalisasi Gerakan Pemuda Menuju Optimalisasi Kader Militan” .


Ketua Panitia Ibnu Mualif mengatakan, PKD wajib diikuti oleh setiap orang yang hendak bergabung dengan Ansor. Kali ini diikuti sebanyak 70 peserta. “PKD bertujuan untuk menanamkan ideologi kepada para anggota agar menjadi kader militan, sekaligus mencetak pemimpin yang berwawasan luas,” kata Ibnu.

Dalam pelatihan itu pun para peserta belajar tentang kepemimpinan serta digembleng dengan berbagai materi. Antara lain Ke-NU-an dan Pancasila, informasi dan teknologi (IT) serta kewirausahaan.

Selain itu diberikan bekal tentang bagaimana mengelola organisasi. “Kami berharap para kader muda bisa memegang teguh secara ideologi. Dan ke depan mereka bisa menjadi pemimpin yang berwawasan luas dan selalu baik kepada masyarakat.” imbuhnya.

Tingkatkan Pengetahuan

Sementara itu, Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Nugroho Tri Waluyo, yang hadir saat pembukaan PKD mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia yang mewakili Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menegaskan bahwa PKD dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun organisasi yang efektif dan efisien serta membawa perubahan yang positif.

Pihaknya pun mengajak kepada Ansor, NU dan elemen lainnya untuk senantiasa membangun kemitraan dengan pemerintah. Di sisi lain, GP Ansor dengan kaderisasi berbasis keagamaan diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada anggotanya di tingkat grassroot.

“Dengan demikian, para Pemuda Ansor tidak hanya peduli terhadap eksistensi organisasi. Namun juga berperan serta terhadap kondisi masyarakat dan pemerintah,” ucapnya. 

Tampak pula saat pembukaan tersebut Ketua GP Ansor Petanahan Lasdiono SPd, Ketua MWC NU Petanahan Kiai Muqorobin Al Mukhtar serta Kepala Desa Jatimulya Sabit Banani SH. (Adm5)