SADANG, pcnukebumen.or.id – Konferensi Kecamatan (Konfercam) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sadang, Kabupaten Kebumen Ke-5 tanpa kandidat yang muncul sejak awal. Forum tertinggi di tingkat kecamatan itu baru muncul nama saat sesi pemilihan Ketua Tanfidziyah yang dilaksanakan di Gedung MWC NU Sadang pada Sabtu (13/7/2024).
“Memang tidak ada kandidat ketua. Dua nama baru muncul saat diusulkan ranting-ranting yang kemudian dipilih secara aklamasi karena ketika proses pencarian kandidasi, satu nama tidak memenuhi syarat,” ungkap salah satu Pengurus MWC NU Sadang demisioner, Budi Purwanto.
Dua nama yang muncul itu yakni Sutrisno SPdI atau Imam Muhibin dan Drs Abu Muhsin. Menurut Budi yang Bendahara MWC NU Sadang, Imam Muhibin diketahui tidak memenuhi syarat sebagai kandidat atau calon karena hanya diusulkan oleh satu ranting. Sedangkan syarat untuk menjadi calon minimal diusulkan dua ranting.
Alhasil, lanjut Budi, satu nama lainnya, Abu Muhsin yang diusulkan enam ranting dari tujuh ranting yang ada di MWC NU Sadang, dipilih secara aklamasi. Abu Muhsin yang kesehariannya menjadi Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Jojogan, Desa Seboro itu mendampingi Rais Syuriyah Kiai Ahmad Zainudin yang dipilih oleh ahlul halli wal aqdi (Ahwa) dalam Konfercam tersebut.
ANTUSIAS : Perwakilan ranting antusias mengikuti Konfercam di Gedung MWC NU Sadang pada Sabtu (13/7/2024).
Peningkatan Gennuk
Untuk Kiai Zainudin diketahui menjabat periode kedua sebagai Rais Syuriyah MWC NU Sadang. Adapun Abu Muhsin yang sebelumnya sebagai Katib, baru menjabat Ketua Tanfidziyah periode pertama untuk masa khidmat 2024 – 2029. Ia menggantikan Mundirin yang sebelumnya menjalani proses penggantian antar waktu (PAW) dengan melanjutkan kepemimpinan Kiai Ahmad Mutasir Munir karena meninggal dunia.
Menyusul hasil Konfercam tersebut akan ditindaklanjuti tim formatur dengan melengkapi kepengurusan MWC NU. Budi menyebut pesan dari PCNU Kebumen yang memberi batas waktu selama satu bulan untuk melengkapi kepengurusan MWC NU untuk periode lima tahun mendatang.
Dalam kesempatan tersebut dihadiri Wakil Ketua PCNU Kebumen Agus Nur Soleh yang bertindak sebagai pemimpin sidang. Sementara itu, Abu Muhsin yang terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Sadang berharap agar NU di wilayah yang dipimpinnya lebih baik lagi. Terutama dalam peningkatan gerakan koin NU Kebumen (Gennuk).
“Mudah-mudahan ke depan ada peningkatan dan lebih baik lagi,” tutur Abu Muhsin didampingi Ketua Panitia Konfercam Ke-5 Sutrisno dan Sekretaris Panitia Syafaat. (Atif)
BULUSPESANTREN, pcnukebumen.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Buluspesantren, Kebumen, membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di kompleks kantor setempat, Dukuh Bedug RT 01/RW 01, Desa Tanjungsari. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada Kamis (4/7/2024).
Sejumlah ulama di wilayah Buluspesantren tampak secara bergantian meletakan batu pertama. Di antaranya Kiai Muhyidin Aziz yang mewakili Rois Syariah MWC NU Buluspesantren KH M Khalwani serta Kiai Ahmar Salju Al Badar mewakili Ketua Tanfidiyah MWC NU Buluspesantren Kiai Farhan Amroni. Acara diawali tahlil yang diimami KH Munawir Al Ghozali dan diiringi doa oleh KH Bahri Asy’ari, KH Abu Darda, Kiai Muhtadin Aziz dan Kiai Khomsin.
Menurut Wakil Ketua MWC NU Buluspesantren Bidang Pendidikan, Ahmad Saekhu, keberadaan BLK tersebut untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi pada lingkup komunitas pesantren, organisasi masyarakat (Ormas) dan sekolah/madrasah. Terutama di wilayah Kecamatan Buluspesantren.
“Gedung BLK ini nantinya akan dilengkapi dengan peralatan komputer dan dijadikan tempat pelatihan di bidang TIK (teknologi informasi dan komunikasi),” kata Saekhu di sela-sela pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan BLK Komunitas.
ULAMA HADIR : Sejumlah ulama hadir pada peletakan batu pertama pembangunan BLK Komunitas di Kompleks Kantor MWC NU Buluspesantren, Kebumen, Kamis (4/7/2024).
Mampu Mandiri
Untuk sasaran peserta pelatihan nanti, lanjut Saekhu, yakni para kader NU yang muda-muda atau masih produktif, perangkat desa serta guru-guru anggota Pergunu (Persatuan Guru NU). Selain peningkatan kompetensi peserta pelatihan, diharapkan mereka juga mampu mandiri, inovatif dan merespons dunia kerja.
Ketua Panitia Asror mengemukakan, BLK Komunitas yang mulai dibangun itu berada di atas tanah wakaf MWC NU Buluspesantren seluas 1.400 m2. Untuk luas bangunannya 14 m x 17 m. Keberadaan bangunan BLK Komunitas yang masih satu kompleks dengan gedung MWC NU Buluspesantren itu pun kian menambah lengkap kantor setempat.
“Pembangunan BLK Komunitas ini bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI dengan total anggaran Rp 1 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk bangunan gedung dengan anggaran Rp 500 juta, peralatan komputer Rp 350 juta dan pembinaan Rp 150 juta,” jelas Asror.
Kiai Ahmar Salju Al Badar yang mewakili Ketua Tanfidiyah Kiai Farhan Amroni berpesan agar BLK Komunitas nanti dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Masyarakat pun bisa mengambil manfaat dari keberadaan BLK tersebut. (Saekhu)
ALIAN, pcnukebumen.or.id – Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Alian tak henti-hentinya membangun. Setelah menyelesaikan pembangunan kantor beberapa waktu lalu, kini MWC NU Alian membangun Gedung Serbaguna yang masih satu kompleks di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kebumen. Peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut dilaksanakan Minggu (23/6/2024).
Ketua Tanfidziyah MWC NU Alian KH Mukafi Abdurrohman mengatakan, pembangunan Gedung Serbaguna yang berada di berlakang kantor itu dimaksudkan untuk menambah kapasitas. Mengingat, bangunan kantor yang sudah jadi sebelumnya masih kurang mencukupi. Terlebih jika menampung jamaah pada satu ruangan dalam jumlah yang banyak.
“Nantinya, Gedung Serbaguna ini juga digunakan untuk kegiatan masyarakat sekitar. Mohon doa dan dukungannya agar kami menyelesaikan pembangunan gedung tersebut tepat waktu sesuai yang sudah direncanakan,” kata Kiai Mukafi seraya menyampaikan, pembangunan Gedung Serbaguna ditargetkan selesai pada akhir 2024.
Gedung seluas 12 x 24 m itu rencananya dibangun dua lantai dengan dana sekitar Rp 1,3 miliar. Dananya berasal dari iuran dan swadaya. Saat ini, lanjut Kiai Mukafi, dana yang sudah terkumpul baru sekitar Rp 100 juta. Diharapkan terhimpun banyak dan mencukupi kebutuhan pembangunan tersebut. Pihaknya pun membuka donasi melalui rekening atas nama MWC NU Alian dari BRI / 6719-01-029008-53-3 dan Bank Jateng / 3-008-32027-5.
SERAHKAN TUMPENG : Perwakilan PCNU Kebumen Taukhid Alamsyah (tiga dari kanan) menyerahkan potongan tumpeng kepada Rais Syuriyah MWC NU Alian KH Ali Asyhar saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Serbaguna di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kebumen, Minggu (23/7/2024).
Potong Tumpeng
Kiai Mukafi menerangkan, selain untuk menambah kapasitas ruang yang ada di kantor MWC NU, pembangunan tersebut juga sebagai Gedung Muslimat NU, yang mana untuk kepentingan akreditasi, setiap kecamatan diharuskan memiliki gedung sendiri. Lebih lanjut, untuk lantai dua nantinya digunakan sebagai ruang pertemuan, sedangkan lantai satu sebagai ruang Banom dan lembaga-lembaga.
Acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Serbaguna itu diawali dengan tahlil serta doa bersama. Dilanjutkan dengan potong tumpeng yang penyerahannya dilakukan oleh perwakilan PCNU Kebumen Taukhid Alamsyah kepada Rais Syuriyah MWC NU Alian KH Ali Asyhar. Selanjutnya dilaksanakan peletakan batu pertama secara bergantian.
Tampak sejumlah ulama dari Kecamatan Alian mengikuti dalam kegiatan tersebut. Di antaranya KH Amir Misbah dari Karangtanjung, KH Muslihudin dari Wonokromo, KH Muklas Marsid dari Krakal serta KH Bahaudin Kosasih, KH Muhtar Muyasir, dan KH Imam Bukhori dari Bojongsari. Tidak ketinggalan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Alian meliputi Camat, Koramil dan Polsek.
Kemudian jajaran MWC NU Alian, KUA Alian, PAC Muslimat, PAC Ansor dan Banser, Fatayat dan Ranting NU di Kecamatan ALian. Dalam kesempatan itu, Taukhid Alamsyah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusias warga Nahdliyyin dan pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan pembangunan gedung tersebut. (Admin5)
KARANGGAYAM, pcnukebumen.or.id – Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Perempuan Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) akhirnya terbentuk di Karanggayam.
Pembentukan pengurus kali pertama di wilayah tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pelantikan bareng Pengurus Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Se-Kecamatan Karanggayam.
Kali ini dikemas dengan acara bertajuk ‘Karanggayam Berbudaya’ yang sekaligus dilaksanakan penarikan mahasiswa KKN IAINU Kebumen di Balai Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Rabu (31/8/2022).
Ketua Kelompok KKN IAINU Kebumen wilayah Karanggayam, Khoirur Rizal mengungkapkan, sebelum mahasiswa KKN IAINU diterjunkan, di wilayah tersebut belum ada PAC IPNU-IPPNU. Sedangkan ranting pengurus GP Ansor diketahui tidak semuanya aktif.
“Dan ketika KKN IAINU datang serta dilaksanakan PKD (pelatihan kepemimpinan dasar) Ansor pada tanggal 26 – 28 Agustus, semua ranting menjadi aktif kembali dan masing-masing telah disahkan secara serentak pada 31 Agustus,” tutur Rizal.
Di Kecamatan Karanggayam terdapat 13 ranting. Mereka yang telah dilantik itu pun ikut meramaikan acara ‘Karanggayam Berbudaya’. Hadir Kiai Agus Ahmad Sudiono dari MWC, perwakilan Badan Otonom NU serta Forkopimcam Karanggayam dan Pemerintahan Desa Selogiri.
Perluasan Literatur
Dikatakan Rizal, Karanggayam Berbudaya bertujuan untuk perluasan literatur mengenai budaya dan tradisi lokal, khususnya di Kecamatan Karanggayam.
“Pemahaman literatur mengenai budaya lokal ini sebagai landasan kuat bagi masyarakat agar tidak mudah dirobohkan oleh budaya asing yang berlawanan dengan akidah Islam dan kondisi masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap paska kegiatan tersebut, generasi masa depan dapat meneruskan budaya dan tradisi lokal secara persisten atau gigih melalui kelembagaan NU.
Sementara untuk mengenal NU diawali dengan menjadi kader IPNU-IPPNU sebagai pintu gerbangnya. Sebagaimana disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kebumen, Trio Agustin yang melantik PAC IPNU-IPPNU Karanggayam.
“IPNU-IPPNU sangat dibutuhkan untuk menjadi benteng Aswaja dan keutuhan NKRI serta menjadi pelestari budaya lokal Indonesia,” terangnya seraya bergantian dengan Ketua PC GP Ansor Kebumen Mudzakir yang melantik pengurus ranting GP Ansor Se-Kecamatan Karanggayam itu.
Mudzakir mengemukakan, sebagai kader NU, maka GP Ansor harus bisa menjadi benteng para ulama, menjaga NKRI, serta harus mampu melakukan kerjasama internal yang solid. Selain itu juga harus bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun Kebumen, khususnya Kecamatan Karanggayam. (Admin5)
HIDMAT : PAC IPNU-IPPNU Karanggayam mengikuti pelantikan dengan hidmat dalam ‘Karanggayam Berbudaya’ sekaligus pelepasan mahasiswa KKN IAINU Kebumen di Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, Rabu (31/8/2022).
PEJAGOAN, pcnukebumen.or.id – Semangat Ibu-ibu Muslimat NU Pejagoan patut dicontoh. Mereka yang mengumpulkan infak dari pengajian selapanan bertekat membangun gedung sendiri.
Alhasil, gedung milik PAC Muslimat NU Pejagoan sudah berdiri dengan menghabiskan dana sekitar Rp 400 juta. Peresmian gedung yang berada di Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan, Kebumen itu dilakukan pada Minggu (22/5).
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang mewakilkan kepada Staf Ahli Bupati Rini Kristiani menyampaikan selamat atas peresmian gedung PAC Muslimat Pejagoan. Pihaknya pun mengapresiasi Ibu-ibu Muslimat Pejagoan yang mengumpulkan infak dari pengajian selapanan untuk pembangunan gedung tersebut.
“Dengan punya gedung sendiri, tentunya akan menambah semangat Ibu-ibu Muslimat dalam melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Pejagoan,” kata Rini yang dilantik menjadi Asisten 2 pada Senin (23/5) itu.
Ketua Panitia Mutomimah yang mewakili Ketua PAC Muslimat NU Pejagoan Khanifatun mengungkapkan, perjuangan memiliki gedung sendiri cukup lama. Diawali dari pencarian lokasi dan pengadaan tanah terlebih dahulu. Kemudian mendapatkan tanah di Desa Karangpoh.
Punya Utang
Untuk membangun gedungnya pun butuh perjuangan lagi dengan mengumpulkan dana infak pengajian selapanan. Di mana tiap ranting rutin menggelar pengajian dalam rentang 35 hari sekali (selapan). “Alhamdulillah sekarang sudah memiliki gedung sendiri,” tuturnya.
Diakui Mutomimah, dalam penyelesaian pembangunan gedung tersebut belum sepenuhnya terdanai. Penyelesaiannya ditangani langsung oleh pelaksana pembangunan, Susanto. “Sehingga gedung ini masih punya utang,” sambung Mutomimah.
Hadir dalam peresmian gedung tersebut Ketua PCNU Kebumen KH Mohamad Dawamudin Masdar MAg serta pengurus PAC Muslimat NU Kecamatan Pejagoan dan tingkat ranting di 13 desa. Ribuan jamaah antusias mengikuti kegiatan yang diisi pengajian oleh Ketua Baznas Kebumen KH Bambang Sucipto itu.
Kiai Dawam, sapaan akrab KH Mohamad Dawamudin Masdar berpesan kepada Ibu-ibu Muslimat NU untuk berpegang teguh pada faham Ahlussunah Waljamaah (Aswaja). Di samping itu harus jeli dalam memilih lembaga pendidikan untuk anak-anaknya.
“Jangan sampai keliru. Karena, sekarang banyak plang-plang sekolah seperti NU tapi ternyata bukan,” jelasnya. Lebih lanjut, NU memiliki lembaga pendidikan Ma’arif hingga perguruan tinggi yakni UMNU. Selain itu terdapat IAINU yang merupakan kampus tertua di Kebumen. (Admin5)
SERAHKAN KUNCI : Pelaksana pembangunan gedung Susanto menyerahkan kunci kepada Ketua PAC Muslimat NU Pejagoan Khanifatun saat peresmian gedung setempat, Minggu (22/5).
GOMBONG, pcnukebumen.or.id – Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Gombong mendukung penuh rangkaian kegiatan Hari Lahir (Harlah) SMK Ma’arif 5 Gombong (Maligo) Ke-23. Kegiatan yang digelar sejak awal hingga akhir pun berlangsung semarak.
Puncaknya dilaksanakan pemotongan tumpeng oleh Ketua MWC NU Gombong Kiai Ahmad Shobirin. Kemudian potongan tumpeng tersebut diserahkan kepada Kepala Sekolah Mukhamad Ma’muri.
Kiai Shobirin menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian SMK Maligo yang sudah 23 tahun berdiri. “Kami selalu mendukung penuh untuk kemajuan sekolah ini. Semoga ke depan bisa bertambah maju,” tuturnya.
Selain pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur kehadirat Allah SWT atas karunia-Nya, juga terdapat pemotongan pita serta pelepasan balon udara dan pembacaan do’a oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Khanifudin.
Kali ini, pemotongan pita sebagai penanda pelepasan peserta parade sepeda santai. Kegiatan yang mengawali rangkaian Harlah SMK Maligo Ke-23 itu berlangsung semarak.
Ratusan peserta antusias mengikuti kegiatan yang dihelat pada Selasa (17/5/2022) itu. Mereka dari unsur siswa setempat, para guru, karyawan, santri, aktivis dan alumni. Hingga finish di halaman SMK Maligo masih berlanjut dengan panggung gembira.
Kreativitas Siswa
Di panggung tersebut menampilkan berbagai kreativitas siswa. Antara lain lomba karaoke internal sekolah. Bagi pemenang lomba disediakan hadiah dan bagi yang beruntung mendapatkan door prize. Untuk hadiahnya antara lain magic com, kompor gas dan sepeda ontel.
Mukhamad Ma’muri mengatakan, parade sepeda santai dan panggung gembira bertujuan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan, kebersamaan dan keharmonisan internal sekolah.
“Untuk peserta sepeda santai antusias mengayuh sepeda ontel yang dimulai dari halaman SMK Ma’arif 5 Gombong,” katanya.
Kemudian menuju Jalan Lingkar Selatan, Jalan Karangbolong, Polsek Buayan, Jalan Kuwaru dan kembali ke SMK Ma’arif 5 Gombong melintasi Desa Serut, Desa Bendungan, Kuwarasan dan Desa Kalitengah, Gombong.
Sepanjang rute yang dilalui mendapat pengawalan dari para aktivis Palang Merah Remaja (PMR) Wira Asy-Syifa SMK Ma’arif 5 Gombong. Dukungan pun tidak hanya dari MWC NU Gombong. Namun juga datang dari berbagai pihak, seperti alumni, perbankan serta kalangan industri atau perusahaan.
“Semoga dengan bertambahnya umur SMK Ma’arif 5 Gombong semakin mampu berkompetisi dengan SMK lain,” jelas Ma’muri. (Admin5)
SERAHKAN TUMPENG : Ketua MWC NU Gombong Kiai Ahmad Shobirin (kiri) menyerahkan tumpeng kepada Kepala SMK Maligo Mukhamad Ma’muri usai mengikuti rangkaian acara Harlah SMK Maligo Ke-23 pada Selasa (17/5/2022).
WILAYAH Barat Kebumen seperti Karanganyar boleh lebih awal dalam hal tanam padi. Namun untuk penggerak padi organik yang paling getol dipelopori oleh petani wilayah Timur, terutama Ambal. Dan mereka merupakan warga Nahdliyyin yang telah mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU).
Ya. Mulanya, para kader tersebut mengikuti PKPNU di Desa Muktisari, Kecamatan Kebumen pada 2020 silam. Di mana pelatihan yang pesertanya diisi ruh faham Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) itu menjadi trigger (pemicu) bagi ranting di MWC Ambal untuk membudidayakan padi organik.
Diketahui, usai PKPNU di Muktisari, para peserta dari MWC Se-Kebumen diminta menampilkan potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. Dalam kesempatan tersebut disimak langsung oleh Sekretaris PWNU Jateng Hudallah Ridwan Naim (Gus Huda) dengan memberikan support besar.
Gayung bersambut. Paling mengemuka memang dari MWC Ambal yang menyampaikan potensi budidaya padi organik. Alasannya, selain banyak kader di wilayah setempat, masyarakatnya juga mayoritas petani dan memiliki sumber daya alam melimpah berupa kotoran sapi yang dijadikan sebagai salah satu bahan pupuk organik.
Seperti di Desa Benerwetan, Kecamatan Ambal, yang terdapat lebih dari 400 ekor. Sementara kotoran sapi yang bisa dikumpulkan hingga menggunung di desa setempat belum terserap.
Gerakan dari bawah (bottomup) yang merupakan followup (tindaklanjut) dari PKPNU di Muktisari itu pun berlanjut dengan melakukan pendataan lahan. Untuk ranting di MWC Ambal yang siap yakni Desa Banjarsari, Desa Lajer, Desa Kliwonan dan Desa Benerwetan. Luas lahan yang disediakan sekitar 2,5 hektare.
Kesiapan tersebut lantas ditangkap oleh Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) NU Jateng. Para kader NU di MWC Ambal itu kemudian mendapat pendampingan dari pakar. Antara lain Kiai Turjangun pakar organik dari Batang, Kiai Amin Mufti pakar analisis tanah dari Brebes, serta Kiai Mukhlisin pakar organisatoris Kadang Tani Sarwotulus dan Gus Huda.
Pelatihan tingkat Jateng yang dilaksanakan di Amongrogo, Kabupaten Batang pada 2021 itu diikuti tujuh Pengurus Cabang (PC) di PWNU Jateng sembari praktik langsung. Dari PCNU Kebumen mengikutkan delapan kader, empat di antaranya kader MWC Ambal.
Seiring mengikuti pelatihan dan praktik langsung tersebut, ilmu yang diperoleh kader NU di MWC Ambal kian matang. Mereka juga telah memulai menerapkan pertanian organik, hasil mengikuti PKPNU di Muktisari tahun sebelumnya. Dan seminggu sepulang latihan di Batang itu bisa panen raya padi organik.
Ini sekaligus mentasbihkan wilayah Timur Kebumen sebagai pelopor budidaya padi organik. Mengingat, budidaya yang dilakukan di wilayah lain terbukti belum membuahkan hasil berarti.
Ful Organik
Awalnya, kader NU di MWC Ambal itu menggunakan bibit Ciherang di lahan Benerwetan, lantaran waktu itu belum ada rekomendasi bibitnya dengan perlakuan ful organik. Hasilnya baru 50 persen. Terungkap pula belum menggunakan pupuk dasar, seperti sisa jerami atau kotoran hewan yang divermentasi.
Perlakuan ful organik yang dilakukan kader NU di MWC Ambal juga baru sebatas menggunakan pupuk cair. Hingga panen berikutnya dengan hasil sudah mencapai 90 persen. Misalnya lahan 50 ubin mendekati hasil 5 kuintal.
Pola pemupukannya pun diperbaiki dengan memperbanyak pupuk dasar. Kini, hasilnya bisa melebihi petani lain yang menggunakan pupuk kimia sintesis. Apalagi kader NU di MWC Ambal juga mengembangkan bibit padi organik.
Tak diragukan lagi, mereka telah menguasai budidaya padi organik. Bahkan membuat pupuk organik padat, cair dan pestisida nabati. Atas keberhasilan tersebut didukung LPP NU Kebumen yang dibagi menjadi dua wilayah. Masing-masing wilayah Barat diketuai Erry Listyawan dan wilayah Timur diketuai Muhammad Anshori.
Budidaya padi organik itu juga diwadahi oleh Kadang Tani Sarwotulus (KTSt) dengan menggunakan label beras organik bermerk Lohjinawi. Dan Muhammad Anshori menjadi Ketua KTSt Ranting Banjarsari.
Menurut Anshori, prospek budidaya padi organik cukup menjanjikan. Bahkan terbuka untuk pasar ekspor. Manfaatnya pun sangat banyak, antara lain untuk mengatasi stunting (pertumbuhan tidak normal) dan idiot. “Nasi organik juga tahan hingga tiga hari atau tidak cepat basi,” jelasnya.
Pengembangan saat ini, lanjut Anshori, baru empat varietas organik yakni padi hitam, merah, mentik wangi susu dan raja lele. Satu lagi varietas pandan wangi belum dibudidayakan.
Selain banyak manfaat, harga padi organik juga lebih tinggi. Jika dalam bentuk beras, yang perlakuan kimia hanya Rp 6.400 perkg, sedangkan beras organik mencapai Rp 15.000 perkg.
“Sebenarnya dari budidaya organik ini mau diekspor tapi kuota dan standarisasinya belum terpenuhi, sehingga butuh pengembangan lagi,” imbuhnya.
Diharapkan peran serta PCNU Kebumen dan pihak terkait untuk membantu pengembangan organik, terutama bantuan mesin penggilingan padi. (Admin5)
PADI ORGANIK : Panen raya padi organik oleh kader NU di MWC Ambal menjelang Ramadan 2022.
KLIRONG, pcnukebumen.or.id – Safari Ramadan PCNU yang mengelilingi 26 MWC Se-Kebumen mengungkap potensi dan kekuatan NU. Salah satunya pendirian Rumah Sakit Umum (RSU) Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Majelis Wakil Cabang (MWC) Klirong.
Hal itu terungkap saat Tim IV mengisi Safari Ramadan di MWC NU Klirong, Rabu (20/4/2022). Sedangkan pelaksanaan Safari Ramadan PCNU Kebumen yang diisi enam tim sejak Jumat (8/4/2022) itu berakhir di Kecamatan Poncowarno dan Prembun pada Kamis (21/4/2022).
Safari Ramadan pada MWC NU Klirong mengambil lokasi di Auditorium Hall SMK Ma’arif 9. Hadir dari Tim IV antara lain Mustasyar KH Ismail Abdussomad, Katib Syuriah KH Nur Taufik MPdI dan Sekretaris LTN NU Imam Subarkah MPd. Mereka disambut Ketua MWC NU Kecamatan Klirong KH Fuad Hasyim beserta segenap pengurusnya.
Kiai Fuad membenarkan MWC Klirong tengah merintis RSU NU dengan mengambil lokasi di sebelah Utara SMK Ma’arif 9. “Ada tanah di situ seluas 60 ubin yang sudah dibeli dan dikeringkan untuk dibangun klinik kesehatan. Dan untuk menuju rumah sakit diawali dari menyiapkan klinik terlebih dahulu,” ucapnya.
Hal senada disampaikan KH Nur Taufik. Pihaknya mengaku akan menyampaikan rencana tersebut kepada pimpinan PCNU Kebumen. “Potensi di MWC Klirong cukup bagus untuk dibangun rumah sakit. Warga NU-nya bersatu, kompak, dan terdapat sekolah Ma’arif dari SD hingga SMK. Sumber dayanya juga mendukung,” jelasnya.
Di samping itu, lanjut Kiai Taufik, potensi lainnya yaitu keberhasilan UPZISNU MWC Klirong dalam pengumpulan zakat, infaq dan shodakoh. Selanjutnya pentasharufan (penyaluran) dalam berbagai bentuk terbukti bagus untuk mengembangkan perekonomian dan kemaslahatan jamaah. Potensi itu juga mendukung dalam merintis RSU NU.
Jadi Trigger
Disinggung mengenai RSU Siti Khadijah Kebumen yang kini menjadi klinik, Kiai Taufik menerangkan keberadaannya sudah tidak bisa dikembangkan lagi. “Dan rintisan RSU NU oleh MWC Klirong tentunya menjadi trigger (pemicu) kebangkitan ekonomi maupun kesehatan ummat,” sambung Kiai Taufik yang diamini Imam Subarkah, Dekan Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen.
Lebih lanjut disampaikan Subarkah, NU sebagai organisasi keagamaan terbesar secara formal dan nonformal mempunyai lembaga pendidikan berupa pondok pesantren, lembaga pendidikan Ma’arif dan lembaga pendidikan tinggi yang secara ketepatan dan keandalannya tidak diragukan lagi dalam mentransmisikan maupun mengedukasi faham Ahlussunah Waljamaah (Aswaja).
“PCNU Kebumen memiliki dua lembaga pendidikan tinggi yaitu IAINU dan UMNU. IAINU Kebumen sebagai perguruan tinggi tertua, telah teruji mengantarkan warga Kebumen memiliki kompetensi di berbagai bidang,” ungkap Subarkah.
Untuk bidang pendidikan melalui Fakultas Tarbiyah (program studi PAI, PGMI, MPI), ekonomi syariah melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan program studi PS, ES maupun hukum Islam melalui Fakultas Syariah Ushuluddin dan Dakwah (FSUD) dengan program studi AS, IAT, KPI.
Sementara itu, KH Ismail Abdussomad menekankan warga Nahdliyyin harus meningkatkan kualitas Ke-NU-an dengan menjadikan faham Ahlussunnah Waljama’ah Annahdliyah sebagai pedoman hidup sehari-hari. Baik dalam kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Serangkaian ibadahnya antara lain berupa amalan tawassul, qunut shubuh, ziarah kubur, yasinan dan tahlilan, kajian kitab aswaja (Aqidatul Awwam, Dalail-Al Khairat, dan Qashidah Al Burdah), serta meyakini dan mengamalkan Madzhab Asy’ariyah dan Maturidiyah sebagai amalan utama ummat Nabi Muhammad SAW. (Admin5)
BERI CERAMAH : Katib Syuriyah PCNU Kebumen KH Nur Taufik (kanan) memberi ceramah saat Safari Ramadan di MWC NU Klirong, Rabu (20/4/2022).
Selama Ramadhan 1443 Hijriah, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mengadakan Safari Ramadhan. Kegiatan bertujuan untuk melakukan silaturahim dan konsolidasi organisasi PCNU dengan masyarakat di 26 kecamatan se-Kabupaten Kebumen.
Pada jum’at malam (8/4/2022), safari Ramadhan bertempat di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Buayan, tepatnya di desa Rogodono. Rombongan Tim 3 dipimpin oleh Kyai Muhibban M. Pd.I dan jajaran PCNU KH Habib Hasan Luthfi (Wakil Rois), KH. Musta’in Al Manshur (A’wan Syuriah), H. Fauzin Jamil (Wakil Katib), K. Muhsinun M.E.I, (IAINU) dan Gus. Farhan (Lazisnu).
Dalam rilis yang diterima media NU Kebumen disampaikan bahwa rombongan disambut ramah oleh Camat Buayan, Wikan, S. Sos., Danramil dan Kapolsek beserta pengurus Syuriyah Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Buayan, Banom Ansor, Banser, Muslimat dan Fatayat serta para jama‘ah Nahdliyin lainnya.
Kegiatan diawali dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah di masjid Sabilul Muhtadin Rogodono dilanjut dengan sarasehan sambil menyantap Jaburan (nyamikan yang lazim disuguhkan setelah Tarawih).
Dalam sambutannya, Camat Wikan, S. Sos. mengharapkan doa para jamaah semua agar pandemi segera berakhir, warga masyarakat Buayan dijauhkan dari bencana musibah. Ia juga berharap masyarakat menjaga lingkungan, terlebih lagi pada musim penghujan.
Sementara itu, Ketua Tim Safari Ramadhan PCNU K. Muhibban mengatakan apresiasi kepada Camat Buayan dan jajaran pengurus MWCNU Buayan yang telah memfasilitasi dan menjamu timnya dalam menjalankan tugas keumatan ini. Beliau juga berharap, kehadiran tim bisa mendorong semangat para pengurus untuk berkhidmah.
KH. Musta’in Manshur, selaku penyaji materi Aswaja dan ke NU memaparkan sejarah berdirinya NU dan pentingnya ber-NU.
“Lahirnya NU erat kaitannya dengan kondisi dunia, khususnya di kota suci Makah – Madinah yang dikuasai oleh golongan Wahabi yang berpaham radikal dan anti madzhab. Karenanya Mbah Hasyim Asy’ari dan ulama nusantara meresponsnya dengan membentuk komite Hijaz untuk melobi raja Saudi yang agar kebebasan bermadzhab tetap dibolehkan di Haromain. Alhamdulillah usaha itu berhasil.” demikian papar Kyai Pengasuh Ponpes Al Azhar Kalijaya.
Sementara itu H. Fauzin Jamil mengupas seputar ciri ciri paham wahabi yang harus diwaspadai oleh warga Nahdliyin.
“Selaku warga Nahdliyin yang menganut Aswaja, harus waspada dengan propaganda wahabi dalam segala bentuknya. Dalam hal tauhid misalnya, wahabi mengajarkan istilah tauhid Rububiyah, Uluhiyah dan Tauhid Asma’ was sifat, yang ujungnya Takfiry (mengkafirkan orang yang tidak sefaham), Tabdi’ (menganggap semua bid’ah sesat) dan Tafriq (memecah belah umat.” Demikian pesan kewaspadaan yang disampaikan Wakil Katib Syuriah.
Acara safari ini juga dimanfaatkan oleh Lazisnu PCNU Kebumen, yang mendapatkan kesempatan sambutan untuk mensosialisasikan Gerakan Infaq NU (Genuk) dan mekanisme pengelolaannya sehingga bisa efektif dan berdaya manfaat yang besar bagi warga NU khususnya.
Di akhir acara, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, KH Dawamudin, yang hadir secara khusus menegaskan kembali Khidmah NU untuk merawat Agama dan paham kebangsaan dalam bingkai Pancasila dan NKRI harus terus digelorakan.
Selain acara safari, pertemuan ini sekaligus untuk mendistribusikan bantuan dan santunan sebanyak kurang lebih 30 bingkisan untuk kaum dhu’afa yang diberikan oleh UpzisNu Buayan. (fj)
TEMUI MWC : Camat Ayah Tamim Sobri (kiri) menemui jajaran MWC NU Ayah serta perwakilan lembaga dan Banom di aula kantor Kecamatan Ayah, Kebumen, Rabu (23/3).
*********
AYAH, pcnukebumen.or.id – Program Tahsinul Jam’iyyah atau perbaikan organisasi yang menempatkan MWC NU Ayah sebagai terbaik pertama tidak sia-sia. Pasalnya, program yang diselenggarakan oleh PCNU Kebumen 2021 lalu itu kian menggairahkan MWC Ayah dalam berkiprah di masyarakat.
“Kita punya lembaga lengkap yang telah dinilai oleh tim assesor Tahsinul Jam’iyyah. Semua personel lembaga yang ada pun telah dilatih. Termasuk mengikuti pelatihan kesiapsiagaan bencana pada LPBI,” kata Ketua MWC NU Ayah, Kiai Efendi yang berinisiatif secara aktif mengunjungi Kantor Kecamatan Ayah, Kebumen, Rabu (23/3).
Kiai Efendi didampingi anggota Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Badan Otonom (Banom) meliputi Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU di lingkungan MWC NU Ayah.
Mereka ditemui Camat Ayah Tamim Sobri yang baru dilantik Selasa (22/3). Menurut Kiai Efendi, kedatangannya tersebut untuk menjalin sinergitas dengan aparatur pemerintah di lingkup Kecamatan Ayah. Ia tidak menampik kian gairahnya MWC NU Ayah karena termotivasi Tahsinul Jam’iyyah.
Diungkapkan, raihan terbaik pertama dalam penilaian program itu memberi tanggung jawab moral untuk melakukan perbaikan terus menerus. Baik di internal maupun eksternal. Termasuk mengikuti sistem teknologi dan informasi yang masuk era digital. Hal tersebut juga perlu dilakukan MWC NU lainnya di Kebumen.
“Kunjungan ini lebih spesifik membahas terkait bencana banjir dan longsor yang selama seminggu lebih ini masih butuh penanganan pada sejumlah titik di Kecamatan Ayah,” jelasnya.
Pemerintah Terbantu
Kesempatan yang dimanfaatkan untuk audiensi di aula kantor Kecamatan Ayah itu juga disampaikan beberapa poin penting terkait pemetaan bencana dan tindak lanjut ke depan. Dibeberkan Kiai Efendi, NU Ayah siap bekerjasama dengan pemerintah dalam penanggulangan dan penanganan paska bencana.
“Kami berharap sinergitas serta koordinasi antara pemerintah dan NU terjalin dengan baik, sehingga nantinya ketika terjadi bencana, kita bisa bersama-sama mengatasi dan memberikan pelayanan bantuan yang maksimal dan tepat sasaran.” tuturnya.
Camat Ayah Tamim Sobri mengapresiasi langkah-langkah NU dan Banom yang selama beberapa hari terakhir berperan aktif dalam membantu warga yang terkena banjir, baik dalam mendirikan dapur umum di Desa Bulurejo maupun pengerahan kader Ansor/Banser untuk distribusi logistik dan melakukan evakuasi warga yang terkena bencana.
“Pemerintah Kecamatan Ayah sangat terbantu atas peran aktif NU, khususnya MWC NU Ayah. Ke depan, kami siap berkolaborasi dengan NU Ayah dan pintu kantor selalu terbuka lebar bagi teman-teman di NU untuk berkoordinasi dengan kami,” ujarnya.
Usai audiensi, Kiai Efendi dan rombongan mengajak Tamim Sobri dan perangkat Kecamatan Ayah untuk mendatangi sejumlah tempat yang terdampak banjir dan longsor. Antara lain Kalibangkang, Tlogosari, Kalipoh, Argopeni, Karangduwur, Srati, Demangsari dan Desa Bulureja.
Peninjauan yang diikuti dengan penyerahan bantuan kepada para pengungsi itu juga diikuti ranting NU di tiap-tiap desa. Mengingat, hingga sepekan lebih banjir sejak Selasa (15/3) itu masih menggenangi sejumlah wilayah di Ayah. (KC-Kabul)