
KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Tujuh pokok pikiran ditekankan Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al Hasani agar NU senantiasa maju dalam peradaban. Sedangkan Ketua PWNU Jateng KH Dr Abdul Ghoffar Rozin menyinggung sumber daya manusia (SDM) NU yang sangat besar harus diperlihatkan.
Pernyataan yang saling melengkapi tersebut menyatu dalam pembukaan Konfercab PCNU Kebumen Ke-15 di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu pada Sabtu (25/5/2024). Hadir Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Dandim 0709 Kebumen Letkol CZi Ardianta Purwandhana, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen Puji Handoko, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen periode 2018 – 2023 KH Dawamudin Masdar serta jajaran pengurus NU dari tingkat cabang, majelis wakil cabang hingga ranting. Selain itu PCNU tetangga.
Gus Afif, sapaan akrab KH Afifuddin Chanif Al Hasani, dalam kesempatan tersebut, awalnya menyampaikan beberapa capaian kerja PCNU Kebumen pada periode yang dipimpinnya saat ini. Di antaranya pendataan melalui Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU), meng-SK-kan 460 pengurus ranting NU Se-Kebumen, membentuk 17 lembaga, 10 badan otonom (Banom) dan 1 lembaga khusus, dan renovasi gedung PCNU Kebumen.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu itu lantas membeberkan landasan berkhidmah (melayani) dalam hal kepemimpinannya yakni memiliki himmah ‘aaliyah (cita-cita yang tinggi), berkhidmah dengan baik, mempunyai aziimah (ketetapan) yang kuat, mengagungkan nikmat serta menjaga kehormatan organisasi dan warga NU.
“Siapapun yang mau menjaga kehormatan NU, maka Allah Swt akan menjaga kehormatannya. Karena NU didirikan oleh para ulama yang dekat dengan Allah Swt. Menjaga kehormatan NU berarti menjaga kehormatan ulama. Menjaga kehormatan ulama berarti menjaga pula kehormatan Nabi Muhammad Saw. Karena ulama adalah waratsatul anbiya. Dan menjaga kehormatan para Nabi adalah menjaga kehormatan Allah Swt,” tuturnya.
Diwariskan Nabi
Gus Afif pun menegaskan bahwa kepemimpinan dalam jam’iyyah NU mempunyai corak yang diwariskan oleh nabi, yaitu “kepemimpinan yang melayani”. Sejurus kemudian, Gus Afif menekankan tujuh pokok pikiran agar NU ke depan menjadi organisasi yang senantiasa maju dalam peradaban.
Pokok pikiran pertama yaitu menjauhi larangan-larangan yang telah digariskan oleh organisasi/perkumpulan serta selalu menjaga kewajiban-kewajibannya sesuai tingkatan dan peran masing-masing. Kedua menjalankan amal perbuatan dengan sebab-sebab yang dapat menyempurnakan dan langgengnya jam’iyyah NU.
Pokok pikiran ketiga peka dan solutif terhadap permasalahan yang timbul di tengah-tengah masyarakat, sehingga mereka merasakan kehadiran NU. Keempat bermushahabah (meminta petunjuk) dengan para alim ulama yang wara’ (saleh) agar dapat berjalan dan menjalankan roda jam’iyyah dalam rel syariat mardhiyyah. Kelima menjaga adab/etika kepada semua kalangan, keenam menasarufkan (menyalurkan) waktu pada haknya masing-masing serta ketujuh meninggalkan rasa keterpaksaan dalam berjam’iyyah dan berjama’ah atau bersikap disiplin.
Sementara itu Ketua PWNU Jateng KH Dr Abdul Ghoffar Rozin menyinggung sumber daya manusia (SDM) NU yang sangat besar harus diperlihatkan. KH Abdul Ghoffar Rozin yang biasa dipanggil Gus Rozin, lantas wanti-wanti jangan sampai NU hanya terlihat seperti kerumunan. Oleh karena itu harus bisa mendudukan antara wasilah (perantara) dan ghoyyah (tujuan). Gus Rozin mencontohkan dukung mendukung dalam Pilkada sebagai wasilah. Adapun ghoyyah memenangkan umat.
“Mari bersama-sama besarkan NU. Yang besar ini harus diperlihatkan, yang banyak ini harus terlihat. Maka, kita harus bisa berbaris. Komando itu perlu dan NU harus bisa mandiri,” kata Gus Rozin yang anak dari pasangan KH MA Sahal Mahfudh dan Nyai Hj Nafisah Sahal itu. (Admin5)