
Selama Ramadhan 1443 Hijriah, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mengadakan Safari Ramadhan. Kegiatan bertujuan untuk melakukan silaturahim dan konsolidasi organisasi PCNU dengan masyarakat di 26 kecamatan se-Kabupaten Kebumen.
Pada jum’at malam (8/4/2022), safari Ramadhan bertempat di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Buayan, tepatnya di desa Rogodono. Rombongan Tim 3 dipimpin oleh Kyai Muhibban M. Pd.I dan jajaran PCNU KH Habib Hasan Luthfi (Wakil Rois), KH. Musta’in Al Manshur (A’wan Syuriah), H. Fauzin Jamil (Wakil Katib), K. Muhsinun M.E.I, (IAINU) dan Gus. Farhan (Lazisnu).
Dalam rilis yang diterima media NU Kebumen disampaikan bahwa rombongan disambut ramah oleh Camat Buayan, Wikan, S. Sos., Danramil dan Kapolsek beserta pengurus Syuriyah Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Buayan, Banom Ansor, Banser, Muslimat dan Fatayat serta para jama‘ah Nahdliyin lainnya.
Kegiatan diawali dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah di masjid Sabilul Muhtadin Rogodono dilanjut dengan sarasehan sambil menyantap Jaburan (nyamikan yang lazim disuguhkan setelah Tarawih).
Dalam sambutannya, Camat Wikan, S. Sos. mengharapkan doa para jamaah semua agar pandemi segera berakhir, warga masyarakat Buayan dijauhkan dari bencana musibah. Ia juga berharap masyarakat menjaga lingkungan, terlebih lagi pada musim penghujan.
Sementara itu, Ketua Tim Safari Ramadhan PCNU K. Muhibban mengatakan apresiasi kepada Camat Buayan dan jajaran pengurus MWCNU Buayan yang telah memfasilitasi dan menjamu timnya dalam menjalankan tugas keumatan ini. Beliau juga berharap, kehadiran tim bisa mendorong semangat para pengurus untuk berkhidmah.
KH. Musta’in Manshur, selaku penyaji materi Aswaja dan ke NU memaparkan sejarah berdirinya NU dan pentingnya ber-NU.
“Lahirnya NU erat kaitannya dengan kondisi dunia, khususnya di kota suci Makah – Madinah yang dikuasai oleh golongan Wahabi yang berpaham radikal dan anti madzhab. Karenanya Mbah Hasyim Asy’ari dan ulama nusantara meresponsnya dengan membentuk komite Hijaz untuk melobi raja Saudi yang agar kebebasan bermadzhab tetap dibolehkan di Haromain. Alhamdulillah usaha itu berhasil.” demikian papar Kyai Pengasuh Ponpes Al Azhar Kalijaya.
Sementara itu H. Fauzin Jamil mengupas seputar ciri ciri paham wahabi yang harus diwaspadai oleh warga Nahdliyin.
“Selaku warga Nahdliyin yang menganut Aswaja, harus waspada dengan propaganda wahabi dalam segala bentuknya. Dalam hal tauhid misalnya, wahabi mengajarkan istilah tauhid Rububiyah, Uluhiyah dan Tauhid Asma’ was sifat, yang ujungnya Takfiry (mengkafirkan orang yang tidak sefaham), Tabdi’ (menganggap semua bid’ah sesat) dan Tafriq (memecah belah umat.” Demikian pesan kewaspadaan yang disampaikan Wakil Katib Syuriah.
Acara safari ini juga dimanfaatkan oleh Lazisnu PCNU Kebumen, yang mendapatkan kesempatan sambutan untuk mensosialisasikan Gerakan Infaq NU (Genuk) dan mekanisme pengelolaannya sehingga bisa efektif dan berdaya manfaat yang besar bagi warga NU khususnya.
Di akhir acara, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, KH Dawamudin, yang hadir secara khusus menegaskan kembali Khidmah NU untuk merawat Agama dan paham kebangsaan dalam bingkai Pancasila dan NKRI harus terus digelorakan.
Selain acara safari, pertemuan ini sekaligus untuk mendistribusikan bantuan dan santunan sebanyak kurang lebih 30 bingkisan untuk kaum dhu’afa yang diberikan oleh UpzisNu Buayan. (fj)