Jangan Ragu Sekolahkan Anak Di Lembaga Ma’arif NU

Tim 3 Safari Ramadhan PCNU Kebumen yang berjumlah 5 orang berkesempatan berkunjung di MWCNU Kecamatan Karanganyar pada Ahad, 10/04/22. Rombongan disambut hangat oleh Jajaran Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU dan Forkompimcam Karanganyar. Pengurus banom NU yang terdiri dari PAC Muslimat, GP Ansor, Fatayat, IPNU IPPNU serta pengurus ranting NU juga ikut menyemarakkan acara safari Ramadhan yang di gelar di masjid Al Mujahidin Kauman Karanganyar.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Subbanul Wathon. Koordinator Tim 3, K. Muhibban, yang juga kepala MTs Negeri 8 Kebumen menyemangati hadirin dengan lantunan shalawat khas NU sebelum memimpin penyampaian materi safari kali ini.

Habib Hasan Lutfi Al Athos yang pertama menyampaikan sambutan atas nama PCNU Kebumen, mengajak para pengurus NU di Karanganyar untuk selalu merapatkan barisan, sering berkoordinasi dalam menjalankan roda organisasi. Beliau juga mengajak warga Nahdliyin untuk menghidupkan syiar Aswaja di kalangan masyarakat.

Sementara itu, K. Muhsinun dalam penyampaian materi tentang peningkatan SDM generasi NU menjelaskan pentingnya membangun SDM warga NU sejak kecil, dengan menyekolahkan putra putri warga NU di lembaga pendidikan Ma’arif.
” Jangan ragu untuk menyekolahkan putra putri panjenengan di lembaga pendidikan Ma’arif. Banyak keuntungan yang diperoleh jika menyekolahkan di Ma’arif. Selain mensukseskan program wajib belajar, menyekolahkan di Ma’arif berarti juga menjaga agama dan akidah generasi muda. Jangan sampai salah menyekolahkan anak. Cermati sekolahnya, teliti lembaganya apa selaras dengan islam aswaja apa tidak.” Tegasnya.

K. Muhsinun juga menghimbau para santri, para pelajar untuk menuntaskan pendidikan sampai perguruan tinggi. ” Generasi NU harus berdiri dan berjalan dengan dua kaki, maksudnya memiliki pengetahuan agama yang mencukupi dan pengetahuan umum yang mumpuni. Alhamdulillah di Kebumen ada perguruan tinggi IAINU, UMNU dan Akademi Komunitas yang jelas jelas berkomitmen dengan NU. Ada banyak program beasiswa yang harus dimanfaatkan oleh generasi NU. Soal biaya jangan khawatir. Perguruan Tinggi NU sudah dikenal sangat lunak dalam soal biaya. Jangan sampai warga NU terkendala pendidikannya hanya karena faktor biaya.” Papar beliau yang juga sebagai dekan di Fakultas Syariah di IAINU Kebumen.

Selain menyoroti seputar pendidikan dan peningkatan SDM, materi safari juga dilengkapi dengan penjelasan KH. Musta’in Manshur tentang seluk beluk Aswaja dan latar belakang lahirnya NU. Sementara itu, anggota tim yang lain, H. Fauzin Jamil menyoroti tentang bahaya laten paham salafi-wahabi yang harus selalu diwaspadai oleh Nahdliyin khususnya, bahkan masyarakat Indonesia pada umumnya.(fj)

Safari Ramadhan di Buayan, PCNU Kebumen Ajak Warga Nahdliyin Wapadai Bahaya Wahabi

Selama Ramadhan 1443 Hijriah, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mengadakan Safari Ramadhan. Kegiatan bertujuan untuk melakukan silaturahim dan konsolidasi organisasi PCNU dengan masyarakat di 26 kecamatan se-Kabupaten Kebumen.

Pada jum’at malam (8/4/2022), safari Ramadhan bertempat di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Buayan, tepatnya di desa Rogodono. Rombongan Tim 3 dipimpin oleh Kyai Muhibban M. Pd.I dan jajaran PCNU KH Habib Hasan Luthfi (Wakil Rois), KH. Musta’in Al Manshur (A’wan Syuriah), H. Fauzin Jamil (Wakil Katib), K. Muhsinun M.E.I, (IAINU) dan Gus. Farhan (Lazisnu).

Dalam rilis yang diterima media NU Kebumen  disampaikan bahwa rombongan disambut ramah oleh  Camat Buayan, Wikan, S. Sos., Danramil dan Kapolsek beserta pengurus Syuriyah Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Buayan, Banom Ansor, Banser, Muslimat dan Fatayat serta para jamaah Nahdliyin lainnya.

Kegiatan diawali dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah di masjid Sabilul Muhtadin Rogodono dilanjut dengan sarasehan sambil menyantap Jaburan (nyamikan yang lazim disuguhkan setelah Tarawih).
Dalam sambutannya, Camat Wikan, S. Sos. mengharapkan doa para jamaah semua agar pandemi segera berakhir, warga masyarakat Buayan dijauhkan dari bencana musibah. Ia juga berharap masyarakat menjaga lingkungan, terlebih lagi pada musim penghujan.

Sementara itu, Ketua Tim Safari Ramadhan PCNU K. Muhibban mengatakan apresiasi kepada Camat Buayan dan jajaran pengurus MWCNU Buayan yang telah memfasilitasi dan menjamu timnya dalam menjalankan tugas keumatan ini. Beliau juga berharap, kehadiran tim bisa mendorong semangat para pengurus untuk berkhidmah.

KH. Musta’in Manshur, selaku penyaji materi Aswaja dan ke NU memaparkan sejarah berdirinya NU dan pentingnya ber-NU.
“Lahirnya NU erat kaitannya dengan kondisi dunia, khususnya di kota suci Makah – Madinah yang dikuasai oleh golongan Wahabi yang berpaham radikal dan anti madzhab. Karenanya Mbah Hasyim Asy’ari dan ulama nusantara meresponsnya dengan membentuk komite Hijaz untuk melobi raja Saudi yang agar kebebasan bermadzhab tetap dibolehkan di Haromain. Alhamdulillah usaha itu berhasil.” demikian papar Kyai Pengasuh Ponpes Al Azhar Kalijaya.

Sementara itu H. Fauzin Jamil mengupas seputar ciri ciri paham wahabi yang harus diwaspadai oleh warga Nahdliyin.
“Selaku warga Nahdliyin yang menganut Aswaja, harus waspada dengan propaganda wahabi dalam segala bentuknya. Dalam hal tauhid misalnya, wahabi mengajarkan istilah tauhid Rububiyah, Uluhiyah dan Tauhid Asma’ was sifat, yang ujungnya Takfiry (mengkafirkan orang yang tidak sefaham), Tabdi’ (menganggap semua bid’ah sesat) dan Tafriq (memecah belah umat.” Demikian pesan kewaspadaan yang disampaikan Wakil Katib Syuriah.
Acara safari ini juga dimanfaatkan oleh Lazisnu PCNU Kebumen, yang mendapatkan kesempatan sambutan untuk mensosialisasikan Gerakan Infaq NU (Genuk) dan mekanisme pengelolaannya sehingga bisa efektif dan berdaya manfaat yang besar bagi warga NU khususnya.
Di akhir acara, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, KH Dawamudin, yang hadir secara khusus menegaskan kembali Khidmah NU untuk merawat Agama dan paham kebangsaan dalam bingkai Pancasila dan NKRI harus terus digelorakan.
Selain acara safari, pertemuan ini sekaligus untuk mendistribusikan bantuan dan santunan sebanyak kurang lebih 30 bingkisan untuk kaum dhu’afa yang diberikan oleh UpzisNu Buayan. (fj)