
BULUSPESANTREN, pcnukebumen.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Buluspesantren, Kebumen, membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di kompleks kantor setempat, Dukuh Bedug RT 01/RW 01, Desa Tanjungsari. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada Kamis (4/7/2024).
Sejumlah ulama di wilayah Buluspesantren tampak secara bergantian meletakan batu pertama. Di antaranya Kiai Muhyidin Aziz yang mewakili Rois Syariah MWC NU Buluspesantren KH M Khalwani serta Kiai Ahmar Salju Al Badar mewakili Ketua Tanfidiyah MWC NU Buluspesantren Kiai Farhan Amroni. Acara diawali tahlil yang diimami KH Munawir Al Ghozali dan diiringi doa oleh KH Bahri Asy’ari, KH Abu Darda, Kiai Muhtadin Aziz dan Kiai Khomsin.
Menurut Wakil Ketua MWC NU Buluspesantren Bidang Pendidikan, Ahmad Saekhu, keberadaan BLK tersebut untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi pada lingkup komunitas pesantren, organisasi masyarakat (Ormas) dan sekolah/madrasah. Terutama di wilayah Kecamatan Buluspesantren.
“Gedung BLK ini nantinya akan dilengkapi dengan peralatan komputer dan dijadikan tempat pelatihan di bidang TIK (teknologi informasi dan komunikasi),” kata Saekhu di sela-sela pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan BLK Komunitas.

Mampu Mandiri
Untuk sasaran peserta pelatihan nanti, lanjut Saekhu, yakni para kader NU yang muda-muda atau masih produktif, perangkat desa serta guru-guru anggota Pergunu (Persatuan Guru NU). Selain peningkatan kompetensi peserta pelatihan, diharapkan mereka juga mampu mandiri, inovatif dan merespons dunia kerja.
Ketua Panitia Asror mengemukakan, BLK Komunitas yang mulai dibangun itu berada di atas tanah wakaf MWC NU Buluspesantren seluas 1.400 m2. Untuk luas bangunannya 14 m x 17 m. Keberadaan bangunan BLK Komunitas yang masih satu kompleks dengan gedung MWC NU Buluspesantren itu pun kian menambah lengkap kantor setempat.
“Pembangunan BLK Komunitas ini bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI dengan total anggaran Rp 1 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk bangunan gedung dengan anggaran Rp 500 juta, peralatan komputer Rp 350 juta dan pembinaan Rp 150 juta,” jelas Asror.
Kiai Ahmar Salju Al Badar yang mewakili Ketua Tanfidiyah Kiai Farhan Amroni berpesan agar BLK Komunitas nanti dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Masyarakat pun bisa mengambil manfaat dari keberadaan BLK tersebut. (Saekhu)