Idul Adha, PCNU Serahkan Enam Sapi dan 11 Kambing

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – PCNU Kebumen melalui program “NU Berbagi” menyerahkan enam sapi kepada perwakilan penerima di Kantor PCNU Kebumen, Minggu (16/6/2024). Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua PCNU Kebumen terpilih periode 2024 – 2029, Dr Imam Satibi.

Imam yang Rektor Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen itu juga menyerahkan hewan kurban lainnya berupa 11 kambing. Masing-masing untuk Ranting NU yang masuk pertimbangan khusus oleh PCNU Kebumen.

“Enam ekor yang kami serahkan hari ini (Minggu) untuk Ranting NU Somagede Sempor, Jatimalang Klirong, Depok, Kuwarisan Panjer, Jemur dan PCNU sendiri,” katanya.

Adapun 11 kambing disebar ke Ranting NU Selogiri, Ginandong, Ranting NU Binangun, Ranting NU Giritirto Kecamatan Karanggayam, Ranting NU Wonosari, Ranting NU Cangkring Kecamatan Sadang, Ranting NU Tegalrejo Kecamatan Poncowarno, Ranting NU Purbowangi Kecamatan Buayan, Ranting NU Kalijering Kecamatan Padureso, Ranting NU Wonoharjo Kecamatan Rowokele, dan Ranting NU Wero Kecamatan Gombong.

KAMBING KURBAN : Sejumlah perwakilan Ranting NU menerima kambing kurban di Kantor PCNU Kebumen, Minggu (16/6/2024).

Setiap Tahun

Imam yang membubuhi tandatangan berita acara serah terima itu pun menyebut sejumlah pihak yang berkurban atas sapi dan kambing tersebut. Antara lain dari IAINU, UMNU dan beberapa SMK Maarif. Menurutnya, hewan kurban itu akan dipotong dan dibagikan kepada masyarakat sekitar penerima saat perayaan Idul Adha pada Senin (17/6/2024).

Keceriaan menyelimuti para penerima hewan kurban di Kantor PCNU yang berada di Jalan Kusuma Kebumen itu. Terkait dengan kurban, Imam menepis anggapan bahwa perintah berkurban hanya sekali seumur hidup. Mantan Rektor IAINU Kebumen itu lantas mengambil kaidah fiqh yang berbunyi ma la yudroku kulluhu la yutroku kulluhu. Artinya, bila tidak mendapatkan semuanya, jangan tinggalkan seluruhnya.

“Dan anjuran berkurban itu setiap tahun. Hukumnya sunah muakad,” jelas Imam dikuatkan oleh salah satu pengurus PCNU Kebumen demisioner yang menjabat Katib Syuriyah, KH Ahmad Adib Amrullah Lc.

Oleh karena itu, lanjut Imam, Idul Adha menjadi momentum bagi kita untuk berbagi. Seperti halnya dilakukan PCNU Kebumen di bawah kepemimpinannya yang saat ini masih menunggu SK dari PBNU. (Admin5)

Konfercab PCNU Lancar dan Sejuk, Rektor UMNU Terpilih Secara Aklamasi

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, Dr Imam Satibi, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Tanfidziyah dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kebumen Ke-15 di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu Kebumen, Sabtu – Minggu (25 – 26/5/2024).

Doktor Imam satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat sebagai calon saat penjaringan bakal calon Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen periode 2024 – 2029 dalam sidang pleno di area tempat pembukaan Konfercab. Sidang yang dilakukan tertutup itu dipimpin KH Dr Fahmi Akbar Idris dari PBNU didampingi Sekretaris Dr Kholison dari PWNU Jateng.

“Sesuai tata tertib, persyaratan untuk menjadi calon Ketua Tanfidziyah itu minimal memperoleh 9 suara dalam penjaringan bakal calon oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) dari unsur Tanfidziyah,” kata Ketua Panitia Konfercab PCNU Kebumen Ke-15, KH Fauzi Al Muhtad yang ditemui di Kantor PCNU Kebumen, Minggu (26/5/2024).

Dari sebanyak 26 MWC yang masing-masing memiliki 1 suara, Imam Satibi memperoleh 17 suara. Dalam perhelatan tersebut juga terdapat kandidat petahana, KH Drs Dawamudin Masdar MAg. Namun Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen periode 2018 – 2023 itu hanya mendapatkan 7 suara. Sedangkan satu kandidat lagi, KH Ali Muin Amnur Lc MPdI yang Pengasuh Pondok Pesantren Al Istiqomah Desa Tanjungsari, Kecamatan Petanahan, Kebumen, hanya memperoleh 2 suara.

Atas perolehan suara tersebut, Doktor Imam yang periode sebelumnya menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) PCNU Kebumen itu langsung ditetapkan untuk menempati posisi sebagai Ketua PCNU Kebumen periode 2024 – 2029.

Wewenang PBNU

Sementara itu, posisi Rais Syuriyah PCNU Kebumen 2024 – 2029 masih tetap dijabat oleh KH Afifuddin Chanif Al Hasani yang Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu. Pemilihannya kali ini melalui mekanisme pembentukan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) atas usulan MWC dari unsur Syuriyah.

“Untuk pimpinan sidang yang memimpin jalannya sidang pleno tersebut merupakan wewenang PBNU terkait siapa yang ditugaskan. Penetapan demisionernya pun dilakukan oleh petugas bersangkutan,” jelas Kiai Fauzi.

Lebih lanjut Kiai Fauzi menyampaikan penentuan AHWA yang diambil lima orang dari lima besar suara yang diusulkan MWC. Masing-masing KH Afifudin Chanif Al Hasani, KH Nasrulloh Zuhri, KH Bachri Asari, KH Masdar Alifudin, dan KH Ahmad Buchori. Selanjutnya mereka musyawarah secara terpisah untuk memilih Rais Syuriyah yang hasilnya bulat KH Afifuddin Chanif Al Hasani atau Gus Afif.

Hasil tersebut kemudian diumumkan dan ditetapkan di ruang sidang pleno. “Alhamdulillah Konfercab berjalan lancar dengan suasana sejuk. Harapannya ke depan agar pasangan Rais Syuriyah KH Afifuddin Chanif Al Hasani dan Ketua Tanfidziyah KH Dr Imam Satibi membawa manfaat untuk kemajuan NU,” tutur Kiai Fauzi.

Selanjutnya, dalam waktu 30 hari, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah terpilih menyusun kepengurusan PCNU Kebumen periode 2024 – 2029 bersama anggota tim formatur yang ditunjuk oleh MWC. Masing-masing tersebar dalam enam zona ditambah satu unsur dari PCNU demisioner yakni Muhammad Chasib. Sedangkan anggota tim formatur dari lima zona berturut-turut Muhammad Farkhan Amroni, Mukafi Abdurrohman, Slamet Hermnasah, Mujai, Ahmad Nur Ridwan dan Budi Santoso. (Admin5)

Tujuh Pokok Pikiran Ditekankan Rais Syuriyah, SDM NU Sangat Besar Disinggung PWNU

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Tujuh pokok pikiran ditekankan Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al Hasani agar NU senantiasa maju dalam peradaban. Sedangkan Ketua PWNU Jateng KH Dr Abdul Ghoffar Rozin menyinggung sumber daya manusia (SDM) NU yang sangat besar harus diperlihatkan.

Pernyataan yang saling melengkapi tersebut menyatu dalam pembukaan Konfercab PCNU Kebumen Ke-15 di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu pada Sabtu (25/5/2024). Hadir Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Dandim 0709 Kebumen Letkol CZi Ardianta Purwandhana, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen Puji Handoko, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen periode 2018 – 2023 KH Dawamudin Masdar serta jajaran pengurus NU dari tingkat cabang, majelis wakil cabang hingga ranting. Selain itu PCNU tetangga.

Gus Afif, sapaan akrab KH Afifuddin Chanif Al Hasani, dalam kesempatan tersebut, awalnya menyampaikan beberapa capaian kerja PCNU Kebumen pada periode yang dipimpinnya saat ini. Di antaranya pendataan melalui Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU), meng-SK-kan 460 pengurus ranting NU Se-Kebumen, membentuk 17 lembaga, 10 badan otonom (Banom) dan 1 lembaga khusus, dan renovasi gedung PCNU Kebumen.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu itu lantas membeberkan landasan berkhidmah (melayani) dalam hal kepemimpinannya yakni memiliki himmah ‘aaliyah (cita-cita yang tinggi), berkhidmah dengan baik, mempunyai aziimah (ketetapan) yang kuat, mengagungkan nikmat serta menjaga kehormatan organisasi dan warga NU.

“Siapapun yang mau menjaga kehormatan NU, maka Allah Swt akan menjaga kehormatannya. Karena NU didirikan oleh para ulama yang dekat dengan Allah Swt. Menjaga kehormatan NU berarti menjaga kehormatan ulama. Menjaga kehormatan ulama berarti menjaga pula kehormatan Nabi Muhammad Saw. Karena ulama adalah waratsatul anbiya. Dan menjaga kehormatan para Nabi adalah menjaga kehormatan Allah Swt,” tuturnya.

Diwariskan Nabi

Gus Afif pun menegaskan bahwa kepemimpinan dalam jam’iyyah NU mempunyai corak yang diwariskan oleh nabi, yaitu “kepemimpinan yang melayani”. Sejurus kemudian, Gus Afif menekankan tujuh pokok pikiran agar NU ke depan menjadi organisasi yang senantiasa maju dalam peradaban.

Pokok pikiran pertama yaitu menjauhi larangan-larangan yang telah digariskan oleh organisasi/perkumpulan serta selalu menjaga kewajiban-kewajibannya sesuai tingkatan dan peran masing-masing. Kedua menjalankan amal perbuatan dengan sebab-sebab yang dapat menyempurnakan dan langgengnya jam’iyyah NU.

Pokok pikiran ketiga peka dan solutif terhadap permasalahan yang timbul di tengah-tengah masyarakat, sehingga mereka merasakan kehadiran NU. Keempat bermushahabah (meminta petunjuk) dengan para alim ulama yang wara’ (saleh) agar dapat berjalan dan menjalankan roda jam’iyyah dalam rel syariat mardhiyyah. Kelima menjaga adab/etika kepada semua kalangan, keenam menasarufkan (menyalurkan) waktu pada haknya masing-masing serta ketujuh meninggalkan rasa keterpaksaan dalam berjam’iyyah dan berjama’ah atau bersikap disiplin.

Sementara itu Ketua PWNU Jateng KH Dr Abdul Ghoffar Rozin menyinggung sumber daya manusia (SDM) NU yang sangat besar harus diperlihatkan. KH Abdul Ghoffar Rozin yang biasa dipanggil Gus Rozin, lantas wanti-wanti jangan sampai NU hanya terlihat seperti kerumunan. Oleh karena itu harus bisa mendudukan antara wasilah (perantara) dan ghoyyah (tujuan). Gus Rozin mencontohkan dukung mendukung dalam Pilkada sebagai wasilah. Adapun ghoyyah memenangkan umat.

“Mari bersama-sama besarkan NU. Yang besar ini harus diperlihatkan, yang banyak ini harus terlihat. Maka, kita harus bisa berbaris. Komando itu perlu dan NU harus bisa mandiri,” kata Gus Rozin yang anak dari pasangan KH MA Sahal Mahfudh dan Nyai Hj Nafisah Sahal itu. (Admin5)

Calon Terpilih Diminta Ayomi Umat

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami meminta calon terpilih dalam pelaksanaan Konferensi cabang (Konfercab) PCNU Kebumen Ke-15 mengayomi umat. Pelaksanaan Konfercab yang berlangsung pada 25 – 26 Mei 2024 itu pun bukan untuk memenangkan calon, melainkan warga NU, warga Indonesia dan umat di seluruh dunia.

“Kita harus ingat tujuan dari para muassis (pendiri) bahwa NU didirikan bukan sekedar mengumpulkan kiai dengan santri, tetapi punya misi menjaga serta merealisasikan peradaban Indonesia dan dunia,” jelas Kiai Abu Yazid saat memberikan pembinaan kepada 460 ranting NU Se-Kebumen pada pembukaan Konfercab PCNU Kebumen Ke-15 di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Sabtu (25/5/2024).

Dalam pembukaan tersebut, hadir Ketua PWNU Jateng KH Dr Abdul Ghoffar Rozin, Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al Hasani, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Dandim 0709 Kebumen Letkol CZi Ardianta Purwandhana, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen periode 2018 – 2023 KH Dawamudin Masdar serta jajaran MWC, lembaga dan Banom PCNU Kebumen. Hadir pula Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen Puji Handoko serta pengurus PCNU tetangga.

Kiai Abu Yazid juga meminta agar pengurus NU fokus terhadap jam’iyyah (organisasi) NU. Di mana butuh organisasi yang modern, profesional dan tertata dengan baik. “Kalau tidak lakukan hari ini, kita akan tertinggal,” jelas Kiai Abu Yazid yang mengingatkan kembali beberapa nasihat dari Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghoffar Rozin dan Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al Hasani, terkait pemikiran mereka terhadap NU.

Tidak kalah pentingnya, kata Kiai Abu Yazid, penegakan aturan dengan rantai komandonya harus tegak lurus. Mulai ranting ke Majelis Wakil Cabang (MWC), MWC ke Pengurus Cabang (PC), PC ke Pengurus Wilayah (PW) dan PW ke Pengurus Besar (PB) NU. Kiai Abu Yazid kemudian menyebut penataan organisasi yang dilakukan itu bukan hanya menjadi pionir untuk peradaban Indonesia, tetapi pionir untuk peradaban dunia.

Indonesia Damai

“Ada orang luar bertanya, kenapa Indonesia damai, memiliki ketenangan dalam mengelola negara. Padahal negara lainnya yang tidak besar seperti Indonesia, mengalami pertikaian, tidak damai. Jawabannya, Indonesia dengan keberagamannya, yang terdapat 700 suku, seribu lebih bahasa dan 17 ribu pulau, mayoritas adalah orang NU,” katanya sembari menyebut angka survei sejumlah lembaga nasional.

Lebih lanjut Kiai Abu Yazid mengatakan, keberadaan NU memang memiliki dampak luar biasa. Dengan tradisi berkumpul, NU berdiri bukan jam’iyyahnya terlebih dahulu, tetapi jamaahnya. Sehingga NU cukup membumi dan mengakar kuat. Terlebih NU dibangun dari peradaban ahlussunah wal jamaah.

“Bayangkan saja jika tidak (dibangun dari peradaban ahlussunah wal jamaah), misal salafi atau wahabi, pasti tidak sebesar ini. Karena ahlussunah wal jamaah memiliki empat pondasi yaitu tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan amar maaruf nahi mungkar,” terang satu penerus tarekat Imam Ja’far Ash-Shodiq itu.

Indonesia pun menjadi contoh yang baik dalam hal perdamaian dunia karena mayoritas warganya NU. Kiai Abu Yazid lantas memberi tebak-tebakan terkait perdamaian dunia itu perlu disandarkan kepada siapa. Apakah Amerika, Eropa, atau Arab yang justru terjadi peperangan tak kunjung selesai. Dan ternyata tidak ada satupun dari negara-negara itu yang mampu mengelolanya. Sedangkan Indonesia bisa menerima perbedaan dengan keragaman yang ada.

Terkait hal tersebut, PBNU berkepentingan agar NU tidak hanya memfungsikan sebagai ri’ayyah (penjaga), namun juga tarekat (jalan) dan imaroh (memakmurkan). Kiai Abu Yazid kemudian memberi contoh Tahlilan sebagai ketauhidan yang menjadi kebiasaan. “Sarung yang lekat dengan NU pun bukan untuk diubah, namun menjadi tradisi yang harus dilestarikan,” jelasnya. (Admin5)

Panitia Konfercab Antisipasi Isu Risywah

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kebumen Ke-15 menjadi momentum penting untuk menatap masa depan dengan penuh keikhlasan. Isu risywah (suap) yang sempat muncul pada Konfercab periode sebelumnya pun diantisipasi panitia agar tidak terjadi dalam perhelatan kali ini.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Konfercab PCNU Kebumen Ke-15 agar bersih dan berkualitas. Tentunya dengan menghindari risywah,” tandas Ketua Steering Commite (SC) Konfercab PCNU Kebumen Ke-15, KH Fauzin Jamil MPdI saat meninjau persiapan di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu Kebumen, Jumat (24/5/2024).

Menurutnya, isu risywah hingga paska Konfercab sebelumnya disebut sudah ada tindaklanjut. Namun diakui Kiai Fauzin, penanganannya belum tuntas lantaran kurang kooperatifnya pihak yang diduga terlibat risywah. Di samping itu, masalah tersebut juga cukup sensitif karena menyangkut citra personal. Sehingga, isu risywah sampai sekarang masih terus menjadi sorotan.

Sebagai langkah antisipasi terhadap praktik risywah dalam perhelatan Konfercab PCNU Kebumen Ke-15, panitia mengatur ketat mandat peserta utusan. Salah satunya melalui sistem registrasi digital (Siregal). Selain itu menyusun draft tata tertib (Tatib) secara terbuka, sehingga semua pihak bisa mengawasi Pasal-pasalnya.

Antisipasi selanjutnya dengan mengambil lokasi Konfercab di pondok pesantren yang dinilai lebih steril. Pihaknya juga gencar mengajak berbagai kalangan untuk menghindari risywah saat melakukan safari ke Majelis Wakil Cabang (MWC) di 26 kecamatan Se-Kebumen.

“Di situ kami memahamkan semua pihak bahwa praktik risywah bisa berdampak terhadap tidak sahnya Konfercab, sebagaimana sudah diingatkan oleh Rais Aam PBNU,” imbuhnya.

Belum Surut

Diketahui, risywah yang identik dengan money politic itu sebenarnya telah sekian lama menjadi perhatian masyarakat. Sayangnya praktik tidak terpuji tersebut belum kunjung surut. Bahkan dalam pelaksanaan Pemilu serentak 2024. Kendati, sebagian lagi menganggap politik uang dalam perhelatan seperti Pileg sudah menjadi rahasia umum. Tak pelak memengaruhi pelaksanaan pemilihan dalam organisasi seperti Konfercab.

“Memang belum bisa disebut budaya, tapi kami pikir dengan situasi yang ada sudah mengarah ke sana. Indikasinya terbaca ketika ada anggapan bahwa tindakan risywah dibahasakan sebagai cost (biaya) politik,” ungkap Kiai Fauzin yang menjabat Katib Syuriyah PCNU Kebumen itu.

Pihaknya pun dengan tegas menolak risywah. Tindakan tersebut menurut Kiai Fauzin sangat memalukan dan menciderai para muassis (pendiri) NU. Dampak terhadap organisasi juga menjadi sulit menjaga kekompakan karena ketidakjujuran itu hanya akan mendatangkan usaha untuk menutupinya dengan mencari pembenaran.

“Yang paling ngeri adalah kalau kuwalat sama muassis NU yang mukhlis-mukhlis,” tutur Kiai Fauzin seraya mengingatkan tema Konfercab PCNU Kebumen Ke-15 yakni “Ikhlas Berkhitmat, Teguh Berjam’iyyah, Memenangkan Umat”.

Selain mengawal jalannya Konfercab agar bersih dan berkualitas, diharapkan terbangun kesepahaman bersama untuk membuat blue print NU ke depan di Kebumen. Mengingat terdapat tema-tema dalam sidang komisi yang masih perlu dimatangkan lagi. Di antaranya menyangkut pokok pikiran program kerja, rekomendasi sekaligus masukan ke pemerintah serta masalah keagamaan.

Tidak hanya itu saja. NU Kebumen juga perlu memaksimalkan khidmah di bidang pendidikan, kesehatan dan kemandirian ekonomi. Di mana hal tersebut membutuhkan kepengurusan yang solid dengan merangkul semua potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada. Dan semua itu perlu diawali dengan menghindari praktik risywah. (Admin5)

Pertama di Indonesia, Konfercab PCNU Terapkan Siregal

SIAPKAN KONFERCAB : Jajaran panitia menyiapkan Konfercab PCNU Kebumen Ke-15 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu Kebumen pada 25 – 26 Mei 2024.

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – PCNU Kebumen di bawah kepemimpinan Rais Syuriyah KH Afifuddin Chanif Al Hasani tak henti-hentinya melakukan terobosan. Bahkan dalam pelaksanaan konferensi cabang (Konfercab) PCNU Kebumen Ke-15 pada 25 – 26 Mei 2024, saat masuk akhir kepengurusan periode ini, menerapkan sistem registrasi digital (Siregal).

Ketua Panitia Konfercab, KH Fauzi Al Muhtad, mengemukakan, penerapan Siregal baru pertama di Indonesia. “Bangunan sistem ini terinspirasi dari pelaksanaan Muktamar NU di Lampung tahun 2022 yang menggunakan sistem serupa,” kata Kiai Fauzi pada sela-sela persiapan Konfercab di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kebumen, Kamis (23/5/2024).

Program dari PCNU Kebumen yang bersifat mandiri itu, papar Kiai Fauzi, cukup efektif dan efisien dalam menjalankan proses Konfercab. Sistem tersebut mampu mendeteksi seluruh peserta dari semua tingkatan saat melakukan registrasi. Baik dari unsur Majelis Wakil Cabang (MWC), lembaga, Badan Otonom (Banom) hingga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU).

“Jadi, tidak sembarang orang bisa masuk arena Konfercab. Begitu tak terdeteksi saat barcode yang ditunjukkan telah discan, maka yang bersangkutan tidak boleh ikut dalam pelaksanaan Konfercab,” jelas Kiai Fauzi yang kandidat doktor itu.

Selain mendeteksi peserta Konfercab saat registrasi, Siregal dengan domain siregalnu.com itu juga mampu melakukan sortasi terhadap peserta yang memiliki hak pilih.

Barcode Siregal

Kiai Fauzi lantas menunjukkan adanya klasifikasi pada barcode Siregal yang membedakan antara peserta dengan peninjau Konfercab.

“Kalau yang memiliki hak pilih itu hanya peserta. Sedangkan peninjau tidak memiliki hak pilih,” jelas Kiai Fauzi didampingi Akhmad Fadjri dari Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen dan Imam Subarkah dari Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen.

Lebih lanjut, barcode juga berfungsi sebagai ID Card (tanda pengenal) dalam Konfercab yang mengambil tema “Ikhlas Berkhitmat, Teguh Berjam’iyyah, Memenangkan Umat”. Sehingga, identitas dalam barcode yang telah divalidasi itu menjadi pengenal masing-masing peserta dengan hak pilihnya maupun yang menjadi peninjau.

Peserta Konfercab terdiri atas 26 MWC yang masing-masing terdapat empat orang. Meliputi Rais Syuriyah, Katib, Ketua dan Sekretaris Tanfidziyah. Ditambah dari 18 lembaga dan 10 Banom. Peninjaunya dari PBNU, PWNU Jateng serta PCNU tetangga seperti Purworejo, Banyumas dan Cilacap. Sedangkan PRNU hanya mengikuti pembinaan pada pembukaan Konfercab 25 Mei.

Untuk diketahui, salah satu agendan Konfercab yakni pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen periode 2024 – 2029. Saat ini, Rais Syuriyah PCNU Kebumen dijabat oleh KH Afifuddin Chanif Al Hasani yang Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu dan Ketua Tanfidziyah dijabat KH Moh Dawamudin Masdar. (Admin5)




Pakai Logo Gubahan Angka Arab, Konfercab PCNU Satukan Semua Kekuatan

KEBUMEN, pcnukebumen.or.idPerhatian kalangan Nahdliyyin saat ini tertuju pada Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kebumen Ke-15 yang akan berlangsung pada 25 – 26 Mei 2024. Bukan hanya karena moment penting untuk memilih Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen periode 2024 – 2029 mendatang, Konfercab yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu Kebumen itu memiliki makna simbolis pada gubahan angka arab. Baik angka satu maupun lima.

Angka satu bermakna satu tekat, satu semangat, dan satu prinsip bahwa Konfercab NU diniati hanya karena Allah semata. Ikhtiarnya pun menyatukan semua kekuatan sumber daya manusia NU Kebumen untuk membesarkan organisasi keagamaan tersebut. Sedangkan warna hijau pada angka satu merupakan spirit memakmurkan warga NU di Kebumen.

Untuk angka lima yang berbentuk hati, bermakna rahmah atau kasih sayang. Rahmah yang menjadi motto Konfercab kali ini merupakan akronim dari ramah, amanah, harmonis, moderat, adaptif dan humanis. Penjabaran maknanya yaitu Konfercab harus dilaksanakan secara ramah serta menebarkan suasana menyenangkan dan murah senyum (tabassam).

Di samping itu dilaksanakan dengan amanah (akuntabel), harmonis (penuh rasa persaudaraan), mengutamakan sikap moderat (tasamuh/saling menghargai dan menghormati), serta dilaksanakan secara adaptif dan harus humanis (manusiawi). Makna simbolis lainnya menerangkan warna kuning untuk menyongsong masa keemasan NU Kebumen ilaa yaumil qiyamah (sampai hari kiamat).

Kekuatan Besar

Adapun angka lima belas yang didesain apik menunjukkan urutan pelaksanakan Konfercab NU Kebumen tahun 2024 yang ke-15, dihitung sejak berdirinya pada 1936. Angka tersebut juga mengandung pesan kepada semua warga Nahdliyyin agar tidak melupakan sejarah perjuangan para ulama yang telah menghidupkan NU sejak berdirinya hingga sekarang.

Tidak hanya itu saja, angka 15 pun bisa dimaknai dwitunggal, di mana kekuatan besar NU karena menyatukan warga dan pengurus, kiai dan santri, imam dan makmum, ulama dan umara, serta kaum intelektual pesantren dan kampus. Kekuatan itu tampak saat pembukaan Konfercab pada 25 Mei 2024 di Pondok Pesdantren Al-Kahfi Somalangu Kebumen yang dihadiri Forkopimda Kebumen serta pihak terkait.

Dalam kesempatan tersebut juga menyertakan ketua ranting Se-Kebumen sebanyak 460 orang untuk mengikuti pembinaan. Sehingga, kekuatan yang ada pun terasa besar. “Pelaksanaan Korfercab Ke-15 ini juga diperkuat panitia lokal dari Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu Kebumen,” kata Ketua Organizing Commite (OC) KH Fauzi Al Muhtad.

Konfercab PCNU Kebumen yang mengambil tema “Ikhlas Berkhitmat, Teguh Berjam’iyyah, Memenangkan Umat” itu diikuti peserta dari 26 Majelis Wakil Cabang (MWC) yang masing-masing terdapat empat orang. Meliputi Rais Syuriyah, Katib, Ketua dan Sekretaris Tanfidziyah. Selain itu terdapat ketua dari 18 lembaga dan 10 badan otonom di lingkungan PCNU Kebumen. Adapun dari PBNU dan PWNU sebagai peninjau serta PCNU tetangga Kebumen yang meliputi Purworejo, Banyumas dan Cilacap. (Admin5)

Konfercab PCNU Kebumen Bakal Digelar di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu

BERI PENJELASAN : Ketua Panitia Konfercab Ke-15 KH Fauzi Al Muhtad (kanan) memberi penjelasan saat rapat persiapan di Kantor PCNU Kebumen pada Jumat (10/5/2024).

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Moment penting bakal dihelat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen melalui Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-15. Forum tertinggi di tingkat kabupaten itu bakal digelar di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kebumen pada 25 – 26 Mei 2024.

Ketua Panitia Konfercab Ke-15 PCNU Kebumen, KH Fauzi Al Muhtad MPd mengaku tengah mempersiapkan helatan penting tersebut. “Kami sedang siapkan segalanya. Mudah-mudahan berjalan lancar dan sukses,” kata Fauzi saat ditemui pada sela-sela rapat persiapan Konfercab Ke-15 di Kantor PCNU Kebumen, Jumat (10/5/2024).

Hadir dalam rapat tersebut Ketua PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar MAg, jajaran Steering Commite (SC) yang dipimpin oleh KH Fauzin Jamil MPdI dan jajaran Organizing Committee (OC) yang diketuai Fauzi Al Muhtad. Tampak Rektor IAINU Kebumen Dr Benny Kurniawan, Wakil Rektor IAINU Kebumen Imam Subarkah MPd dan Kepala SMK Maarif 1 Kebumen Subkhan MPd.

Fauzi yang kandidat doktor itu menjelaskan jumlah peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 26 Majelis Wakil Cabang (MWC) yang masing-masing terdapat empat orang meliputi Rais Syuriyah, Katib, Ketua dan Sekretaris Tanfidziyah.

Selain itu terdapat ketua dari 18 lembaga dan 10 badan otonom. Adapun dari PCNU Kebumen, PWNU Jawa Tengah dan PBNU sebagai peninjau serta PCNU tetangga meliputi Purworejo, Banyumas dan Cilacap.

Ikuti Pembinaan

“Untuk ketua ranting Se-Kebumen sebanyak 460 orang akan mengikuti pembinaan pada pembukaan Konfercab pada tanggal 25 Mei. Mereka dari 11 kelurahan dan 449 desa yang tersebar di seluruh Kabupaten Kebumen. Sehingga totoal yang ikut acara pembukaan mencapai 878 orang,” jelas Fauzi.

Dalam pembukaan yang menggandeng panitia lokal Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu itu juga mengundang Foum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pihak terkait, seperti Kementerian Agama (Kemenag), kalangan Anggota DPRD Kebumen dan organisai keagamaan antara lain Muhammadiyah.

Lebih lanjut Fauzi menambahkan, forum yang pembahasannya melalui komisi-komisi itu akan memilih Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen periode 2024 – 2029. Untuk periode hingga saat ini, Rais Syuriyah PCNU Kebumen dijabat oleh KH Afifuddin Chanif Al-Hasani yang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen yang dijabat KH Dawamudin Masdar.

Ketua SC Konfercab Ke-15 PCNU Kebumen KH Fauzin Jamil menambahkan, tema yang diusung dalam pelaksanakan konferensi cabang kali ini yakni “Ikhlas Berhitmat Teguh Berjamiah Memenangkan Umat”.

“Tema tersebut tercermin dalam logo Konfercab Ke-15 yang menggunakan gubahan angka Arab,” imbuh Fauzin yang kini masuk jajaran Katib PCNU Kebumen itu. (Admin5)

KH Wahib Mahfudz Beri Dukungan Gus Afif Pimpin Kembali PCNU Kebumen

SOWAN KIAI : Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al Hasani didampingi Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar sowan di kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda Jetis Kebumen, KH Wahib Mahfudz (kiri) pada Senin (22/5/2023).

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda Jetis, Desa Kutosari, Kecamatan / Kabupaten Kebumen KH Wahib Mahfudz mengapresiasi kinerja pengurus PCNU Kebumen di bawah kepemimpinan Rais Syuriyah KH Afifuddin Chanif Al Hasani.

Kiai sepuh yang empat periode menjadi Rais Syuriyah PCNU Kebumen itu pun berharap agar Gus Afif, sapaan akrab KH Afifuddin Chanif Al Hasani, kembali memimpin PCNU Kebumen untuk periode 2024 – 2029 mendatang.

KH Wahib menyampaikan harapannya tersebut secara langsung kepada Gus Afif saat safari halal bihalal di kediamannya, Senin (22/5/2023).

“Mohon berkenan meneruskan pada periode berikutnya,” harap KH Wahib yang disaksikan jajaran pengurus, lembaga dan Banom di lingkungan PCNU Kebumen.

Tampak Rektor UMNU Kebumen Doktor Imam Satibi dan Rektor IAINU Kebumen Doktor Fikria Najitama yang ikut rombongan.

KH Wahib sebelumnya menyampaikan rasa syukur atas kesediaan Gus Afif menjadi Rois Syuriyah PCNU Kebumen usai dirinya berkhidmat. Kemudian KH Wahib berharap kepada Gus Afif agar berkenan meneruskan pada periode lima tahun ke depan.

Diperkuat Doa

Sementara itu, Gus Afif yang sempat menyampaikan ikrar halal bihalal menanggapi amanat menjadi Rais Syuriyah sebagai dhawuh yang diperkuat doa dari KH Wahib Machfudz.

Pihaknya lantas memohon do’a untuk segenap pengurus syuriyatan dan tanfizdiyatan supaya husnul khotimah dalam berkhidmat kepada NU.

Mengingat, kepengurusan PCNU Kebumen periode ini dengan duet Gus Afif dan Ketua Tanfidziyah KH Moh Dawamudin Masdar akan berakhir November 2023.

“Doa dari para kiai sepuh ini diharapkan dapat memberkahi semua pengurus dan istiqomah dalam berkhidmat serta manfaat dunia akhirat,” imbuh Gus Afif yang diamini rombongan safari halal bihalal.

Selain sowan KH Wahib, safari halal bihalal diteruskan ke sejumlah kiai sepuh lainnya seperti KH Nashiruddin Al Mansyur Kauman yang Mantan Bupati Kebumen. Selanjutnya mengunjungi kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Wonoyoso, Kebumen, KH Munthoha Mahfudz.

Sebelumnya, kegiatan yang sama dilaksanakan pada Sabtu (20/5/2023). Sejumlah kiai sepuh yang dikunjungi antara lain KH Nasrulloh Kutowinangun, Gus Ma’sum Krubungan, KH Raden Rahmat Prembun, KH Bakri As’ary Buluspesantren dan KH Habib Daldiri Kuwarasan. (Admin5)

Sowan Kiai Sepuh, Safari Halal Bihalal PCNU dapat Wejangan Ikhlas Berhidmat untuk Kemaslahatan Umat

SOWAN KIAI : Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al Hasani (dua dari baris kiri) bersama jajaran pengurus PCNU, Lembaga, Banom dan perwakilan satuan pendidikan NU, sowan di kediaman salah satu kiai sepuh Habib Hasan Al Atos, Sabtu (20/5/2023).

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Tradisi sowan kiai sepuh dilaksanakan PCNU Kebumen, Sabtu (20/5/2023). Kali ini yang dikemas dalam Safari Halal Bihalal itu dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al Hasani.

Turut dalam kegiatan tersebut jajaran Syuriyatan dan Tanfidziyatan serta Lembaga Banom di lingkungan PCNU Kebumen dan perwakilan satuan pendidikan NU. Tampak Ketua PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar dan Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi.

“Acara halal bihalal memang sudah menjadi tradisi di masyarakat Kebumen pada moment syawal. Hal ini juga menjadi tradisi rutin PCNU Kebumen di bawah duet kepemimpinan Rais Syuriyah KH Afifudin Chanif dan Ketua Tanfidziyah KH Dawamudin Masdar,” ucap Imam Satibi yang Ketua LPPNU Kebumen itu.

Kiai sepuh yang dikunjungi mulai dari KH Nasrulloh Kutowinangun, Gus Ma’sum Krubungan, KH Raden Rahmat Prembun dan Habib Daldiri Kuwarasan. Tidak ketinggalan Habib Hasan Al Atos Kebumen dan KH Bakri As’ary Buluspesantren.

Permohonan Maaf

KH Afifuddin yang akrab disapa Gus Afif sempat menyampaikan rencana awal untuk sowan kiai sepuh dengan jumlah yang lebih banyak. Namun karena keterbatasan waktu dan kesibukan para kiai sepuh, maka pelaksanaanya baru dilakukan ke beberapa kiai saja. Diharapkan ke depan bisa sowan kiai sepuh yang lain.

Kepada kiai sepuh yang dikunjungi, Gus Afif menyampaikan permohonan maaf ketika ikrar halal bihalal mewakili jajaran NU Kebumen. Selanjutnya kiai sepuh menerima permohonan tersebut sembari memberikan tausiyah.

Wejangannya menitikberatkan agar pengurus NU betul-betul ikhlas berhidmat untuk kemaslahatan umat. Gus Afif mengemukakan fatwa kiai sepuh menjadi masukan sangat penting karena NU adalah jam’iyahnya ulama.

“Adab kepada kiai sepuh sebagai jejernya ulama tentu harus kita ta’dimi. Dan dawuh kiai harus dikedepankan serta dijunjung tinggi,” tutur Gus Afif yang Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu itu. (Admin5)

Safari Ramadhan Ditutup Buka Bersama NU dan Umara

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Safari Ramadhan PCNU Kebumen telah selesai dilaksanakan. Penutupan ditandai dengan gelaran buka puasa bersama NU dan umara di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu Kebumen, Sabtu (14/4/2023).

Hadir jajaran Forkopimda yang mewakili umara dan para ulama di lingkungan PCNU Kebumen. Tampak Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al Hasani, Ketua PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar, KH Bambang Sucipto yang Ketua Baznas Kebumen dan Kepala Kantor Kemenag Kebumen Ibnu Asaduddin.

Suasana berlangsung gayeng dengan diisi sarasehan yang dipandu oleh Rektor UMNU Kebumen Doktor Imam Satibi. Para pengurus NU, lembaga dan Banom di lingkungan PCNU dan MWC NU Se-Kebumen mengikuti dengan seksama uraian para pembicara sembari menunggu berbuka puasa. Tidak ketinggalan Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama dan sejumlah kepala sekolah di lingkungan Ma’arif Kebumen.

“Semoga ada hubungan timbal balik yang baik dari pertemuan ini. Dan pelaksanaan penutupan Safari Ramadhan menjelang puasa ini tentunya membawa berkah,” kata Gus Afif, sapaan akrab KH Afifuddin Chanif Al Hasani yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu.

Apresiasi terhadap kegiatan yang kental dengan suasana silaturahim itu juga disampaikan Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih. Ia yang mewakili Bupati Kebumen Arif Sugiyanto karena berhalangan hadir itu berucap gelaran Safari Ramadhan dapat menambah keimanan dan ukhuwah Islamiyyah.

Ristawati pun menyampaikan upaya Pemkab dalam menghadapi Lebaran dengan melakukan serangkaian rapat koordinasi. “Alhamdulillah menjelang Lebaran tahun ini, ketersediaan sembako dan kebutuhan pokok masyarakat cukup,” katanya.

Kiriman Alfatikhah

Di tempat sama, Dawamudin memimpin pembacaan surat Alfatihah untuk dikirimkan kepada Bupati Arif yang saat ini tengah menjalankan umrah. Sebelumnya dibacakan tahlil yang diimami oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Kebumen Masdar Alifudin yang Pengasuh Ponpes An-Nuur Depokrejo, Kebumen. Tokoh yang biasa disapa Kiai Dawam juga mengutarakan penentuan 1 Syawal menunggu sidang isbat pada 20 April 2023.

Sementara itu, Bambang Sucipto menyampaikan potensi zakat di Kebumen yang cukup besar agar bisa digalakkan bersama-sama dengan NU. Terlebih NU memiliki LAZISNU yang gencar melakukan gerakan koin NU Kebumen (Gennuk) hingga tingkat ranting.

Sementara Ibnu Asaduddin yang dikenal gemar membaur dengan ulama dan Umara, memuji warga NU yang selalu siap dipanggil dan menjadi apa saja untuk kemaslahatan umat. “Ini jati diri NU yang tidak boleh ditinggalkan,” tuturnya.

Acara penutupan Safari Ramadhan berakhir dengan buka puasa dan pembagian bingkisan Lebaran dengan diiringi lantunan Sholawat yang menggema di pondok pesantren tertua di Asia Tenggara itu. (Admin5)

Ponpes Al Kahfi Somalangu Peroleh Anugerah dari PBNU

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Ada yang luar biasa sekaligus membanggakan bagi masyarakat Kebumen. Tidak lain dengan keberadaan Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu yang kini diasuh oleh KH Afifuddin Chanif Al Hasani atau Gus Afif.

Pondok pesantren yang berada di Desa Sumberadi, Kecamatan/Kabupaten Kebumen itu baru memperoleh anugerah dari PBNU sebagai pondok pesantren tertua di Indonesia. Bahkan dalam berbagai literatur disebutkan tertua Se-Asia Tenggara.

“Anugerah tersebut diterima Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu bersamaan dengan momentum satu abad NU,” kata Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar pada pembukaan Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Senin (27/2/2023).

Menurut Kiai Dawam, sapaan akrab KH Moh Dawamudin Masdar, usia Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu saat ini memasuki 565 tahun, di mana tertera tulisan Arab Jawa Pegon pada prasasti yang menunjukkan berdirinya pesantren tersebut tahun 879 H tanggal 25 Sya’ban.

Untuk diketahui, Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu didirikan oleh Syeikh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani. Ulama yang lahir di Distrik Kota Syihr, Provinsi Hadhramaut, Yaman itu pertama mendarat di Pantai Karangbolong, Kecamatan Buayan tahun 852 H atau 1448 M pada masa pemerintahan Prabu Kertawijaya Majapahit atau Prabu Brawijaya I (1447 -1451).

Generasi Ke-16

Setelah 27 tahun pendaratannya di
tanah Jawa, Syeikh Abdul Kahfi barulah mendirikan Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu pada 25 Sya’ban 879 H atau bertepatan Rabu, 4 Januari 1475 M.

Tercatat pengasuh sekarang, Gus Afif,
merupakan generasi ke-16. Dimulai dari Syeikh As Sayid Muhammad ‘Ishom dengan sebutan Syeikh As Sayid Abdul Kahfi Al Awwal bin Abdur Rasyid bin Abdul Majid Al Hasani.

Estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu selanjutnya dipegang oleh Syeikh As Sayid Muhtarom bin Syeikh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani dan Syeikh As Sayid Jawahir bin Muhtarom Al Hasani.

Berikutnya Syeikh As Sayid Yusuf bin Jawahir Al Hasani, Syeikh As Sayid Hasan bin Yusuf Al Hasani, lalu Syeikh As Sayid Abdul Mannan bin Hasan Al Hasani , Syeikh As Sayid Zakariya bin Abdul Mannan Al Hasani, Syeikh As Sayid Abdul Hannan bin Zakariya Al Hasani, Syeikh As Sayid Yusuf bin Abdul Hannan Al Hasani dan Syeikh As Sayid Zaenal ‘Abidin bin Yusuf Al Hasani.

Kemudian Syeikh As Sayid Muhammad Al Marwah bin Zaenal ‘Abidin Al Hasani, Syeikh As Sayid Ibrahim bin Muhammad Al-Marwah Al-Hasani dengan sebutan Syeikh Abdul Kahfi Tsani, Syeikh As Sayid Abdurrahman bin Ibrahim Al Hasani, Syeikh As Sayid Mahfudz bin Abdurrahman Al Hasani, Syeikh As Sayid Khanifuddin bin Mahfudz Al Hasani dan Gus Afif. (Admin5)

BANGUNAN MEGAH : Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu terdapat bangunan megah bernilai sejarah.