Beranda Berita Berita MWC Siapkan Klinik Kesehatan, MWC Klirong Rintis RSU NU

Siapkan Klinik Kesehatan, MWC Klirong Rintis RSU NU

0
Siapkan Klinik Kesehatan, MWC Klirong Rintis RSU NU

KLIRONG, pcnukebumen.or.id – Safari Ramadan PCNU yang mengelilingi 26 MWC Se-Kebumen mengungkap potensi dan kekuatan NU. Salah satunya pendirian Rumah Sakit Umum (RSU) Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Majelis Wakil Cabang (MWC) Klirong.

Hal itu terungkap saat Tim IV mengisi Safari Ramadan di MWC NU Klirong, Rabu (20/4/2022). Sedangkan pelaksanaan Safari Ramadan PCNU Kebumen yang diisi enam tim sejak Jumat (8/4/2022) itu berakhir di Kecamatan Poncowarno dan Prembun pada Kamis (21/4/2022).

Safari Ramadan pada MWC NU Klirong mengambil lokasi di Auditorium Hall SMK Ma’arif 9. Hadir dari Tim IV antara lain Mustasyar KH Ismail Abdussomad, Katib Syuriah KH Nur Taufik MPdI dan Sekretaris LTN NU Imam Subarkah MPd. Mereka disambut Ketua MWC NU Kecamatan Klirong KH Fuad Hasyim beserta segenap pengurusnya.

Kiai Fuad membenarkan MWC Klirong tengah merintis RSU NU dengan mengambil lokasi di sebelah Utara SMK Ma’arif 9. “Ada tanah di situ seluas 60 ubin yang sudah dibeli dan dikeringkan untuk dibangun klinik kesehatan. Dan untuk menuju rumah sakit diawali dari menyiapkan klinik terlebih dahulu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan KH Nur Taufik. Pihaknya mengaku akan menyampaikan rencana tersebut kepada pimpinan PCNU Kebumen. “Potensi di MWC Klirong cukup bagus untuk dibangun rumah sakit. Warga NU-nya bersatu, kompak, dan terdapat sekolah Ma’arif dari SD hingga SMK. Sumber dayanya juga mendukung,” jelasnya.

Di samping itu, lanjut Kiai Taufik, potensi lainnya yaitu keberhasilan UPZISNU MWC Klirong dalam pengumpulan zakat, infaq dan shodakoh. Selanjutnya pentasharufan (penyaluran) dalam berbagai bentuk terbukti bagus untuk mengembangkan perekonomian dan kemaslahatan jamaah. Potensi itu juga mendukung dalam merintis RSU NU.

Jadi Trigger

Disinggung mengenai RSU Siti Khadijah Kebumen yang kini menjadi klinik, Kiai Taufik menerangkan keberadaannya sudah tidak bisa dikembangkan lagi. “Dan rintisan RSU NU oleh MWC Klirong tentunya menjadi trigger (pemicu) kebangkitan ekonomi maupun kesehatan ummat,” sambung Kiai Taufik yang diamini Imam Subarkah, Dekan Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen.

Lebih lanjut disampaikan Subarkah, NU sebagai organisasi keagamaan terbesar secara formal dan nonformal mempunyai lembaga pendidikan berupa pondok pesantren, lembaga pendidikan Ma’arif dan lembaga pendidikan tinggi yang secara ketepatan dan keandalannya tidak diragukan lagi dalam mentransmisikan maupun mengedukasi faham Ahlussunah Waljamaah (Aswaja).

“PCNU Kebumen memiliki dua lembaga pendidikan tinggi yaitu IAINU dan UMNU. IAINU Kebumen sebagai perguruan tinggi tertua, telah teruji mengantarkan warga Kebumen memiliki kompetensi di berbagai bidang,” ungkap Subarkah.

Untuk bidang pendidikan melalui Fakultas Tarbiyah (program studi PAI, PGMI, MPI), ekonomi syariah melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan program studi PS, ES maupun hukum Islam melalui Fakultas Syariah Ushuluddin dan Dakwah (FSUD) dengan program studi AS, IAT, KPI.

Sementara itu, KH Ismail Abdussomad menekankan warga Nahdliyyin harus meningkatkan kualitas Ke-NU-an dengan menjadikan faham Ahlussunnah Waljama’ah Annahdliyah sebagai pedoman hidup sehari-hari. Baik dalam kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.

Serangkaian ibadahnya antara lain berupa amalan tawassul, qunut shubuh, ziarah kubur, yasinan dan tahlilan, kajian kitab aswaja (Aqidatul Awwam, Dalail-Al Khairat, dan Qashidah Al Burdah), serta meyakini dan mengamalkan Madzhab Asy’ariyah dan Maturidiyah sebagai amalan utama ummat Nabi Muhammad SAW. (Admin5)

BERI CERAMAH : Katib Syuriyah PCNU Kebumen KH Nur Taufik (kanan) memberi ceramah saat Safari Ramadan di MWC NU Klirong, Rabu (20/4/2022).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here