

*********
KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Menjadi garda terdepan dalam penanganan banjir yang terjadi pada Selasa (15/3/2022), PCNU Kebumen melakukan mapping (pemetaan) kerusakan sungai dari hulu ke hilir.
Hal itu dilakukan setelah melihat dampak banjir belum kunjung surut hingga sepekan lebih lantaran terjadi kerusakan pada sungai. Seperti Sungai Kedungbener di Kecamatan Kebumen dan Kali Bodo di Desa Bulurejo, Kecamatan Ayah. Sungai terakhir menjadi titik temu dua sungai atau kali besar di Banyumas dan Cilacap.
Adapun hujan deras disertai angin kencang pada kejadian itu juga mengakibatkan longsor, tanggul jebol dan pohon tumbang di sejumlah tempat. Dampak lainnya pada 22 kecamatan dan 105 desa di Kebumen yakni padi terendam air hingga berhari-hari.
Menyikapi hal tersebut, PCNU Kebumen menggelar rapat koordinasi, di mana sebelumnya, penanganannya sudah dilakukan oleh lembaga dan badan otonom (Banom) yang tergabung dalam tim NU Peduli.
Rapat koordinasi di Kantor PCNU pada Senin (21/3/2022) itu dipimpin Ketua PCNU Kebumen KH Mohammad Dawamuddin Masdar MAg didampingi jajaran syuriah Munajat MPd dan KH Syaeful Munir.
“Semoga usaha yang tak kenal lelah dari lembaga dan Banom menjadi amal saleh bersama,” tutur Dawamudin Masdar seraya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran lembaga dan Banom hingga tingkat ranting NU.
Pihaknya pun menunjuk Mukhsinun selaku ketua LPBI NU dan H Marlan selaku ketua Lazisnu untuk bekerjasama dalam memberikan bantuan kepada para penyintas/korban bencana.
Mukhsinun menyampaikan perlunya langkah terukur dan terkoordinasi dalam menangani bencana, khususnya di daerah yang rutin terjadi banjir seperti pada sepanjang aliran Sungai Kedungbener. Terlebih di kompleks Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Desa Sumberadi dan 10 desa lainnya yang dilintasi sungai tersebut.
Normalisasi Sungai
“Kami mengusulkan normalisasi sungai kepada pemerintah ataupun melakukan kerjasama antar pemerintah kabupaten terkait dari hulu sampai hilir, agar banjir tidak selalu menjadi rutinitas,” ucapnya.
Selain itu perlu penyadaran masyarakat di sekitaran daerah aliran sungai (DAS) agar tidak membuang sampah sembarangan, tidak menanam pohon yang dapat merusak tanggul sungai, serta ada perencanaan kebencanaan dari tiap desa sekitar DAS.
Gerakan bersama dalam NU Peduli juga disepakati dalam penggalangan donasi dari lembaga dan Banom, yang akan difokuskan pada bantuan serta penanganan paska bencana di Kebumen. Antara lain dari LPBI, Fatayat, Muslimat, Ansor/Banser, dan Lazisnu.
Terkait dengan kebutuhan tenaga medis, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) pun siap bergerak. Apalagi terdapat dokter dan paramedis (perawat). “Jika dibutuhkan silahkan juga klinik Khodijah dapat disinergikan,” jelas KH Syaeful Munir selaku jajaran syuriah PCNU Kebumen.
Lebih dari itu, kebutuhan atas pemulihan paska bencana terhadap trauma healing juga penting dilakukan agar penyintas tidak larut dalam suasana bencana dan bisa memulihkan mental untuk kehidupan lebih baik.
Usai rapat koordinasi dilanjutkan dengan mengunjungi korban banjir di Kecamatan Ayah. Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan logistik kepada korban banjir sejumlah desa. Antara lain Kalibangkang, Tlogosari, Kalipoh, Argopeni, Karangduwur, Srati, Demangsari dan Desa Bulureja.
Ketua MWC NU Kecamatan Ayah, Kiai Efendi mengemukakan, banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah di Ayah selama sepekan lebih ini lantaran dua tanggul sungai jebol. Sungai tersebut berada di Kabupaten Banyumas dan Cilacap yang bertemu di Kali Bodo, Desa Bulurejo, Kecamatan Ayah.
“Penanganannya diusulkan dengan normalisasi sungai. Tapi karena menjadi kewenangan pusat, maka akan diusulkan ke BNPB,” kata Kiai Efendi menirukan Arif Sugiyanto, Bupati Kebumen sekaligus Bendahara PCNU saat mengunjungi 392 pengungsi di Desa Bulurejo yang masih bertahan hingga Selasa (22/3/2022). (Adm5)
Sangat² Setuju Majulah Terus NU Untuk Umat,,,,