3 Kader PCNU Kebumen Ikuti Workshop Jurnalistik Filantropi: Menulis Kebaikan, Menyuarakan Kepedulian

KEBUMEN, NUOKe – Dalam upaya peningkatan mutu pemberitaan, PCNU Kebumen mendelegasikan 3 kader dalam kegiatan Workshop Jurnalistik Filantropi yang diselenggarakan NU Online PBNU dan NU Online Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (23/5/2025) hingga Ahad (25/5/2025), bertempat di Pesantren Miftahul Huda, Kroya, Cilacap.

Kegiatan yang bertajuk menulis kebaikan, menyuarakan kepedulian ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas penulisan konten dakwah filantropi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Dalam kegiatan tersebut, para kader diberikan pemahaman mengenai definisi, urgensi, etika, hingga praktik jurnalistik filantropi yang berdampak. Narasumber dari PBNU, Pimpinan dan jurnalis NU Online, Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PP LAZISNU), hingga jurnalis nasional Andy F Noya dihadirkan untuk memaparkan berbagai materi tersebut.

Host program Kick Andy itu juga berbagi pengalaman tentang bagaimana kekuatan media bisa mengubah hidup seseorang dan mengangkat cerita-cerita yang penuh kepedulian.

Andy F Noya Apresiasi Koin NU Drong Jurnalis NU Gaungkan Lebih Masif

Direktur NU Online Hamzah Sahal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi nu online di tingkat cabang. Dalam pemaparannya, Ia menyoroti tantangan besar dalam mengenalkan nilai-nilai Nahdlatul Ulama kepada generasi muda.

“Gen Z itu menurut saya adalah generasi yang tidak mengalami Gus Dur saat menjadi Presiden RI. Maka tugas kita hari ini adalah mengenalkan NU kepada mereka dengan cara yang sesuai zaman, salah satunya lewat media. Anak-anak muda harus berjamaah, berkhidmah, dan bersyiar lewat tulisan dan konten positif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya meneruskan perjuangan NU melalui tulisan dan konten digital agar tetap relevan di era modern dengan berpegang ada sanad kepenulisan.

“Sanad menulis kita harus jelas dan kuat, sesuai semboyan ‘Berislam Bersanad’, meski dilakukan secara online,” tegasnya.

Hamzah juga menyoroti peran penting LAZISNU sebagai lembaga filantropi yang kini telah menjadi gerakan pengumpul dana receh terbesar di Indonesia.

“LAZISNU hari ini bukan hanya pengumpul dana, tapi juga penggerak perubahan. Melalui tulisan-tulisan yang baik dan jujur, kita bisa membuktikan bahwa pengelolaan dana umat kita transparan dan menyentuh langsung masyarakat bawah,” pungkasnya.

Lewat workshop ini, NU Online menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor media berbasis nilai yang tidak hanya menyuarakan dakwah, tetapi juga menjadi ruang kolaboratif bagi para penulis muda NU untuk menyemai harapan dan aksi nyata bagi umat.

Reporter: Tabah Alamsyah, Ahmad Yani
Editor: Naila Sabiluna Kamil

Sejarah Singkat Lahirnya Nahdlatul Ulama

Sejarah Singkat Lahirnya Nahdlatul Ulama – Sejarah berdirinya NU (Nahdlatul Ulama) melalui proses panjang dan istikharoh para pendirinya yaitu KH Hasyim Ay’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah dan Kiai Bisri Syansuri serta Sayyid Alwi Abdul Aziz al Zamadghon yang akrab di sapa Kiai Mas Alwi adalah pemberi Nama Nahdlatul Ulama dan pencipta Lambang logo adalah Kiai Ridwan Abdullah.

Sesampainya santri As’ad (KHR As’ad Syamsul Arifin Situbondo) di pondok pesantren tebuireng, beliau menyampaikan tasbih kepada KH Hasyim Asy’ari sebagai amanah dari KH Cholil Bangkalan. Setelah beliau mengambilnya KH Hasyim Asy’ari bertanya kepada As’ad: ” Apakah ada pesan lain dari Bangkalan?”,spontan As’ad menjawab “Ya Jabbar, Ya Qohhar”, terucap sebanyak tiga kali. Setelah mendengarnya KH Hasyim Asy’ari menjawab: Allah SWT telah memperbolehkan kita mendirikan jam’iyyah”.

Cerita tersebut merupakan petunjuk berdirinya Nahdlatul Ulama, Sekitar tahun 1925 akhir kembali santri As’ad diutus oleh KH Cholil untuk mengantarkan tasbih lengkap dengan bacaan Asmaul Husna “Ya Jabbar, Ya Qohhar”, ke KH Hasyim Asy’ari. Selain itu sebelumnya As’ad juga pernah diamanahkan untuk memberikan tongkat lengkap dengan Ayat Al Qur’an Surat Thaha ayat 17:23 (menceritakan tentang Mukjizat Nabi Musa as) sekitar tahun 1924 akhir.

Atas petunjuk dan tanda tersebutlah lahirnya NU melalui proses panjang dari lahir dan batin yang tidak melalui perangkat formal seperti organisasi lain. Selain itu berdirinya NU merupakan rangkaian panjang dari perjuangan yang merupakan respon dari berbagai masalah keagamaan, peneguhan mazhab dan kebangsaan serta sosial masyarakat.

Namun sebelumnya, KH Wahab Chasbullah sekitar pertengahan tahun 1924 pernah juga mengagas berdirinya Nahdlatul Ulama yang langsung disampaikan ke KH Hasyim Asy’ari untuk meminta petunjuk. Namun saat itu Kiai Hasyim belum menyetujui sebelum beliau mendapatkan petunjuk dengan melakukan sholat istikharah kepada Allah SWT.

Baca Juga: Dowload Logo dan Atribut Lembaga Banom NU disini

KOMITE HIJAZ

Cikal bakal lahirnya NU berasal dari sejarah adanya Komite Hijaz. Masalah keagamaan pada saat itu dihadapi para ulama terutama dikalangan pesantren saat pemerintahan Arab Saudi ingin melalukan pembongkaran makam Nabi Muhammad SAW yang menjadi tujuan ziarah ummat muslim seluruh dunia yang dianggap bid’ah. Selain itu mereka memberlakukan dan menerapkan Wahabi sebagai mazhab resmi pemerintahan dan menolak mazhab selain tersebut.

Atas kebijakan tersebut membuat para ulama dikalangan pesantren gelisah terutama KH Wahab Chasbullah yang bergerak cepat dan membawa masalah ini dalam forum CCC (Centraal Comite Chilafat, 1921) yang mendesak pemerintahan Arab Saudi untuk melindungi kebebasan bermazhab. Sampai akhirnya Kiai Wahab telah melakukan diplomasi kepada beberapa tokoh CCC terkait kebijakan tersebut namun selalu berakhir dengan kekecewaan.

Atas dasar tersebut akhirnya Kiai Abdul Wahab Chasbullah melalukan langkah sendiri dengan membentuk panitia yang kita kenal dengan Komite Hijaz yang nantinya akan membawa kebijakan tersebut ke forum Muktamar CCC di Mekkah tahun 1926, atas restu KH Hasyim Asy’ari. Selanjutnya panitia Komite Hijaz mengadakan pertemuan ulama yang dipimpin langsung oleh KH Hasyim Asy’ari di Kertopaten, Surabaya. Dengan hasil menunjuk KH Raden Asnawi Kudus sebagai perwakilan delegasi Komite Hijaz.

Namun dalam perkumpulan tersebut timbul pertanyaan dari Kiai Asnawi Kudus yaitu atas nama siapa atau institusi apa yang akan membawa Kiai Asnawi dalam pertemuan forum CCC tersebut. Setelah perdebatan panjang KH Mas Alwi bin Abdul Azis mengusulkan nama Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai institusi yang membawa Kiai Asnawi dalam delegesai tersebut, Pada 16 Rajab 1344 H bertepatan 31 Januari 1926 M maka lahirlah Nahdlatul Ulama.

Dikembangkan Melalui Lembaga, Kader Fatayat NU Punya Segudang Talenta

KEBUMEN, NU OKe – Talenta atau bakat kader Fatayat di kabupaten berslogan Beriman ini cukup banyak mulai dari da’iyah, hafidzoh, hingga qori’ah. Bahkan segudang talenta lainnya terdapat penggerak dan pelopor dalam berbagai hal. Bakat-bakat itu pun kini diwadahi lembaga yang kepengurusannya dilantik di Gedung Cynema SMK Ma’arif 1 Kebumen pada Sabtu (13/07/2024).

Masing-masing lembaga itu yakni Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) yang dipimpin Nangimah, Ikatan Hafidzoh Fatayat (IHF) dinahkodai Zakiyah Hasanah, Ikatan Qori’ah Fatayat (Iqof) dipimpin Siti Badi’atul Firdaus, dan Garda Fatayat (Garfa) dinahkodai Siti Nur Khasanah. Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan serah terima dari Detasemen Wanita Banser (Denwatser) ke Garfa.

Menurut Ketua PC Fatayat NU Kebumen Hj Mardiyah, lembaga-lembaga tersebut baru pertama kali dibentuk dan dilantik di Kebumen. Ke depannya diharapkan bisa semakin mengembangkan talenta dari para kader Fatayat untuk menjadi da’iyah, hafidzoh, qori’ah serta sebagai penggerak dan pelopor yang andal. Di samping itu membawa keberkahan serta mewujudkan Fatayat yang bermartabat dan bermanfaat bagi umat.

“Agenda ini kami adakan untuk mensyiarkan bahwa di Fatayat ada lembaga-lembaga pengembangan talenta seperti Fordaf, IHF, dan Iqof. Karena lembaga-lembaga tersebut baru ada di Kebumen tahun ini dan sudah ada di Pimpinan Pusat Fatayat, sehingga diharapkan yang belum bergabung dengan Fatayat akan tertarik untuk ikut nantinya,” ungkap Mardiyah.

BERSEMANGAT : Kader Fatayat bersemangat usai serah terima dari Denwatser ke Garfa di sela-sela pelantikan pengurus Fordaf, IHF, Iqof dan Garfa di Gedung Cynema SMK Ma’arif 1 Kebumen pada Sabtu (13/07/2024).

Ada Pelatihan

Lebih lanjut Mardiyah menambahkan, target dari masing-masing lembaga akan cepat tercapai dengan adanya kepengurusan yang kompeten di bidangnya. Seperti halnya para personel yang mengisi lembaga-lembaga tersebut. Diketahui Siti Badi’atul Firdaus merupakan qori’ah nasional, Nangimah dikenal dengan da’iyah berbakat serta Zakiah Hasanah fasih menghafal Alquran.

Begitu pula Siti Nur Khasanah yang diketahui sebagai salah satu penggerak dan pelopor keterlibatan Fatayat NU dalam program-program sosial, budaya, kemanusiaan, pembangunan, perdamaian, toleransi, harmoni, serta anti-kekerasan. Selain melantik kepengurusan, masing-masing lembaga juga merencanakan kegiatan seperti pelatihan, halaqoh dan lomba-lomba.

“Nanti juga ada pelatihannya di setiap lembaga, agar kita selalu punya stok da’iyah, hafidzoh dan qori’ah ke depannya. Yang pasti, kita selalu berusaha lii’lai kalimatillah agar mendapat ridho-Nya,” tutur Mardiyah.

Sejumlah talenta yang dimiliki kader Fatayat pun ditunjukkan dalam pelaksanaan pelantikan tersebut hingga membuat hadirin terkesima. Hadir secara langsung Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Imam Satibi, Ketua GP Ansor Kebumen Mudzakir, Kasadkorcab Banser Kebumen Mas’ud Ali, jajaran PC Fatayat NU Kebumen, serta kepengurusan lembaga yang dilantik. (Arif)

Peringati 10 Muharram, PCNU Santuni 198 Anak Yatim

KEBUMEN, NU OKe – Momentum 10 Muharram dimanfaatkan PCNU Kebumen dengan menyantuni anak yatim, Minggu (14/7/2024). Kegiatan di Aula SMK Ma’arif 1 Kebumen itu diikuti sebanyak 198 anak yatim yang tersebar di sejumlah MWC NU, di antaranya Buluspesantren, Buayan, Pejagoan, Prembun, Sadang dan Kecamatan Kebumen.

Ketua PCNU Kebumen Dr Imam Satibi yang secara simbolis menyerahkan santunan berharap agar kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin. Tidak hanya saat Muharram saja. Mengingat, pemberian santunan itu cukup membantu anak yatim yang diketahui masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif.

“Program dari LAZISNU ini perlu direalisasikan melalui UPZISNU di tingkat MWC secara berkelanjutan. Dan ke depan akan dibangun klinik kesehatan. Kami juga mengajak untuk bersama-sama membesarkan KBIH PCNU Kebumen,” kata Imam.

ANTUSIAS : Peserta antusias mengikuti rangkaian peringatan Tahun Baru Hijriyah yang diisi santunan anak yatim di SMK Ma’arif 1 Kebumen, Minggu (14/7/2024).

Uang dan Tas

Kegiatan yang dirangkai peringatan Tahun Baru Hijriyah 1446 pun diisi tasyakuran haji dari KBIH PCNU Kebumen. Doa tahlil dikumandangkan dengan diiringi solawat. Tampak larut dalam lantunan doa dan solawat jajaran PCNU, LAZISNU, UPZISNU dan jamaah haji yang dibimbing KBIH PCNU Kebumen. Tidak ketinggalan dari MWC NU yang mendampingi para penerima santunan.

Ketua Panitia Agus Nur Soleh MPdI mengatakan, santunan tersebut menjadi bagian kepedulian NU dalam memberikan pelayanan terhadap umat. Sumber dananya hasil penggalangan PCNU melalui LAZISNU sebesar Rp 16,1 juta, Kemang Rp 5 juta dan UPZISNU MWC sebesar Rp 22,6 juta, sehingga totalnya Rp 43,7 juta.

“Dari besaran santunannya mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kali ini diberikan berupa uang dan tas sekolah,” ucap Agus yang Wakil Ketua PCNU Kebumen sembari menyampaikan terima kasih kepada para donatur. (Arif)

Konfercam MWC NU Sadang Aklamasi Pilih Abu Muhsin

SADANG, pcnukebumen.or.id – Konferensi Kecamatan (Konfercam) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sadang, Kabupaten Kebumen Ke-5 tanpa kandidat yang muncul sejak awal. Forum tertinggi di tingkat kecamatan itu baru muncul nama saat sesi pemilihan Ketua Tanfidziyah yang dilaksanakan di Gedung MWC NU Sadang pada Sabtu (13/7/2024).

“Memang tidak ada kandidat ketua. Dua nama baru muncul saat diusulkan ranting-ranting yang kemudian dipilih secara aklamasi karena ketika proses pencarian kandidasi, satu nama tidak memenuhi syarat,” ungkap salah satu Pengurus MWC NU Sadang demisioner, Budi Purwanto.

Dua nama yang muncul itu yakni Sutrisno SPdI atau Imam Muhibin dan Drs Abu Muhsin. Menurut Budi yang Bendahara MWC NU Sadang, Imam Muhibin diketahui tidak memenuhi syarat sebagai kandidat atau calon karena hanya diusulkan oleh satu ranting. Sedangkan syarat untuk menjadi calon minimal diusulkan dua ranting.

Alhasil, lanjut Budi, satu nama lainnya, Abu Muhsin yang diusulkan enam ranting dari tujuh ranting yang ada di MWC NU Sadang, dipilih secara aklamasi. Abu Muhsin yang kesehariannya menjadi Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Jojogan, Desa Seboro itu mendampingi Rais Syuriyah Kiai Ahmad Zainudin yang dipilih oleh ahlul halli wal aqdi (Ahwa) dalam Konfercam tersebut.

ANTUSIAS : Perwakilan ranting antusias mengikuti Konfercam di Gedung MWC NU Sadang pada Sabtu (13/7/2024).

Peningkatan Gennuk

Untuk Kiai Zainudin diketahui menjabat periode kedua sebagai Rais Syuriyah MWC NU Sadang. Adapun Abu Muhsin yang sebelumnya sebagai Katib, baru menjabat Ketua Tanfidziyah periode pertama untuk masa khidmat 2024 – 2029. Ia menggantikan Mundirin yang sebelumnya menjalani proses penggantian antar waktu (PAW) dengan melanjutkan kepemimpinan Kiai Ahmad Mutasir Munir karena meninggal dunia.

Menyusul hasil Konfercam tersebut akan ditindaklanjuti tim formatur dengan melengkapi kepengurusan MWC NU. Budi menyebut pesan dari PCNU Kebumen yang memberi batas waktu selama satu bulan untuk melengkapi kepengurusan MWC NU untuk periode lima tahun mendatang.

Dalam kesempatan tersebut dihadiri Wakil Ketua PCNU Kebumen Agus Nur Soleh yang bertindak sebagai pemimpin sidang. Sementara itu, Abu Muhsin yang terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Sadang berharap agar NU di wilayah yang dipimpinnya lebih baik lagi. Terutama dalam peningkatan gerakan koin NU Kebumen (Gennuk).

“Mudah-mudahan ke depan ada peningkatan dan lebih baik lagi,” tutur Abu Muhsin didampingi Ketua Panitia Konfercam Ke-5 Sutrisno dan Sekretaris Panitia Syafaat. (Atif)

Susunan Lengkap Kepengurusan PCNU Kebumen 2024-2029

Susunan Lengkap Kepengurusan PCNU Kebumen 2024-2029 – pcnukebumen.or.id, Susunan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kebumen masa khidmat 2024-2029 telah resmi diumumkan dengan turunnya Surat Keputusan (SK) dari PBNU dengan Nomor: 360/PB.01/A.II.01.45/99/07/2024 tertanggal Rabu (10/07/2024).

Berikut ini susunan lengkap pengurus PCNU Kebumen 2024-2029 terdiri dari Mustasyar (Dewan Penasehat), Syuriyah, A’wan (Dewan Pakar) dan pengurus harian tanfidziyah:

Download : SK Kepengurusan PCNU Kebumen 2024 – 2029

SUSUNAN PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA KEBUMEN MASA KHIDMAT 2024 – 2029

MUSTASYAR

  • KH. Nasrulloh Zuhrie
  • KH. R. Rohmat An-Nashih
  • KH. Moch. Tahrir Masror, BA.
  • KH. Ismail Abdurahman
  • Habib Hasan Al-Attas
  • KH. Imam Djurdjani Khasbulloh
  • K. R. Slamet Mukhtarullah
  • KH. Abu Said

SYURIYAH

  • Rais : KH. Afifudin Al Hasani
  • Wakil Rais : KH. Bachri Asngari
  • Wakil Rais : KH. Masdar Alifudin
  • Wakil Rais : KH. M. Nashirudin Al Mansur
  • Wakil Rais : KH. Ahmad Nursodik
  • Wakil Rais : KH. Ahmad Adib Amrullah, Lc.
  • Wakil Rais : KH. Muntaha Mahfudz
  • Wakil Rais : KH. Ahmad Sunhaji
  • Wakil Rais : KH. Ali Mu’in, Lc., M.Pd.I.
  • Wakil Rais : Drs. KH. Dawamuddin Masdar, M.Ag.
  • Wakil Rais : Drs. KH. Ashari, M.Pd.I.
  • Wakil Rais : KH. Kifayatul Adzkiya

KATIB SYURIYAH

  • Katib : KH. Fauzin Jamil, M.Pd.I
  • Wakil Katib : K. Nurtofik, S.Ag.
  • Wakil Katib : Dr. Fauzi Al Muhtad, S.Ag., M.Ag.
  • Wakil Katib : Abdul Kharis Mafachir, S.Pd.I., M.Pd.I
  • Wakil Katib : H. Mufti Pakerti Walytama, Lc.

A’WAN

  • Drs. KH. Bambang Sucipto, M.Pd.I
  • KH. Abdusshomad, BA.
  • KH. Ahmad Nasrulloh
  • K. Hakim Musyaffa
  • Dr. H. Makruf Widodo, S.Ag., M.Pd.I
  • H. Zaeni Miftah
  • H. Wahid Mulyadi
  • H. Yusuf Murtiono
  • K. Yasirudin
  • KH. Yusuf Subagyono
  • KH. Amir Misbah
  • KH. Mustangin Al Mansur

TANFIDZIYAH

  • Ketua : Dr. H. Imam Satibi, S.Ag., M.Pd.I.
  • Wakil Ketua : KH. Fatkhurohman, S.Ag., M.Pd.
  • Wakil Ketua : Agus Nur Soleh, M.Pd.
  • Wakil Ketua : H. Edi Riyanto, ST., MT.
  • Wakil Ketua : Budi Santosa, M.Pd.
  • Wakil Ketua : H. Taukhid Alamsyah, SE., M.Sy.
  • Wakil Ketua : K. Munjid Al Hakim, S.HI.
  • Wakil Ketua : Drs. H. Agan Suhari, SE.
  • Wakil Ketua : K. Fachrudin Achmad
  • Sekretaris : H. Muhiban, S.Ag., M.Pd.I.
  • Wakil Sekretaris : Fikria Najitama, M.Si.
  • Wakil Sekretaris : Ahmad Hadi Ismanto, S.Pd.
  • Wakil Sekretaris : KH. Fahrudin, S.Pd.I., M.Pd.I.
  • Wakil Sekretaris : Muhdir, S.Pd.I., M.Pd.I
  • Wakil Sekretaris : Muhammad Ma’mun, S.Pd.I.
  • Wakil Sekretaris : Hidayat Aji Pambudi, M.Pd.
  • Bendahara : H. Muhtadin
  • Wakil Bendahara : H. Muhsinul Mubarok, M.Si.
  • Wakil Bendahara : Mohamad Chasib, S.Pd.I., M.Pd.I.

Baca Juga : Ini Dia Pengurus PCNU Kebumen Masa Khidmat 2024 – 2029

Ini Dia Pengurus PCNU Kebumen Masa Khidmat 2024 – 2029

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen masa khidmat 2024 – 2029 telah disahkan oleh PBNU melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 360/PB.01/A.II.01.45/99/07/2024. SK tertanggal 4 Muharam 1446 H / 10 Juli 2024 M itu ditandatangi oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal Drs H Saifullah Yusuf.

Terbitnya SK tersebut menyusul hasil Konferensi Cabang (Konfercab) pada 25 – 26 Mei 2024 yang terpilih KH Afifudin Al Hasani sebagai Rais Syuriyah dan Dr Imam Satibi MPdI menjadi Ketua Tanfidziyah. KH Afifudin dalam kepengurusan kali ini menduduki Rais Syuriyah untuk periode kedua, sedangkan Imam Satibi baru menjabat periode pertama menggantikan KH Drs Dawamuddin Masdar MAg.

Adapun KH Dawamuddin dalam kepengurusan sekarang masuk jajaran Syuriyah sebagai Wakil Rais bersama 10 tokoh lainnya. Salah satunya KH Ali Mu’in Lc MPdI yang sama-sama menjadi kandidat Ketua Tanfidziyah saat Konfercab di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu Kebumen dan dimenangkan oleh Imam Satibi.

“Alhamdulillah SK PBNU tentang pengesahan PCNU Kebumen sudah terbit. Kepengurusan PCNU Kebumen ini sudah melalui proses ketentuan Peraturan Perkumpulan PBNU. SOP (standar operasional prosedur) dan persyaratan sudah kita penuhi, sehingga proses SK dapat tepat waktu sesuai ketentuan yang dibatasi,” ungkap Imam Satibi yang Rektor UMNU Kebumen itu.

Berikut susunan lengkap pengurus PCNU Kebumen berdasarkan SK PBNU Nomor 360/PB.01/A.II.01.45/99/07/2024 tertanggal 4 Muharam 1446 H / 10 Juli 2024 yang terdiri atas Mustasyar (Dewan Penasihat), Syuriyah, Katib, A’wan (Dewan Pakar), Tanfidziyah, Sekretaris, dan Bendahara :

Komposisi dan Personalia PCNU Kabupaten Kebumen Masa Khidmat 2024- 2029

Mustasyar
KH Nasrulloh Zuhrie
KH R Rohmat An-Nashih
KH Moch Tachrir Masror BA
KH Ismail Abdurahman
Habib Hasan Al Attas
KH Djurdjani Khasbulloh
K R Slamet Mukhtarullah
KH Abu Said

Syuriyah
Rais : KH Afifudin Al Hasani
Wakil Rais : KH Bachri Asngari
Wakil Rais : KH Masdar Alifudin
Wakil Rais : KH M Nashiruddin Al Mansur
Wakil Rais : KH Ahmad Nursodik
Wakil Rais : KH Ahmad Adib Amrullah Lc
Wakil Rais : KH Muntaha Mahfudz
Wakil Rais : KH Ahmad Sunhaji
Wakil Rais : KH Ali Mu’in Lc MPdI
Wakil Rais : KH Drs Dawamuddin Masdar MAg
Wakil Rais : KH Drs Ashari MPdI
Wakil Rais : KH Kifayatul Adzkiya

Katib
Ketua : KH Fauzin Jamil MPdI
Wakil Katib : K Nur Tofik SAg
Wakil Katib : Dr Fauzi Al Muhtad SAg MAg
Wakil Katib : Abdul Kharis Mafachir SPdI MPdI
Wakil Katib : H Mufti Pakerti Walytama Lc

A’wan
KH Drs Bambang Sucipto MPdI
KH Abdus Shomad BA
KH Ahmad Nasrulloh
K Hakim Musyaffa
Dr H Makruf Widodo SAg MPdI
H Zaeni Miftah
H Wahid Mulyadi
H Yusuf Murtiono
K Yasirudin
KH Yusuf Subagyono
KH Amir Misbah
KH Mustangin Al Mansur

Tanfidziyah
Ketua : Dr Imam Satibi MPdI
Wakil Ketua : KH Fatkhurohman SAg MPd
Wakil Ketua : Agus Nur Soleh MPd
Wakil Ketua : H Edi Riyanto ST MT
Wakil Ketua : Budi santoso SPd
Wakil Ketua : H Taukhid Alamsyah SE MSy
Wakil Ketua : K Munjid Al Hakim SHI
Wakil Ketua : Drs H Agan Suhari SE
Wakil Ketua : K Fachrudin Achmad

Sekretaris : H Muhiban SAg MPdI
Wakil Sekretaris : Fikria Najitama MSi
Wakil Sekretaris : Ahmad Hadi Ismanto SPd
Wakil Sekretaris : KH Fahrudin SPdI MPdI
Wakil Sekretaris : Muhdir SPdI MPdI
Wakil Sekretaris : Muhammad Ma’mun SPdI
Wakil Sekretaris : Hidayat Aji Pambudi MPd

Bendahara : H Muhtadin
Wakil Bendahara : H Muhsinul Mubarok MSi
Wakil Bendahara : Muhamad Chasib SPdI MPd (Atif)

Download Logo KONFERCAB XV NU Kebumen 2024, Cdr, Png

Kebumen, pcnukebumen.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kebumen (PCNU) akan menggelar Konfrensi Cabang XV (KONFERCAB) yang akan digelar pada 25 – 26 Mei 2024 di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu. Konfercab ini akan diikuti seluruh pengurus NU dari tingkat ranting (Desa/Kelurahan) dan Pengurus MWC (Majelis Wakil Cabang) tingkat kecamatan se-Kabupaten Kebumen.

Hasil dari rapat pleno pengurus menandai panitia telah meluncurkan logo KONFERCAB di Gedung SMK Ma’arif 1 Kebumen pada Rabu (27/12/2023). Bukan hanya sekedar logo dan simbol kegiatan, logo ini memiliki makna dan filosofi yang menandai bahwa Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kebumen telah dilaksanakan yang ke 15.

Filosofi Logo

Lima Belas tertulis dengan angka arab menunjukkan makna kongkret bahwa Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kebumen Tahun 2023 adalah yang ke-15 dihitung sejak berdirinya pada tahun 1936 M. Hal ini juga mengandung pesan semua warga NU tidak boleh melupakan sejarah perjuangan para Ulama yang telah menghidupkan NU, sejak berdirinya hingga sekarang. Angka 15 juga bermakna dwitunggal, dimana kekuatan besar NU karena menyatunya warga dan pengurus NU, antara Kyai dan Santri, Antara Imam dan Makmum, Antara Ulama dan Umara, Antara Kaum Intelektual Pesantren dan Intelektual Kampus.

Gubahan tulisan arab angka satu merupakan makna simbolis dari satu tekad, satu semangat, satu prinsip bahwa Konfercab NU diniati hanya karena Allah semata untuk berikhtiar menyatukan semua kekuatan Sumber Daya Manusia NU Kabupaten Kebumen bersatu padu membesarkan NU. Sedangkan warna hijau pada angka satu merupakan spirit memakmurkan warga Nahdhatul Ulama di Kabupaten Kebumen.

Baca Juga: Konfercab PCNU Kebumen Bakal Digelar di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu

Gubahan tulisan arab angka lima yang berbentuk hati bermakna rahmah atau kasih sayang. Rahmah juga menjadi motto yang merupakan akronim dari lima kata: Ramah, Amanah, Harmonis, Moderat, Adaptif, dan Humanis. Dengan penjabaran makna yaitu
Konferensi harus dilaksanakan secara Ramah menebarkan suasana menyenangkan dan murah senyum (tabassum), Konferensi dilaksanakan dengan Amanah (akuntabel), Konferensi dilaksanakan dengan Harmonis (penuh rasa persaudaraan), Konferensi dilaksanakan dengan mengutamakan sikap Moderat (tasamuh/saling menghargai dan menghormati), Konferensi dilaksanakan secara Adaptif (menyesuaikan dengan perkembangan zaman era transformasi digital), dan Konferensi harus Humanis (manusiawi). Warna kuning memberikan makna menyongsong masa keemasan NU Kebumen ilaa yaumil qiyamah.

Download Logo KONFERCAB XV NU Kebumen Klik Disini