
KEBUMEN, NUOKe – Ramadhan 1446 H menggunakan satu jadwal Imsakiyah yang berlaku Se-Kebumen. Jadwal tersebut telah didesain dengan menampilkan foto Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifudin Al Hasani dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Dr Imam Satibi yang pada tengah atasnya terdapat logo NU.
Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kebumen, Dr Maryanto mengemukakan, satu jadwal Imsakiyah itu sudah mencakup dari ujung Timur sampai ujung Barat Kebumen. Perhitungannya melalui pembahasan antara Kemenag, MUI, Lembaga Falakiyah PCNU Kebumen dan pihak terkait lainnya yang dipandu oleh Ma’rufin Sudibyo selaku Pakar Ilmu Falak Kementerian Agama RI sekaligus Anggota Lajnah Falakiyah PBNU.
“Satu jadwal Imsakiyah dibuat atas hasil kesepakatan bersama agar tidak membingungkan masyarakat,” kata Maryanto, Minggu (23/2/2025).
Di lingkup PCNU Kebumen, jadwal Imsakiyah itu tengah dicetak dan segera disebarkan ke ranting-ranting. Dari jadwal yang ada selama 30 hari Puasa, waktu Imsak maupun Maghrib diketahui tidak ajek. Imsak pada Puasa pertama tertera pukul 04.21 sampai 3 Maret, sedangkan hari berikutnya sampai 22 Maret, tercantum pukul 04.22. Kemudian kembali ke pukul 04.21 saat Puasa ke-23 hingga akhir Ramadhan pada 30 Maret 2025.
Gerak Matahari
Maryanto yang Kaprodi MPI Pascasarjana IAINU Kebumen itu menjelaskan, perubahan waktu dalam jadwal Imsakiyah itu berdasarkan gerak matahari. Untuk Buka Puasa yang bersamaan dengan waktu Maghrib pun demikian.
Pada awal Ramadan yang menunjukkan waktu Maghrib pukul 18.06, pada Puasa ke-2 sampai 4 berubah menjadi pukul 18.05. Kemudian perdua hari berkurang 1 menit hingga 12 Maret yang menjadi pukul 18.01. Pada 13 Maret sampai pertengahan Puasa pada 15 Maret tercatat pukul 18.00. Selanjutnya berkurang 3 menit hingga Puasa ke-20 dan 21. Kemudian pada 22 Maret, waktu Maghrib menunjukkan pukul 17.56.
Berikutnya masih perdua hari berkurang. Masing-masing satu menit hingga akhir Ramadhan pada 29 dan 30 Maret menjadi pukul 17.52. Kendati sudah dibuat jadwal sejak awal Puasa yang menunjukkan awal Ramadhan, namun untuk penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1446 H tetap menunggu keputusan Menteri Agama RI.
Sementara itu, Lembaga Falakiyah PCNU Kebumen juga terus mengedukasi Tamir Masjid dan Mushola untuk menggunakan jam digital yang sudah teruji. Maryanto mengaku akan memanfaatkan moment Safari Ramadhan yang dilaksanakan PCNU Kebumen pada Minggu ke-2 Puasa. “Selama ini memang sudah punya (jam digital), tetapi ada yang akurat dan ada yang tidak, sehingga perlu dikoreksi,” imbuh Maryanto. (*)