
KEBUMEN, NU OKe – Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PAC Pergunu) Kecamatan Sempor, Kebumen, mengunjungi Pondok Pesantren Syaikhona Moh Kholil, yang lebih tenar dengan nama Syaikhona Kholil Bangkalan, Madura pada Rabu (28/12/2024).
Kunjungan ini menjadi moment penting untuk mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan pesantren dalam upaya memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Rombongan Pergunu Sempor yang dipimpin Ustadzah Khotimatun disambut hangat oleh pengasuh dan para santri pondok pesantren setempat. Tampak pula Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pergunu Bangkalan, Mohammad Wasil dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan, KH Makki Nasir, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil.
Ustadzah Khotimatun memberikan sambutan pertama sebagai perwakilan rombongan yang diterima di ruang pertemuan pondok pesantren kenamaan tersebut.
“Kunjungan kami ke Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan ini menjadi semangat baru bagi Pergunu Sempor dalam melakukan pergerakan, pengembangan dan pengamalan ajaran Ahlussunah Wal Jamaah NU,” ujar Ustadzah Khotimatun.
KH Makki Nasir mengapresiasi Pergunu Sempor yang melakukan kunjungan dan bersilaturahim ke Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan. Terutama dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah.
Memajukan Pendidikan

“Ini menunjukkan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan yang berlandaskan keilmuan, keislaman, dan kebangsaan,” ujar KH Makki Nasir.
Lebih lanjut, figur dan keilmuan Syaikhona Kholil diketahui sebagai cikal bakal berdirinya NU. Hal itu pun menjadi semangat bagi Pergunu dalam mengembangkan ajaran Ahlussunah Wal Jamaah. Di mana Syaikhona Kholil merupakan guru dari Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.
KH Makki Nasir yang cicit dari Syaikhona Kholil ini juga menyampaikan terkait pemberdayaan santri di era digitalisasi melalui kegiatan produktif. Tentunya, kata KH Makki Nasir, para santri harus mampu memfilter hal-hal yang baik di internet, agar bisa membawa manfaat serta nilai tambah bagi santri.
Dalam kesempatan itu juga diisi diskusi interaktif yang diawali pemaparan dari Penasihat Pergunu Sempor Ustadz Agus Samhudi terkait peran pondok pesantren dalam menghadapi tantangan globalisasi serta penguatan Aswaja dan Sejarah NU. Diskusi dalam suasana penuh keakraban itu pun cukup gayeng.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan cinderamata dari Ketua PAC Pergunu Kecamatan Sempor Ustadzah Khotimatun kepada Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil, KH Makki Nasir sebagai simbol silaturahmi dan persahabatan.
“Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam lingkungan pesantren,” tutur Ustadz Agus Samhudi. (Anjar)