
KLIRONG, pcnukebumen.or.id – Sebanyak 40 peserta dari sejumlah daerah, meliputi Cimahi Jawa Barat, Kebumen, Purworejo dan Banjarnegara, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan akupuntur dan pendalaman bekam di SMK Maarif 9 Klirong, Kebumen, Minggu (23/7/2024). Pelatihan lanjutan yang dikenal dengan terapi tusuk jarum tersebut untuk memperkuat ideologi Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).
Menurut Perwakilan PCNU Kebumen Agus Nur Sholeh, pelatihan yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (PC JRA) Laskar Sidakarsa Kabupaten Kebumen itu tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan semata berupa akupuntur, bekam dan pijat.
“Ini juga sebagai wadah untuk memperkuat ideologi Aswaja,” kata Agus yang meninjau jalannya pelatihan dengan pemateri dari Divisi Thibbun Nabawi Pengurus Wilayah (PW) JRA Jawa Tengah itu.
Pihaknya mengapresiasi kegiatan yang diisi teori dan praktik tersebut. Selain praktik akupuntur dan bekam, juga terdapat pijat serta doa-doa yang diberikan oleh pemateri andal. Para peserta yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya pun kian mahir saat praktik tersebut. Menurut Agus, hal itu sebagai salah satu kekuatan dalam berhitmah di Nahdlatul Ulama (NU).

Tingkatkan Kualitas
Sementara itu, Ketua PC JRA Laskar Sidakarsa Kebumen Muhammad Faozi Abdul Aziz mengemukakan, pelatihan tersebut memang lanjutan dari sebelumnya. Mereka yang memgikuti kali ini pun sudah disebut sebagai praktisi. Bahkan beberapa peserta di antaranya telah melakukan praktik akupuntur, bekam dan pijat di wilayahnya.
“Jadi, pelatihan akupuntur dan pendalaman bekam ini untuk meningkatkan kualitas para praktisi yang sudah pernah mengikuti pelatihan sebelumnya,” ucap Faozi.
Ketua Panitia Sawin Ahmad Chudori menambahkan, pelatihan akupuntur dan bekam ini tergolong baru di Kebumen. Para peserta tampak mengikuti dengan antusias. Termasuk peserta dari luar Kebumen yang datang lebih awal sebelum acara dimulai pukul 08.00. Pelatihan yang berlangsung selama sehari itu juga menggandeng Bahtera Supranatural yang mengeluarkan sertifikat bagi para peserta.
Diharapkan pelayanan kesehatan melalui akupuntur dan bekam bisa disebarluaskan kepada masyarakat serta dipasarkan untuk peningkatan ekonomi para praktisi. Meskipun, tutur Sawin, dalam pemberian pelayanan tersebut ditekankan tidak mengharapkan imbalan kepada pasien. (Admin5)