
KEBUMEN, NU OKe – Wacana pemekaran Jawa Tengah tidak luput dari pembahasan dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) 1 PCNU Kebumen pada Sabtu (8/2/2024). Dari hasil pembahasan melalui komisi yang ada, PCNU Kebumen mendukung pembentukan Provinsi Jawa Selatan (Jasela) yang beribukota Kebumen.
Dukungan tersebut tercantum pada salah satu rekomendasi eksternal yang dibacakan dalam pleno. Hasil pembahasan lainnya juga memuat dorongan kepada pemerintah kabupaten Kebumen melakukan inisiasi pembangunan kawasan di wilayah aglomerasi atau kawasan Jawa Tengah Selatan.
“Idealnya (Muskercab) memang dilaksanakan setelah kepengurusan terbentuk. Namun karena pilkada dan beberapa hal lainnya, Muskercab baru terlaksana saat ini,” kata Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr Imam Satibi usai menerima hasil Muskercab di aula kantor setempat.
Hasil musyawarah tersebut diserahkan langsung oleh Katib Syuriyah PCNU Kebumen KH Fauzin Jamil MPdI. Prosesnya melalui sidang komisi-komisi, meliputi Komisi A tentang Program Kerja Lembaga, Komisi B tentang Rekomendasi dan Organisasi serta Komisi C tentang Tata Kelola Bahtsul Masail dan Program Syuriyah. Selanjutnya dibacakan rekomendasi dalam pleno yang dipandu Wakil Katib Syuriyah PCNU Kebumen Dr Fauzi Al Muhtad.
Sabar dan Ikhlas

Dalam Muskercab itu dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Mukhsimul Mubarok SPd MSi. Hadir sejumlah pejabat, baik sipil maupun militer. Tampak Ketua DPRD Kebumen Saman Halim Nurrohman dan perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kebumen.
Sebelum Muskercab, Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Al Hasani melantik pengurus lembaga. Ada sebanyak 18 lembaga di bawah naungan PCNU Kebumen. Terdiri atas Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU, Lembaga Perekonomian (LPNU), Lembaga Pengembangan Pertanian (LPPNU), Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKKNU), serta Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU.
Kemudian Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBHNU), Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia (Lesmbumi) NU, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZISNU), Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWPNU), Lembaga Bahtsul Masail (LBMNU), Lembaga Ta’mir Masjid (LTMNU), Lembaga Kesehatan (LKNU), Lembaga Falakiyah (LFNU), Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTNNU), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU dan Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh (KBHU) NU.
KH Afifuddin menekankan kepada pengurus lembaga yang dilantik untuk berani menghadapi tantangan serta sabar dan ikhlas dalam berkhidmat di NU. (*)