KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Istighotsah menyongsong satu abad NU di halaman kantor PCNU Kebumen berlangsung khusuk, Sabtu (30/7/2022). Kegiatan doa bersama bertajuk “Mendigdayakan NU, Menjemput Abad Kedua dengan Kebangkitan Baru” itu berkumandang Indonesia Raya.
Lagu kebangsaan ciptaan WR Soepratman tersebut membawa kesan mendalam sekaligus menambah sakral kegiatan yang diberi nama Mujahadah dan Istighosah dalam rangka Tahun Baru 1444 Hijriyah itu. Bahkan kian larut dalam ghiroh saat dilanjutkan dengan menyanyikan mars Syubbanul Wathon.
Para peserta yang didominasi memakai sarung dan berpeci itu serentak berdiri sambil mengepalkan tangan ke muka. Sementara pelaksanaan Mujahadah dan Istighotsah dilakukan para peserta sembari duduk bersila.
“Kita tahu, NU punya andil besar terhadap Indonesia. Selain bertujuan membendung faham Salafi dan Wahabi, tujuan NU juga untuk merebut kemerdekaan dan mempertahankan RI,” kata Ketua PCNU Kebumen, KH Moh Dawamudin Masdar.
Betapa, lanjut Kiai Dawam, sapaan akrab KH Moh Dawamudin Masdar, Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy’ari) selalu menangis saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Lebih lanjut, kakek Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu juga sempat disowani Ir Soekarno terkait hari kemerdekaan RI, yang kemudian jatuh pada Jumat Manis, 9 Ramadan 1364 Hijriyah. Di mana hari bersejarah tersebut atas rekomendasi Pendiri NU KH Hasyim Asy’ari.
Mendigdayakan NU
“Ke depan, tantangan NU semakin berat. Dan Alhamdulillah NU Kebumen perkembangannya bagus. Tentu kita berharap UMNU dan IAINU ikut mendorong ke arah mendigdayakan NU, sebagaimana tema yang ada,” terang Kiai Dawam.
Tampak Rektor UMNU Imam Satibi dan Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama. Hadir pula kalangan dosen dua perguruan tinggi NU tersebut serta kepala sekolah dan guru di bawah PCLP Ma’arif Kebumen yang dipimpin Mahar Mugiono. Tidak ketinggalan para pengurus PCNU, lembaga dan Banom di lingkungan NU Kebumen.
Pelaksanaan Mujahadah dan Istigotsah itu diimami KH Tahrir Masror. Adapun doa dipimpin oleh tujuh kiai secara bergantian. Dimulai dari Kiai Tahrir, Kiai Dawam, KH Maskub, KH Khanifudin Wahid, KH Saeful Munir, KH Bahri Asy’ari dan KH Masdar Alifudin. Pembagiannya dilakukan oleh Wakil Sekretaris PCNU Kebumen Muhiban selaku pembawa acara.
Masih dikatakan Kiai Dawam, peringatan satu abad NU yang dimulai dengan Mujahadah dan Istigotsah ini akan berlangsung sampai 16 Rajab atau Februari 2023. PCNU Kebumen pun menggelar serangkaian kegiatan.
“Puncaknya akan diselenggarakan pertemuan akbar Se-Indonesia di Gelora Bung Karno. Sedangkan Ketua Harlah NU adalah Bapak Erik Tohir, yang juga Menteri BUMN,” imbuh Kiai Dawam.
Usai doa yang dipimpin tujuh kiai secara bergantian, selanjutnya disiapkan sembilan tumpeng untuk disantap bersama-sama. Tumpeng dengan wadah tampah itu masing-masing berisi nasi, ingkung (ayam panggang), aneka lauk pauk serta kerupuk. (Admin5)
