

*********
KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Ketua PCNU Kebumen KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg mengisi ceramah saat Walimatul Ihtiram wal Tadim Masyayikh dan Khotmil Qur’an Santri Putra di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Desa Sumberadi, Kecamatan / Kabupaten Kebumen, Minggu (27/3) malam. Ceramah kedua itu setelah diisi oleh Doktor Nilzam Yahya MAg dari Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta.
Ribuan orang dari berbagai daerah membanjiri kegiatan di pondok pesantren yang diasuh oleh KH Afifuddin Chanif Al-Hasani, sekaligus Rois Syuriah PCNU Kebumen itu
Hadir secara langsung Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Eduar Hendri, Kapolres Kebumen AKBP Pitter Yonatama, Kajari Kebumen Fajar Kristawan, Sekda Ahmad Ujang Sugiono serta sejumlah pejabat pemkab. Tampak Staf Ahli Bupati Maskheni dan Kepala Disdik Kebumen Asep Nurdiana.
Tampak pula Rektor UMNU Imam Satibi, Rektor IAINU Fikria Najitama dan jajaran pengurus PCNU Kebumen dan MWC NU serta ranting Se-Kebumen. Suasana tampak hangat meski diiringi hujan deras yang menyelimuti wilayah setempat. Hadirin menyimak hingga usai pada dini hari.
Dalam ceramahnya, Kiai Dawam panggilan akrab KH Moh Dawamudin Masdar menyampaikan awal Ramadan ada potensi berbeda, yang harus disikapi dengan saling menghormati satu sama lain. “Awal Puasa bisa tanggal 2 atau 3 April. Andaikan terjadi perbedaan, mari toleransi dan saling menghormati,” tuturnya.
Kepada para pejabat yang hadir, Kiai Daman juga membeberkan kontribusi NU sejak sebelum kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan, yang terus menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
NKRI Harga Mati
“Jangan khawatirkan kesetiaan kepada Negara. Karena sebelum merdeka saja, KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) telah menyatakan kesetiaan kepada Indonesia dengan Presiden Ir Soekarno (saat belum ada Pemilu),” ungkapnya.
Kiai Dawam melanjutkan, para santri dan kiai juga berjuang paling depan dalam mengusir penjajah. Hingga seterusnya, kalangan pesantren identik dengan “NKRI Harga Mati”, yang kerap didengung-dengungkan dalam berbagai kesempatan.
Sementara itu, pejabat yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kebumen, memberi sambutan secara bergantian di panggung megah. “Sebentar lagi memasuki Ramadan. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam menjalankan tugas selama ini,” kata Bupati Arif.
Doktor Nilzam Yahya saat mengisi ceramah pertama menyampaikan pentingnya istiqomah (konsisten) dalam melakukan sesuatu tanpa pretensi apapun. Misalnya biar terkenal atau terlihat gagah dan ingin dihargai. Selain itu tetap bermanfaat bagi orang banyak dan berhidmat atau mengabdi kepada masyarakat, agama, bangsa dan negara.
Kiai Nilzam Yahya juga menyinggung munculnya media sosial dalam hand phone, seperti Facebook, Instagram dan Tiktok. Di mana keberadaannya kerap digunakan untuk membagikan berbagai konten dan gambar yang kurang bermnafaat.
“Saya melihat, semua aplikasi yang ada itu isinya hanya membanggakan diri kita sendiri. Tapi saya berharap semua amal sholeh yang kita lakukan benar-benar hanya karena Allah,” jelasnya. (Adm5)