Beranda Berita Kegiatan Lembaga Diskusi Lakpesdam Gayeng, Suaedy Ingatkan Anak Muda Harus Berinovasi

Diskusi Lakpesdam Gayeng, Suaedy Ingatkan Anak Muda Harus Berinovasi

0
Diskusi Lakpesdam Gayeng, Suaedy Ingatkan Anak Muda Harus Berinovasi

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Nahdlatul Ulama (NU) pada dasarnya sebagai pencipta budaya. Bahkan modelnya sudah ada sejak abad 13 di bumi Nusantara. Upacara-upacara ritual nonmahdhah atau muamalah pun banyak dijumpai hingga saat ini. Sedangkan nilai-nilai Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) sebagai ciri khas NU, kini telah menjadi wacana global.

Karena itu, kalangan muda NU harus berinovasi dan tampil dengan kreasi yang mengandung berbagai filosofi dan manfaat sosial. Baik dalam hal kohesi sosial (kemampuan untuk menyatu) maupun ketahanan sosial dengan bobot sama pada dunia nyata dan maya.

Hal tersebut dibeberkan Dekan Fakultas Islam Nusantara (FIN) UNUSIA Jakarta, Dr Ahmad Suaedy saat mengisi diskusi yang digelar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Kebumen di Kantor PCNU Kebumen, Selasa (10/5/2022).

Diskusi yang berlangsung gayeng bersama Sekretaris Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) PBNU itu bertajuk “Strategi Kebudayaan sebagai Upaya Membumikan Islam Nusantara”.

Menurut Suaedy, goresan NU yang sudah mendunia dan lekat dengan kekayaan budaya Nusantara itu penting untuk terus diangkat dalam konteks isu-isu global dan modern.

“Manfaatkan ritual khas kita untuk isu-isu seperti lingkungan hidup, pemerintahan yang bersih dan perubahan iklim. Kelihatannya itu memang tradisional, tapi punya misi global,” ucap Suaedy.

Hadir sejumlah aktivis NU, segenap jajaran Pengurus Lakpesdam PCNU Kebumen, Lesbumi NU Kebumen, LKK NU Kebumen, LTN NU Kebumen, Ansor Kebumen dan IPNU Kebumen.

Padi Organik

Tampak pula Dosen IAINU Kebumen Agus Salim Chamidi MPdI yang kandidat doktor dan Ketua KNPI Kebumen Saeful Anwar yang Anggota DPRD Kebumen.

Dalam diskusi hingga dini hari yang dipandu Sekretaris Lakpesdam PCNU Kebumen Ibnu Mualif itu juga mengemuka budidaya padi organik oleh kader NU Kebumen. Suaedy mengapresiasi sebagai salah satu langkah inovatif dengan melibatkan anak muda serta menerapkan teknologi. Di samping itu melestarikan budaya dan mengatasi kemiskinan.

Suaedy kemudian meminta kalangan muda NU memperkenalkan kepada dunia mengenai nilai-nilai Aswaja yang membuat Indonesia menjadi negara damai, toleran dan melindungi rakyatnya. Meski ia tidak menampik banyak kekurangan dari negara kita.

“Tapi jika dibandingkan negara-negara lain, kita bisa menjadi contoh yang lebih baik,” tandas Suaedy yang asli Petanahan, Kebumen itu.

Ia lantas menyinggung negara lain seperti Malaysia yang jauh-jauh melarang syiah tumbuh sejak lahir. Sedangkan di Indonesia nyaris tidak ada larangan, namun tetap aman dan kondusif.

Dijelaskan, perilaku yang ditunjukkan masyarakat kita tersebut cerminan nilai-nilai Aswaja. “Perilaku ini perlu dibuat konsep dan ditunjukkan kepada dunia secara tertulis,” tutur Suaedy.

Penanganannya pun tidak hanya melibatkan anak muda NU, namun lembaga-lembaga NU, Banom dan perguruan tinggi NU. Selanjutnya bisa disalurkan kepada orang perorang, organisasi, pemerintahan serta lembaga lainnya. Termasuk profesional. (Admin5)

BERDISKUSI : Para aktivis NU berdiskusi di Kantor PCNU Kebumen, Selasa (10/5/2022).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here