PCNU Kebumen Gelar Lailatul Ijtima’ Perdana

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen menggelar Lailatul Ijtima’ perdana, Rabu (4/10/2022).

Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor PCNU Kebumen itu mengemuka sejumlah penjelasan menyusul Muktamar NU di Lampung beberapa waktu lalu.

Seperti disampaikan oleh KH Nur Sodiq yang menjelaskan hasil Muktamar NU menekankan kedisiplinan organisasi.

“Jadi tidak hanya jamaah saja, tapi jam’iyyah. Sekarang mari kita sadar berjam’iyyah dengan mengacu pada AD/ART (anggaran dasar/anggaran rumah tangga) NU,” tutur KH Nur Sodiq yang masuk jajaran Syuriyah PCNU Kebumen itu.

Sementara, KH Abdus Shomad, dari jajaran A’wan meminta agar dalam Lailatul Ijtima’ yang diamanatkan Muktamar itu menghadirkan pengajar, sehingga dari gelaran tersebut ada sesuatu yang bisa dipetik untuk menguatkan organisasi dan tradisi ciri khas NU.

Lailatul Ijtima’ yang berkumandang lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon itu diawali dengan doa pembuka oleh KH Bambang Sucipto dan doa penutup oleh KH Ma’shum Lutfi dari Krubungan Mirit. Sebelumnya terdapat tahlil yang diimami KH Nur Sodiq.

Hadir jajaran pengurus dari unsur Syuriyah, Tanfidziyah, A’wan dan Musytasar. Selain itu dari unsur Lembaga dan Banom di lingkungan PCNU Kebumen. Tampak pula Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi dan Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama.

Dibentuk PARNU

Menurut Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, KH Moh Dawamudin Masdar, Lailatul Ijtima’ dilaksanakan dalam rangka merawat tradisi yang ada di NU. Seperti tahlil sebagai salah satu tradisi NU yang masih berjalan hingga saat ini.

“Tahlil memang tidak bisa dipisahkan dengan NU dan jangan sampai ditinggalkan,” kata Kiai Dawam, sapaan akrab KH Moh Dawamudin Masdar saat memberi sambutan sambil lesehan.

Selanjutnya, Kiai Dawam berharap agar Lailatul Ijtima’ dilaksanakan bergiliran pada tempat di lingkup lembaga pendidikan NU wilayah perkotaan. Bisa dari UMNU, lalu IAINU dan berikutnya SMK Ma’arif 1 Kebumen.

Kiai Dawam juga menyampaikan waktunya setiap malam Kamis Kliwon, sekaligus mengingatkan akan ada evaluasi kinerja di masing-masing tingkatan oleh pengurus di atasnya. Misalnya untuk tingkat wilayah dievaluasi oleh pengurus besar.

Untuk evaluasi terhadap cabang, lanjut Kiai Dawam, dilakukan oleh pengurus wilayah, sedangkan majelis wakil cabang (MWC) dievaluasi pengurus cabang serta evaluasi terhadap ranting dilakukan oleh pengurus MWC.

Ke depan juga akan dibentuk pengurus anak ranting NU (PARNU) di tingkat RW atau dusun. Pembentukan PARNU sesuai AD/ART yang baru ini untuk kategori A, meliputi Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Lampung.

Kiai Dawam lantas menyinggung Harlah NU Ke-100 (1344 – 1444) yang mengusung tema “Mendigdayakan NU, Menjemput Abad Kedua, Menuju Kebangkitan Baru”. Di mana rangkaian kegiatannya mulai dari lomba-lomba hingga rapat akbar nasional. (Admin5)

BERDISKUSI : Pengurus PCNU Kebumen beserta perwakilan Lembaga dan Banom berdiskusi pada Lailatul Ijtima’ di Aula Kantor PCNU Kebumen, Rabu (4/10/2022).

PAC IPNU-IPPNU dan Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Karanggayam Dilantik

KARANGGAYAM, pcnukebumen.or.id – Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Perempuan Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) akhirnya terbentuk di Karanggayam.

Pembentukan pengurus kali pertama di wilayah tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pelantikan bareng Pengurus Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Se-Kecamatan Karanggayam.

Kali ini dikemas dengan acara bertajuk ‘Karanggayam Berbudaya’ yang sekaligus dilaksanakan penarikan mahasiswa KKN IAINU Kebumen di Balai Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Rabu (31/8/2022).

Ketua Kelompok KKN IAINU Kebumen wilayah Karanggayam, Khoirur Rizal mengungkapkan, sebelum mahasiswa KKN IAINU diterjunkan, di wilayah tersebut belum ada PAC IPNU-IPPNU. Sedangkan ranting pengurus GP Ansor diketahui tidak semuanya aktif.

“Dan ketika KKN IAINU datang serta dilaksanakan PKD (pelatihan kepemimpinan dasar) Ansor pada tanggal 26 – 28 Agustus, semua ranting menjadi aktif kembali dan masing-masing telah disahkan secara serentak pada 31 Agustus,” tutur Rizal.

Di Kecamatan Karanggayam terdapat 13 ranting. Mereka yang telah dilantik itu pun ikut meramaikan acara ‘Karanggayam Berbudaya’. Hadir Kiai Agus Ahmad Sudiono dari MWC, perwakilan Badan Otonom NU serta Forkopimcam Karanggayam dan Pemerintahan Desa Selogiri.

Perluasan Literatur

Dikatakan Rizal, Karanggayam Berbudaya bertujuan untuk perluasan literatur mengenai budaya dan tradisi lokal, khususnya di Kecamatan Karanggayam.

“Pemahaman literatur mengenai budaya lokal ini sebagai landasan kuat bagi masyarakat agar tidak mudah dirobohkan oleh budaya asing yang berlawanan dengan akidah Islam dan kondisi masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap paska kegiatan tersebut, generasi masa depan dapat meneruskan budaya dan tradisi lokal secara persisten atau gigih melalui kelembagaan NU.

Sementara untuk mengenal NU diawali dengan menjadi kader IPNU-IPPNU sebagai pintu gerbangnya. Sebagaimana disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kebumen, Trio Agustin yang melantik PAC IPNU-IPPNU Karanggayam.

“IPNU-IPPNU sangat dibutuhkan untuk menjadi benteng Aswaja dan keutuhan NKRI serta menjadi pelestari budaya lokal Indonesia,” terangnya seraya bergantian dengan Ketua PC GP Ansor Kebumen Mudzakir yang melantik pengurus ranting GP Ansor Se-Kecamatan Karanggayam itu.

Mudzakir mengemukakan, sebagai kader NU, maka GP Ansor harus bisa menjadi benteng para ulama, menjaga NKRI, serta harus mampu melakukan kerjasama internal yang solid. Selain itu juga harus bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun Kebumen, khususnya Kecamatan Karanggayam. (Admin5)

HIDMAT : PAC IPNU-IPPNU Karanggayam mengikuti pelantikan dengan hidmat dalam ‘Karanggayam Berbudaya’ sekaligus pelepasan mahasiswa KKN IAINU Kebumen di Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, Rabu (31/8/2022).

MWC NU Karangsambung Apresiasi Kiprah Mahasiswa KKN IAINU Kebumen

KARANGSAMBUNG, pcnukebumen.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Karangsambung mengapresiasi kiprah mahasiswa KKN IAINU Kebumen selama lebih dari sebulan.

“Jika ada kata yang melebihi terima kasih, maka saya akan gunakan itu. Jadi saya sangat-sangat berterima kasih atas apa yang telah ditorehkan mahasiswa IAINU selama KKN di Karangsambung,” kata Ketua Tanfidziyah MWC NU Karangsambung, Kiai Zauton Toha saat penarikan mahasiswa KKN IAINU Kebumen di aula kantor setempat, Rabu (31/8/2022).

Baginya, mahasiswa IAINU telah mengawali kegiatan setelah adanya pandemi Covid-19. Terlebih, kantor MWC NU Karangsambung yang baru dibangun itu langsung digunakan sebagai Posko KKN IAINU Kebumen. Sehingga selalu ada kegiatan dan suasananya menjadi hangat.

Kantor yang awal ditempati masih terlihat kosong itu pun kini telah dilengkapi rak beserta buku yang tertata rapi di sudut ruangan. Saat penarikan tersebut, sejumlah koleksi buku diserahkan oleh mahasiswa kepada perwakilan pengurus Ansor dan Fatayat Karangsambung.

Mahasiswa KKN IAINU juga membuatkan papan nama MWC Karangsambung yang diserahkan secara langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Arif Widodo kepada Rais Syuriyah MWC NU Karangsambung Kiai Yatin Efendi.

Bisa Dilanjutkan

Hadir dalam penarikan mahasiswa KKN IAINU Kebumen itu dari perwakilan Muspika Karangsambung, tokoh masyarakat, kepala desa Se-Kecamatan Karangsambung, jajaran pengurus MWC, Ansor, Banser dan Fatayat Karangsambung. Tampak perwakilan dari KUA Kecamatan Karangsambung Muhammad Matori.

Kades Karangsambung Sentot Kusworo mengaku terkesan dengan mahasiswa KKN IAINU Kebumen yang kiprahnya cukup dirasakan oleh masyarakat. “Pesan saya lebih lama lagi di sini. Rasanya baru kemarin,” ucap Sentot.

Ketua Kelompok KKN IAINU Kebumen Wilayah Karangsambung, Nurrohmah berharap agar program-program yang telah dirintis dan dilaksanakan bersama timnya bisa dilanjutkan. “Terutama dalam pendampingan produk wingko oyek di Karangsambung,” imbuhnya.

Sementara itu, sebelum penarikan mahasiswa KKN IAINU tersebut, seluruh peserta tertuju ke gelaran ekspo di kampus Jalan Tentara Pelajar Kebumen pada Minggu (28/8/2022). Dalam gelaran tersebut dimeriahkan jalan sehat berhadiah tiga motor serta hadiah menarik lainnya.

Kegiatan yang menjadi puncak pelaksanaan KKN IAINU dengan tajuk ‘Camp Fest 2022’ itu diikuti sebanyak 320 mahasiswa, baik reguler yang tersebar di 26 kecamatan dan KKN mandiri pada kabupaten luar Kebumen. Tidak ketinggalan kelompok mahasiswa KKN wilayah Karangsambung yang dalam mengisi stand mendemonstrasikan pembuatan wingko oyek. (Admin5)

PAPAN NAMA : DPL Arif Widodo didampingi perwakilan mahasiswa KKN IAINU Kebumen wilayah Karangsambung menyerahkan papan nama MWC NU Karangsambung saat penarikan di aula kantor setempat, Rabu (31/8/2022).

Istighotsah Songsong Satu Abad NU Berkumandang Indonesia Raya

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Istighotsah menyongsong satu abad NU di halaman kantor PCNU Kebumen berlangsung khusuk, Sabtu (30/7/2022). Kegiatan doa bersama bertajuk “Mendigdayakan NU, Menjemput Abad Kedua dengan Kebangkitan Baru” itu berkumandang Indonesia Raya.

Lagu kebangsaan ciptaan WR Soepratman tersebut membawa kesan mendalam sekaligus menambah sakral kegiatan yang diberi nama Mujahadah dan Istighosah dalam rangka Tahun Baru 1444 Hijriyah itu. Bahkan kian larut dalam ghiroh saat dilanjutkan dengan menyanyikan mars Syubbanul Wathon.

Para peserta yang didominasi memakai sarung dan berpeci itu serentak berdiri sambil mengepalkan tangan ke muka. Sementara pelaksanaan Mujahadah dan Istighotsah dilakukan para peserta sembari duduk bersila.

“Kita tahu, NU punya andil besar terhadap Indonesia. Selain bertujuan membendung faham Salafi dan Wahabi, tujuan NU juga untuk merebut kemerdekaan dan mempertahankan RI,” kata Ketua PCNU Kebumen, KH Moh Dawamudin Masdar.

Betapa, lanjut Kiai Dawam, sapaan akrab KH Moh Dawamudin Masdar, Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy’ari) selalu menangis saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Lebih lanjut, kakek Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu juga sempat disowani Ir Soekarno terkait hari kemerdekaan RI, yang kemudian jatuh pada Jumat Manis, 9 Ramadan 1364 Hijriyah. Di mana hari bersejarah tersebut atas rekomendasi Pendiri NU KH Hasyim Asy’ari.

Mendigdayakan NU

“Ke depan, tantangan NU semakin berat. Dan Alhamdulillah NU Kebumen perkembangannya bagus. Tentu kita berharap UMNU dan IAINU ikut mendorong ke arah mendigdayakan NU, sebagaimana tema yang ada,” terang Kiai Dawam.

Tampak Rektor UMNU Imam Satibi dan Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama. Hadir pula kalangan dosen dua perguruan tinggi NU tersebut serta kepala sekolah dan guru di bawah PCLP Ma’arif Kebumen yang dipimpin Mahar Mugiono. Tidak ketinggalan para pengurus PCNU, lembaga dan Banom di lingkungan NU Kebumen.

Pelaksanaan Mujahadah dan Istigotsah itu diimami KH Tahrir Masror. Adapun doa dipimpin oleh tujuh kiai secara bergantian. Dimulai dari Kiai Tahrir, Kiai Dawam, KH Maskub, KH Khanifudin Wahid, KH Saeful Munir, KH Bahri Asy’ari dan KH Masdar Alifudin. Pembagiannya dilakukan oleh Wakil Sekretaris PCNU Kebumen Muhiban selaku pembawa acara.

Masih dikatakan Kiai Dawam, peringatan satu abad NU yang dimulai dengan Mujahadah dan Istigotsah ini akan berlangsung sampai 16 Rajab atau Februari 2023. PCNU Kebumen pun menggelar serangkaian kegiatan.

“Puncaknya akan diselenggarakan pertemuan akbar Se-Indonesia di Gelora Bung Karno. Sedangkan Ketua Harlah NU adalah Bapak Erik Tohir, yang juga Menteri BUMN,” imbuh Kiai Dawam.

Usai doa yang dipimpin tujuh kiai secara bergantian, selanjutnya disiapkan sembilan tumpeng untuk disantap bersama-sama. Tumpeng dengan wadah tampah itu masing-masing berisi nasi, ingkung (ayam panggang), aneka lauk pauk serta kerupuk. (Admin5)

KHUSUK : Peserta khusuk mengikuti Mujahadah dan Istigotsah di halaman PCNU Kebumen, Sabtu (30/7/2022).

Fanatisme terhadap Produk Sendiri Masih Lemah, Warga NU Harus Bangkit

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kekuatan yang diakui dunia. Dalam menghadapi satu abad pada 1444 H mendatang, jam’iyyah tersebut harus mengambil momentum untuk menjadi kekuatan ekonomi yang besar.

“Pengembangan ekonomi memang relevan dengan pengembangan NU dalam menghadapi satu abad pada 1444 H,” kata Wakil Ketua PBNU Nusron Wahid saat mengisi Semiloka Ekonomi Nasional “Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Penguatan Entrepreneurship di Daerah”, Selasa (12/7/2022).

Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kebumen itu juga menghadirkan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto sebagai narasumber, Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Al Hasani dan Ketua Tanfidziah PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar.

Nusron yang Anggota Komisi VI DPR RI itu menyebut, selama satu abad pertama, pilar NU yang paling menonjol baru politik dan intelektual. Sedangkan ekonomi kerakyatan justru makin berkurang sejak era pembangunan Orde Baru (Orba).

“Ceruk yang mestinya digarap NU ini telah diambil oleh industri dan konglomerat. Ekonomi kerakyatan yang dulu kuat, ada pabrik tahu, tempe dan sirup di desa-desa, tapi sejak diindustrialisasi jadi rontok,” ucap Nusron.

Selanjutnya, fanatisme warga NU terhadap produk sendiri justru lemah. Ia mencontohkan ketika mereka lebih memilih membeli produk kecap buatan industri ketimbang tetangga sendiri. Keberadaan NU yang menjadi mayoritas secara kuantitas pun kurang berdaya dalam bidang ekonomi.

Harus Bangkit

Karena itu, warga NU harus bangkit dan sudah saatnya bertindak. “Intinya pada kebangkitan ekonomi atau entrepreneurship, selain kebangkitan intelektual dan teknokrat yang saat ini dicanangkan PBNU, agar birokrasi dan profesional dimasuki oleh anak-anak muda NU,” imbuhnya.

Lebih lanjut Nusron yang mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNPPTKI) itu menjelaskan, untuk memulai kebangkitan ekonomi yakni dengan menyiapkan skill, modal dan market.

Adapun pertumbuhan ekonomi, terang Nusron, ditopang empat faktor meliputi konsumsi masyarakat, goverment spending (ekonomi berputar akibat dana pemerintah), investasi, dan ekspor impor. Terakhir ini, ekspor harus lebih besar dari impor.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto lebih banyak memberi kesempatan peserta semiloka dari Banom NU, lembaga dan MWC untuk berdialog. Sejumlah permasalahan yang mengemuka antara lain tentang investasi dan pemulihan ekonomi paska pandemi.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Al Hasani mewanti-wanti supaya warga NU tidak kehilangan perahu atau moment. “Kalau sampai kehilangan momentum, maka nilai-nilai Aswaja secara tidak disadari akan terdegradasi,” tuturnya.

Semiloka yang dipandu Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi itu dilanjutkan dengan Lokakarya Ekspor Impor “Mengenal Ekspor Import untuk Melihat Peluang Ekonomi di Era Globalisasi”. Dalam sesi kedua itu berlangsung hingga sore.

Kali ini menampilkan narasumber Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Kabupaten Cilacap Purwanto,
Kepala Disperindag Kebumen Frans Haidar, dan Praktisi sekaligus Owner Yuam Roased Coffe Yuam Dulloh.

Di sela-sela kegiatan tersebut juga ditampilkan Tari Saman yang dibawakan oleh puluhan santriwati Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu. Tepuk tangan hadirin pun membahana di pesantren tertua Se-Asia Tenggara itu. (Admin5)

BERI PAPARAN : Dari kiri ke kanan Wakil Ketua PBNU yang Anggota DPR RI Nusron Wahid dan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto memberi paparan sebagai narasumber dalam Semiloka Ekonomi Nasional di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu didampingi Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Al Hasani , Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar dan Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi selaku moderator pada Selasa (12/7/2022).

PCNU Beritahu Awal Dzulhijjah 1443 H 1 Juli

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – PCNU Kebumen memberitahukan hasil rukyatul hilal bil fi’li awal Dzulhijjah 1443 H. Pemberitahuan secara tertulis itu mendasari surat PBNU nomor 361/C.I.34/06/2022 tanggal 29 Juni 2022.

“Awal bulan Dzulhijjah (1 Dzulhijjah 1443 H), jatuh pada hari Jum’at Pon tanggal 1 Juli 2022 M,” kata Ketua Tanfidziah PCNU Kebumen KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg sesuai bunyi surat pemberitahuan dengan nomor 843/PC/Tanf.A.1/11.29/VI/2022.

Surat tersebut ditandatangani oleh Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Al Hasani, Katib Syuriyah KH Adib Amrullah, Ketua Tanfidziah KH Moh Dawamudin Masdar dan Sekretaris Moh Chasib.

Kepada warga Nahdliyyin di Kebumen diminta memperhatikan dengan seksama adanya pemberitahuan atau ikhbar tersebut. Selanjutnya dapat dipedomani.

Saling Menghormati

Selain itu ditujukan kepada MWC NU dan Ranting NU Se-Kabupaten Kebumen, PC Badan Otonom PCNU Kebumen, PC lembaga – lembaga PCNU Kebumen dan Pondok Pesantren di bawah naungan RMI NU Kebumen.

Dalam surat pemberitahuan itu juga disebutkan Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah 1443 H, di mana jatuh pada Jum’at Kliwon 8 Juli 2022.

Selanjutnya Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah 1443 H atau jatuh pada Sabtu Legi 9 Juli 2022. Adapun Hari Raya Idul Adha dan Salat Ied pada 10 Dzulhijjah 1443 H, di mana jatuh pada Ahad 10 Juli 2022.

Lebih lanjut Kiai Dawam juga menyampaikan terkait perbedaan Hari Raya Idul Adha tahun ini. “Kita tentu harus saling menghormai dan menghargai. Khusus bagi warga NU, diimbau mempedomani hasil sidang isbat PBNU,” tuturnya. (Admin5)

KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg

Halal Bihalal Spesial, MWC NU Bonorowo Helat Khitan Massal

BONOROWO, pcnukebumen.or.id – Halal bihalal spesial menjadi tajuk utama kegiatan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bonorowo pada Minggu (29/5/2022). Dalam kesempatan tersebut dihelat khitan massal di halaman TPQ Darul Qur’an Desa Bonjoklor, Kecamatan Bonorowo, Kebumen.

Spesial lagi karena dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Terutama bagi peserta khitan massal sebanyak 24 anak yang menjadi kenangan seumur hidup. Bupati Arif yang menyapa peserta khitan satu persatu pun tampak akrab.

Sesekali menyentil rasanya dikhitan. “Adik-adik gimana, sakit gak?,” kata Bupati Arif yang dijawab sejumlah peserta dengan menggelengkan kepala. Bupati Arif pun mengapresiasi gelaran khitan massal tersebut. Apalagi dikemas dengan halal bihalal spesial yang menumbuhkan kebersamaan.

Hadir Direktur RSUD Prembun dr H Arif Komedi MSc, Ketua Lembaga Kesehatan NU (LKNU) Kebumen H Tri Tunggal Eko Sapto MKes yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kebumen serta Muspika Bonorowo.

Jalin Silaturahmi

Tampak pula Ketua PC Rijalul Ansor Kebumen Ustadz Fahim Muarif, Pengasuh Pondok Pesantren API Winong KH Nasihin Hamid dan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kebumen Gus Fahrudin. Masing-masing juga mengemukakan tanggapan terkait helatan tersebut.

Ketua MWC NU Bonorowo, Kiai Imam Mustofa dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pihak RSUD Prembun yang menyeponsori khitan massal. “Semoga kerjasama yang sudah terjalin ini bisa ditingkatkan ke depannya,” terangnya.

Kiai Imam Mustofa menambahkan, kegiatan yang dikemas halal bihalal spesial ini dalam rangka menjalin tali silaturahim warga Nahdliyyin dan seluruh lembaga serta Banom di lingkungan MWC NU Bonorowo. Sekaligus menunjukkan bangunan MWC NU Bonorowo berlantai dua yang sudah berdiri megah.

“Tentunya gedung MWC ini bisa dibangun berkat dukungan dari berbagai pihak. Terutama kader-kader NU pada ranting Se-Bonorowo. Semoga bermanfaat dan membawa kemajuan bagi warga Nahdliyyin di wilayah pinggiran ini,” tutur Kiai Imam Mustofa. (Admin5)

ANTUSIAS : Peserta antusias mengikuti khitan massal yang dikemas halal bihalal spesial oleh MWC NU Bonorowo di halaman TPQ Darul Qur’an Desa Bonjoklor, Kecamatan Bonorowo, Kebumen, Minggu (29/5/2022).

Geregetan dengan Penerus Gus Dur, Rais Aam Minta Hadirkan Adil dan Jujur

SRUWENG, pcnukebumen.or.id – Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar kembali datang ke Kebumen. Kali ini sekaligus mengisi Halal Bihalal Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kaffah (P4SK) Se-Jateng dan DIY di Pondok Pesantren Al Mustaqim Dukuh Wanalela, Desa Purwodeso, Kecamatan Sruweng, Kebumen, Sabtu (28/5/2022).

Kegiatan yang dibanjiri ribuan jamaah dari berbagai daerah itu dihadiri Ketua Badan Harian P4SK KH Yusuf Chudlori, Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif, Ketua PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang Bendahara PCNU Kebumen serta Ketua DPC PKB Kebumen Zaeni Miftah.

Sejumlah titik menuju Pondok Pesantren Al Mustaqim yang diasuh KH Mustolih itu tak luput dari jamaah yang mengikuti acara lewat layar lebar. Jamaah pun tidak berdesak-desakan di pusat acara hingga dini hari yang dilanjutkan pengajian lagi oleh KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam), salah satu Pengasuh Ponpes At Taujieh Al Islamiyyah, Leler, Banyumas.

KH Miftahul Akhyar yang mengisi pengajian pertama menyampaikan barokahnya Nahdliyyin dan Nahdliyyat (warga NU) di Indonesia. Di mana pondok pesantren yang menjadi pusat pergerakan dan penggodokan kader NU tidak pernah melakukan pemberontakan.

“Juga tidak pernah demo berjilid-jilid. Apalagi menurunkan pemimpin di tengah jalan,” tandas KH Miftahul Akhyar sembari mengungkit upaya penurunan Ir Soekarno oleh pihak-pihak tertentu yang disikapi warga NU dengan memberi gelar Waliyyul Amri Ad-Dharuri bi As-Syaukah (pemimpin pemerintahan di masa darurat).

Alhasil, Sang Proklamator itu menjadi presiden pertama di Indonesia. Hingga kemudian, KH Miftahul Akhyar mengungkap pelengseran Gus Dur saat menjabat sebagai Presiden RI Ke-4 yang tanpa ada kerusuhan atau huru hara. “Inilah pesantren yang sangat berkontribusi terhadap kondusifitas Indonesia,” bebernya.

KH Miftahul Akhyar yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya itu pun menyampaikan kerinduannya pada sosok Gus Dur yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Sampai-sampai, ulama kharismatik tersebut geregetan dengan penerusnya.

Penerus Gus Dur

“Siapa yang meneruskan Gus Dur selanjutnya,” kata ulama bersorban ini. Sejurus kemudian, KH Miftahul Akhyar yang duduk di kursi sofa meminta dihadirkan adil dan jujur yang sudah sekian jauh meninggalkan kita.

“Adil dan jujur wis lunga adoh (sudah pergi jauh), gak pulang-pulang kayak Bang Toyib. Kesempatan fitrah ini tepat untuk mengembalikan keadilan dan kejujuran di tengah-tengah kita, agar umat Islam yang mayoritas ya jadi mayoritas,” jelasnya.

KH Miftahul Akhyar lantas menyinggung aset mencapai 82 persen di Indonesia yang hanya dimiliki oleh segelintir orang atau dikenal dengan sebutan sembilan naga. Dan kontribusi NU yang membuat kondusifitas terus terjaga, secara nyata juga kian mestabilkan ekonomi serta melipatgandakan kekayaan mereka hingga bertumpuk-tumpuk.

“Mereka ternyata ingin agar pesantren dan NU tetap hidup dan besar, tapi jangan kuat ekonominya. Kalau seperti itu, kira-kira penguatan ekonomi pesantren dan NU mau digarap mboten (tidak)? Tentu ekonomi yang barokah, tidak hanya menggunakan kecerdasan otak, melainkan juga kecerdasan spiritual,” tambahnya.

Ketua Badan Harian P4SK KH Yusuf Chudlori mengatakan, Halal Bihalal P4SK kali ini menjadi awal setelah dua tahun tidak dilaksanakan gegara pandemi Covid-19. Menurutnya, keberadaan P4SK menjadi ladang hidmat dan sarana untuk menyambung dengan para kiai.

Gus Yusuf, sapaan akrab KH Yusuf Chudlori yang Pengasuh Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang dan Ketua DPW PKB Jawa Tengah itu lantas menyampaikan tantangan pesantren ke depan.

Sementara itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengapresiasi kebersamaan P4SK serta tumbuh suburnya pesantren di Indonesia yang mendekatkan kepada para ulama. “Kebersamaan ini tentunya menjadi modal pembangunan,” terang Arif yang berjanji melipatkan bantuan untuk PCNU Kebumen menjadi Rp 1,5 miliar pada tahun mendatang. (Admin5)

BERI PETUAH : Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar memberi petuah saat Halal Bihalal P4SK di Pondok Pesantren Al Mustaqim, Dukuh Wanalela Desa Purwodeso, Kecamatan Sruweng, Kebumen, Minggu (28/5/2022).

Kumpulkan Infak Pengajian Selapanan, Muslimat NU Pejagoan Bangun Gedung Sendiri

PEJAGOAN, pcnukebumen.or.id – Semangat Ibu-ibu Muslimat NU Pejagoan patut dicontoh. Mereka yang mengumpulkan infak dari pengajian selapanan bertekat membangun gedung sendiri.

Alhasil, gedung milik PAC Muslimat NU Pejagoan sudah berdiri dengan menghabiskan dana sekitar Rp 400 juta. Peresmian gedung yang berada di Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan, Kebumen itu dilakukan pada Minggu (22/5).

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang mewakilkan kepada Staf Ahli Bupati Rini Kristiani menyampaikan selamat atas peresmian gedung PAC Muslimat Pejagoan. Pihaknya pun mengapresiasi Ibu-ibu Muslimat Pejagoan yang mengumpulkan infak dari pengajian selapanan untuk pembangunan gedung tersebut.

“Dengan punya gedung sendiri, tentunya akan menambah semangat Ibu-ibu Muslimat dalam melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Pejagoan,” kata Rini yang dilantik menjadi Asisten 2 pada Senin (23/5) itu.

Ketua Panitia Mutomimah yang mewakili Ketua PAC Muslimat NU Pejagoan Khanifatun mengungkapkan, perjuangan memiliki gedung sendiri cukup lama. Diawali dari pencarian lokasi dan pengadaan tanah terlebih dahulu. Kemudian mendapatkan tanah di Desa Karangpoh.

Punya Utang

Untuk membangun gedungnya pun butuh perjuangan lagi dengan mengumpulkan dana infak pengajian selapanan. Di mana tiap ranting rutin menggelar pengajian dalam rentang 35 hari sekali (selapan). “Alhamdulillah sekarang sudah memiliki gedung sendiri,” tuturnya.

Diakui Mutomimah, dalam penyelesaian pembangunan gedung tersebut belum sepenuhnya terdanai. Penyelesaiannya ditangani langsung oleh pelaksana pembangunan, Susanto. “Sehingga gedung ini masih punya utang,” sambung Mutomimah.

Hadir dalam peresmian gedung tersebut Ketua PCNU Kebumen KH Mohamad Dawamudin Masdar MAg serta pengurus PAC Muslimat NU Kecamatan Pejagoan dan tingkat ranting di 13 desa. Ribuan jamaah antusias mengikuti kegiatan yang diisi pengajian oleh Ketua Baznas Kebumen KH Bambang Sucipto itu.

Kiai Dawam, sapaan akrab KH Mohamad Dawamudin Masdar berpesan kepada Ibu-ibu Muslimat NU untuk berpegang teguh pada faham Ahlussunah Waljamaah (Aswaja). Di samping itu harus jeli dalam memilih lembaga pendidikan untuk anak-anaknya.

“Jangan sampai keliru. Karena, sekarang banyak plang-plang sekolah seperti NU tapi ternyata bukan,” jelasnya. Lebih lanjut, NU memiliki lembaga pendidikan Ma’arif hingga perguruan tinggi yakni UMNU. Selain itu terdapat IAINU yang merupakan kampus tertua di Kebumen. (Admin5)

SERAHKAN KUNCI : Pelaksana pembangunan gedung Susanto menyerahkan kunci kepada Ketua PAC Muslimat NU Pejagoan Khanifatun saat peresmian gedung setempat, Minggu (22/5).

Didukung Penuh MWC, Harlah SMK Maligo Ke-23 Semarak

GOMBONG, pcnukebumen.or.id – Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Gombong mendukung penuh rangkaian kegiatan Hari Lahir (Harlah) SMK Ma’arif 5 Gombong (Maligo) Ke-23. Kegiatan yang digelar sejak awal hingga akhir pun berlangsung semarak.

Puncaknya dilaksanakan pemotongan tumpeng oleh Ketua MWC NU Gombong Kiai Ahmad Shobirin. Kemudian potongan tumpeng tersebut diserahkan kepada Kepala Sekolah Mukhamad Ma’muri.

Kiai Shobirin menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian SMK Maligo yang sudah 23 tahun berdiri. “Kami selalu mendukung penuh untuk kemajuan sekolah ini. Semoga ke depan bisa bertambah maju,” tuturnya.

Selain pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur kehadirat Allah SWT atas karunia-Nya, juga terdapat pemotongan pita serta pelepasan balon udara dan pembacaan do’a oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Khanifudin.

Kali ini, pemotongan pita sebagai penanda pelepasan peserta parade sepeda santai. Kegiatan yang mengawali rangkaian Harlah SMK Maligo Ke-23 itu berlangsung semarak.

Ratusan peserta antusias mengikuti kegiatan yang dihelat pada Selasa (17/5/2022) itu. Mereka dari unsur siswa setempat, para guru, karyawan, santri, aktivis dan alumni. Hingga finish di halaman SMK Maligo masih berlanjut dengan panggung gembira.

Kreativitas Siswa

Di panggung tersebut menampilkan berbagai kreativitas siswa. Antara lain lomba karaoke internal sekolah. Bagi pemenang lomba disediakan hadiah dan bagi yang beruntung mendapatkan door prize. Untuk hadiahnya antara lain magic com, kompor gas dan sepeda ontel.

Mukhamad Ma’muri mengatakan, parade sepeda santai dan panggung gembira bertujuan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan, kebersamaan dan keharmonisan internal sekolah.

“Untuk peserta sepeda santai antusias mengayuh sepeda ontel yang dimulai dari halaman SMK Ma’arif 5 Gombong,” katanya.

Kemudian menuju Jalan Lingkar Selatan, Jalan Karangbolong, Polsek Buayan, Jalan Kuwaru dan kembali ke SMK Ma’arif 5 Gombong melintasi Desa Serut, Desa Bendungan, Kuwarasan dan Desa Kalitengah, Gombong.

Sepanjang rute yang dilalui mendapat pengawalan dari para aktivis Palang Merah Remaja (PMR) Wira Asy-Syifa SMK Ma’arif 5 Gombong. Dukungan pun tidak hanya dari MWC NU Gombong. Namun juga datang dari berbagai pihak, seperti alumni, perbankan serta kalangan industri atau perusahaan.

“Semoga dengan bertambahnya umur SMK Ma’arif 5 Gombong semakin mampu berkompetisi dengan SMK lain,” jelas Ma’muri. (Admin5)

SERAHKAN TUMPENG : Ketua MWC NU Gombong Kiai Ahmad Shobirin (kiri) menyerahkan tumpeng kepada Kepala SMK Maligo Mukhamad Ma’muri usai mengikuti rangkaian acara Harlah SMK Maligo Ke-23 pada Selasa (17/5/2022).

Rais Aam PBNU : Jadi Mayoritas, Kualitas Jangan Minoritas

KUWARASAN, pcnukebumen.or.id – Kehadiran Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar di Pondok Pesantren Wahdatuttulab Desa Pondok Kebangsari, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen, membawa ghirah atau semangat tersendiri, Minggu (15/5/2022).

Di pesantren yang diasuh KH Masdar Yasin itu tengah dihelat khotmil kutub (khataman kitab kuning) dengan menampilkan puluhan santri. Ratusan warga Nahdliyyin larut dalam siraman rokhani yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya itu.

Suasana pondok pesantren juga terasa semarak. Apalagi terdapat panggung megah dengan penyambutan sepanjang jalan menuju pesantren tersebut. Sejumlah tokoh NU Kebumen tampak menyambut dengan hangat. Mereka yang datang lebih awal itu setia menunggu kedatangan KH Miftahul Akhyar.

Tampak Rais Syuriah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al-Hasani, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar MAg, Rais Syuriyah MWC NU Kuwarasan KH Turmudzi dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kuwarasan Arif Rochman.

Kepada jamaah yang datang dari berbagai penjuru wilayah, KH Miftahul Akhyar memberi wejangan (nasihat) yang menyentuh. Terutama terkait keberadaan warga Nahdliyyin yang mayoritas agar terus meningkatkan kualitas. “Jangan sampai jadi mayoritas tapi kualitas minoritas,” tuturnya.

Kiai kharismatik itu lantas mengupas kata iqra (bacalah), yang merupakan perintah untuk meningkatkan kualitas agar memiliki kemampuan apa saja dan bisa diperoleh di mana saja. Contohnya dengan gelar berderet-deret.

Tidak Terombang-ambing


Kendati demikian, lanjut KH Miftahul Akhyar, kepandaian atau kepintaran yang diraih tersebut harus dibarengi dengan bismirobbika (menyebut nama Tuhanmu), sebagai perintah untuk menjadi orang yang benar.

Jadi, pintar saja tidak cukup. Apalagi dengan hanya mengandalkan kepandaian yang terbukti nyata-nyata merusak tatanan. “Bisa-bisa dunia akan habis karena tatanannya rusak,” imbuhnya.

KH Miftahul Akhyar juga menyitir pernyataan Imam Syafi’i tentang kunci mendidik anak agar menjadi soleh dan pandai yang terdiri atas empat hal, yakni ikhlas, mendapat ridho kiai, doa orang tua dan makanan yang halal.

“Taruhlah sekarang benar adalah nomor satu, pintar nomor dua. Dan agar menjadi orang yang benar dan pintar, belajarnya ya di pesantren,” jelas KH Miftahul Akhyar.

Ketua PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar menyampaikan kepada warga Nahdliyyin agar tidak terombang-ambing oleh ustadz dadakan. Apalagi ustadz itu diketahui tidak pernah ngaji di pesantren.

Sementara itu, Ketua MWC NU Kuwarasan Arif Rochman menyampaikan kedatangan Rais Aam PBNU di Pesantren Wahdatuttulab berkat koordinasi panitia yang diketuai Nasikhudin dengan MWC dan PCNU Kebumen. Hingga kemudian pihak panitia menembusi langsung KH Miftahul Akhyar. (Admin5)

BERBINCANG : Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (kanan) berbincang dengan Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al-Hasani saat menghadiri Khotmil Kutub di Pondok Pesantren Wahdatuttulab Desa Pondok Gebangsari, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen, Minggu (15/5/2022)
DIAPIT : Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar diapit Ketua PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar (kiri) dan Ketua MWC NU Kuwarasan Arif Rochman.

Sebut Ciri Orang Taqwa, Katib Syuriyah Tekankan Totalitas Memberi

PEJAGOAN, pcnukebumen.or.id – Katib Syuriyah PCNU Kebumen KH Adib Amrulloh Lc menyebut ciri orang taqwa dengan menekankan totalitas memberi. Ulama muda yang menjadi salah satu pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah, Desa Kritig, Kecamatan Petanahan, Kebumen itu juga menunjukkan pemberian maaf sebagai jalan menuju surga.

“Totalitas memberi tersebut baik dalam keadaan senang maupun susah,” tutur Gus Adib, sapaan akrabnya saat mengisi halal bihalal keluarga besar IAINU Kebumen di aula Rumah Makan Ndalem Rowogowok Pejagoan, Minggu (15/5/2022).

Halal bihalal dalam moment Idul Fitri 1443 H tahun ini diikuti jajaran pembina yayasan, pengurus serta kalangan struktural, dosen dan karyawan IAINU. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan ikrar permintaan maaf dan penerimaan maaf.

Menurut Gus Adib, kita acapkali mudah memaafkan, tetapi sulit melupakan kesalahan orangnya. Sehingga, dalam mencapai derajat taqwa itu harus dengan totalitas memberi maaf. Begitu pula totalitas memberi kebaikan lainnya.

Putra tokoh NU, KH Muzani Bunyamin yang pendiri Pondok Pesantren Darussa’adah itu lantas mengisahkan sahabat Nabi Muhammad Saw, Ali bin Abi Thalib yang memberi sepotong roti kepada orang miskin kala dirinya dan keluarganya sedang kesusahan. Bahkan tidak hanya sekali memberi roti, baik kepada fakir miskin, anak yatim maupun kepada tahanan perang.

Meski pemberian tersebut tidak seberapa jika dibandingkan dengan harta yang disedekahkan oleh sahabat nabi lainnya yakni Abu Bakar, namun kisah kemuliaan Ali bin Abi Thalib itu diabadikan dalam Alquran.

“Kisah tersebut mengandung pendidikan karakter luar biasa, karena punya mental totalitas memberi dalam keadaan apapun, entah senang atau susah,” jelas Gus Adib.

Teladani Nabi

Lebih lanjut, karakter baik lainnya yakni memendam amarah, di mana dalam totalitas memberi itu dicontohkan Gus Adib dalam kehidupan keluarga.

“Memang harus ada hal yang disembunyikan dari sesuatu yang mungkin tidak menyenangkan. Bisa saja engkau membenci sesuatu, tapi lebih baik dipendam, karena ada hikmah dalam setiap sesuatu, termasuk dalam hal yang tidak menyenangkan,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Penyelenggara Pendidikan (YPP) NU, Tauhid Alamsyah MSy dalam sambutannya meminta kalangan civitas academica IAINU Kebumen terus menjaga kekompakan dan kebersamaan. Di samping itu bersemangat memajukan kampus dan bersama-sama menghadapi tantangan yang kian kompleks.

Hal tersebut juga diuraikan Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama MSI yang menyampaikan ikrar permintaan maaf halal bihalal dan dijawab oleh jajaran pimpinan YPP NU Dr Imam Satibi yang menerima maaf.

Imam Satibi yang mantan Rektor IAINU Kebumen itu juga menyinggung kampus yang pernah dipimpinnya dengan menyebut kaya. “Dalam konteks ini kaya bukan sebatas harta, tetapi sumber daya dan kekayaan diri seperti skill, kompetensi, perilaku dan akhlak,” bebernya.

Imam pun optimistis IAINU Kebumen bisa mencetak generasi ulama yang warosatul ambiya atau pewaris para nabi. Di antaranya Nabi Nuh yang ahli perkapalan, Nabi Daud ahli besi dan Nabi Muhammad yang negarawan sekaligus ahli bisnis. Bahkan nabi terakhir ini sebagai peletak bisnis dengan kejujuran.

Menuju abad pertengahan, kata Imam, juga terdapat banyak tokoh besar Muslim yang ahli dalam berbagai bidang. Seperti Ibnu Sina ahli kedokteran, Al Farabi ahli musik dan Al Kindi ahli matematika. “Ke depan IAINU diharapkan bisa mencetak sumber daya yang unggul dengan meneladani para nabi,” tandas Imam yang kini menjabat Rektor UMNU itu. (Admin5)

BERI CERAMAH : Katib Syuriyah PCNU Kebumen KH Adib Amrulloh Lc memberi ceramah saat halal bihalal keluarga besar IAINU Kebumen di aula Rumah Makan Ndalem Rowogowok, Pejagoan, Kebumen, Minggu (15/5/2022).