
KEBUMEN, NUOKe – Hilal awal Dzulqo’dah di Kebumen sudah memenuhi kriteria yang disepakati Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura (MABIMS).
Kemunculan awal Dzulqo’dah tersebut telah disampaikan secara langsung oleh Ketua LFNU PCNU Kebumen Dr Maryanto kepada Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Dr Imam Satibi pada Sabtu, 26 April 2025.
“Kami mengapresiasi kerja-kerja LFNU PCNU Kebumen atas hal ini,” kata Imam Satibi yang juga Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen.
Maryanto mengemukakan, awal Dzulqo’dah yang sudah memenuhi kriteria kesepakatan MABIMS, jatuh pada Senin, 29 Syawal 1446 H atau bertepatan dengan 28 April 2025.
Ru’yatul Hilal
Pihaknya lantas menyebut hisab dengan metode Jean Meeus, yang menunjukkan Kebumen dengan tinggi hilal toposentris mencapai 5,08 derajat dan elongasi toposentris 8,87 derajat.
“Untuk seluruh wilayah Indonesia juga memiliki ketinggian hilal yang sudah memenuhi kriteria MABIMS, yakni di atas 3 derajat dan elongasi 6 derajat,” imbuhnya.
Maka, lanjut Maryanto, hilal pun berpotensi terlihat karena banyak tempat di wilayah Indonesia akan menindaklanjuti dengan melakukan ru’yatul hilal.
Tim Falak NU Kebumen sendiri melakukan ru’yatul hilal di Bukit Sianco Kecamatan Ayah pada Senin, 28 April 2025. Dan keputusan pasti mengenai kapan 1 Dzulqo’dah menunggu hasil ru’yatul hilal dan sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia. (*)