
KEBUMEN, NUOKe – Dalam upaya peningkatan mutu pemberitaan, PCNU Kebumen mendelegasikan 3 kader dalam kegiatan Workshop Jurnalistik Filantropi yang diselenggarakan NU Online PBNU dan NU Online Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (23/5/2025) hingga Ahad (25/5/2025), bertempat di Pesantren Miftahul Huda, Kroya, Cilacap.
Kegiatan yang bertajuk menulis kebaikan, menyuarakan kepedulian ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas penulisan konten dakwah filantropi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Dalam kegiatan tersebut, para kader diberikan pemahaman mengenai definisi, urgensi, etika, hingga praktik jurnalistik filantropi yang berdampak. Narasumber dari PBNU, Pimpinan dan jurnalis NU Online, Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PP LAZISNU), hingga jurnalis nasional Andy F Noya dihadirkan untuk memaparkan berbagai materi tersebut.
Host program Kick Andy itu juga berbagi pengalaman tentang bagaimana kekuatan media bisa mengubah hidup seseorang dan mengangkat cerita-cerita yang penuh kepedulian.

Direktur NU Online Hamzah Sahal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi nu online di tingkat cabang. Dalam pemaparannya, Ia menyoroti tantangan besar dalam mengenalkan nilai-nilai Nahdlatul Ulama kepada generasi muda.
“Gen Z itu menurut saya adalah generasi yang tidak mengalami Gus Dur saat menjadi Presiden RI. Maka tugas kita hari ini adalah mengenalkan NU kepada mereka dengan cara yang sesuai zaman, salah satunya lewat media. Anak-anak muda harus berjamaah, berkhidmah, dan bersyiar lewat tulisan dan konten positif,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya meneruskan perjuangan NU melalui tulisan dan konten digital agar tetap relevan di era modern dengan berpegang ada sanad kepenulisan.
“Sanad menulis kita harus jelas dan kuat, sesuai semboyan ‘Berislam Bersanad’, meski dilakukan secara online,” tegasnya.
Hamzah juga menyoroti peran penting LAZISNU sebagai lembaga filantropi yang kini telah menjadi gerakan pengumpul dana receh terbesar di Indonesia.
“LAZISNU hari ini bukan hanya pengumpul dana, tapi juga penggerak perubahan. Melalui tulisan-tulisan yang baik dan jujur, kita bisa membuktikan bahwa pengelolaan dana umat kita transparan dan menyentuh langsung masyarakat bawah,” pungkasnya.
Lewat workshop ini, NU Online menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor media berbasis nilai yang tidak hanya menyuarakan dakwah, tetapi juga menjadi ruang kolaboratif bagi para penulis muda NU untuk menyemai harapan dan aksi nyata bagi umat.
Reporter: Tabah Alamsyah, Ahmad Yani
Editor: Naila Sabiluna Kamil