Beranda Khutbah Khutbah Ied Khutbah Idul Fitri: Menjaga Spirit Ramadhan

Khutbah Idul Fitri: Menjaga Spirit Ramadhan

0
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Spirit Ramadhan

MENJAGA SPIRIT RAMADHAN

Oleh : H. Fauzin Jamil, M.Pd.I (Wakil Katib Syuriah)

الخطبة الاولى .

اَللهُ أكبر ×9 لا الهَ الا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد، الله أكبر، هَذَا الْيَوْمُ يَوْمُ الْعِيْدِ، جَعَلَ اللهُ الْعَوْدَ وَالصُّعُوْدَ إِلَى مَرْضَاتِ اللهِ الْمَحْبُوْبِ. اللهُ أكبر، اَلَّذِىْ قَدْ أَوْجَبَ فِيْهِ لِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ زَكَاةَ الْفِطْرِ تَزْكِيَّةً لِلنَّفْسِ وَتَنْمِيَةً لِعَمَلِهَا الْمَرْغُوْبِ. اللهُ أكبر. الَّذِىْ جَعَلَ يَوْمَ عِيْدِ الْفِطْرِ ضِيَافَةً لِعِبَادِهِ وَسُرُوْرًا لَهُمْ بِجِهَادِ أَنْفُسِهِمْ وَقْتَ الصِّيَامِ الْمَغْلُوْبِ. أَحَلَّ اللهُ الطَّعَامَ وَحَرَّمَ الصِّيَامَ الْمَسْلُوْبَ.

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَ قُلُوْبَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بَهْجَةً وَسُرُوْرًا. بِاتِّبَاعِ النَّبِيِّ الْمُرْسَلِ تَبْشِيْرًا وَتَنْذِيْرًا. وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إلَهَ إِلَّا اللهُ الَّذِىْ جَعَلَ الْجَنَّةَ ضِيَافَةَ الْكُبْرَى. وَلَهُ الْآمِرُ بِالتَّوْبَةِ الصَّادِقَةِ بَاطِنًا وَظَاهِرًا. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْآمِرُ لِأُمَّتِهِ عَنِ التَّحَافُظِ قَبِيْحًا وَزُوْرًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ الَّذِيْنَ كَانُوْا لِبَعْضِهِمْ ظَهِيْرًا. اَمَّا بَعْدُ : اُوْصِيْنِىْ نَفْسِيْ وَاِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى وَقَدْ خَابَ مَنْ طَغَى. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا، فِطْرَةَ اللهِ الَّتِى فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا، لاَ تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ، ذَلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ وَلَكِنّ اَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ (الروم : 30) اَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ حَفِظَكُمُ اللهُ

Kaum Muslimin Muslimat Rahimakumullah…

Puji syukur kehadirat Ilahi Robbi, atas berkat rahmat dan inayahnya kita dapat berkumpul di pagi ini, dalam suasana sholat idul fitri 1443 H. Sholawat beserta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda nabi Muhammad SAW.

Selaku khatib saya berwasiyat untuk diri saya sendiri khususnya, dan kepada semua jamaah sholat idul fitri di tempat ini. Marilah kita tingkatkan taqwa kepada Allah SWT, yaitu melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi semua larangan-larangannya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam


اللهُ أَكْبَرُ – اللهُ أَكْبَرُ – اللهُ أَكْبَرُ  وَللهِ الْحَمْدُ

Kaum muslimin muslimat yang saya mulyakan,

Hari ini merupakan hari raya idul fitri. Fitri itu adakalanya berarti suci, adakalanya pula berarti berbuka. Merupakan tanda bahwa ibadah puasa romadhon kita sudah selesai. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah apa hikmah dari puasa yang sudah kita jalankan?
Berhasil atau tidaknya puasa kita sebulan ini dapat kita lihat dan rasakan mulai hari ini dan seterusnya, yakni mulai bulan syawal ini dan seterusnya. Apakah setelah kita tidak wajib berpuasa, kita tetap bisa berakhlak seperti orang puasa. Saat kehidupan kembali normal dan kita menghadapi berbagai persoalan serta problematika kehidupan sehari-hari, bagaimana kita menyikapinya?. Seberapa jauh puasa itu berhasil, terletak dari sejauh mana perubahan karakter dan sikap kita menghadapi berbagai cobaan tersebut daripada bulan sebelumnya.

Bekal pendidikan dan pelatihan selama sebulan inilah yang akan kita pakai untuk menghadapi 11 bulan kehidupan mendatang. Jika cukup banyak menyerap berkah ramadhan dengan menjadi pelaku sabar, pelaku ramah, pelaku dermawan, pelaku amal sholeh lain, maka perilaku baik pada ramadhan tersebut akan mendarah daging menjadi pola perilaku kita mendatang.

اللهُ أَكْبَرُ – اللهُ أَكْبَرُ – اللهُ أَكْبَرُ  وَللهِ الْحَمْدُ

Kaum muslimin muslimat yang saya mulyakan,

Bulan Romadhon adalah bulan tarbiyah (pendidikan). Dimana sekurang-kurangnya ada 5 nilai pendidikan yang terkandung dalam puasa ramadhan yang harus kita renungkan dan hikmahnya ini kita amalkan ;

Pertama; Puasa mendidik kita untuk merasakan perasaan orang lain.

Puasa mendidik kita untuk merasakan perasaan orang lain, kita tidak dididik secara apa itu lapar menurut teori, apa itu lapar menurut bahasa, apa itu lapar menurut istilah, Bagaimana itu lapar?. Tapi kita merasakan langsung, apa itu lapar, begini rasanya lapar.

Kalo saudara kita lapar, kita juga lapar, namun masih beda lapar kita dengan mereka. Kita masih ada batas waktunya. kita lapar hanya sampai maghrib, tapi mereka yg jauh disana atau kadang yang dekat dengan kita, mereka pagi lapar, siang lapar, sore lapar, malam lapar. Mereka bingung untuk mengatasi lapar karena tidak adanya biaya untuk mengatasi lapar tersebut.

Maka dari itu, Allah mewajibkan kita untuk menjadi manusia yang peduli satu sama lainnya. Baik kepada orang tua, saudara, tetangga, atau saudara sesama muslim lainnya. Jangan sampai kita menanamkan sifat ketidak pedulian atau acuh tak acuh terhadap siapapun. Sebagaimana telah dijelaskan Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam,

وَاللهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ

Artinya: “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya”.

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ

Artinya: “Tidaklah beriman kepada-Ku orang yang tidur dalam keadaan kenyang. Sedang tetangganya kelaparan sampai ke lambungnya.”

Merasakan perasaan atau penderitaan orang lain inilah yg kita pelajari dan kita pupuk selama di bulan ramadhan ini.

Kedua; Puasa mendidik kejujuran.

Orang yang sedang berpuasa atas dasar imanan wahtishaban, ia tidak akan makan dan minum serta melakukan hal-hal yang membatalkan puasa betapapun tidak ada orang yang melihat dan tidak ada orang yang tahu kecuali dirinya dan Allah. Itulah pelajaran kejujuran dari ibadah puasa kita.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzab 70-71

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampuni bagimu dosadosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. [Al-Ahzab : 70 – 71]

Kalau waktu romadhon kemarin kita mampu jujur, maka di bulan ini dan berikutnya maka kita haruslah juga mampu jujur. Jujur dalam perkataan dan perbuatan.

Ketiga: Puasa mendorong dan mendidik manusia agar selalu belajar dalam rangka memperoleh dan meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada bulan pusa ramadhan ini terdapat peristiwa turunnya al-Quran (Nuzulul Qur’an), Alqur’an surat Al-Alaq: 1-5 sebagai ayat yang pertama kali diterima Nabi Muhammad Saw menjadi bukti
agar manusia mau belajar.

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ

Dari sekian banyak kalimat, Allah pilih “Iqra yang berarti bacalah” sebagai kalimat pertama yang Dia turunkan. Ini mengindikasikan bahwa Allah mencintai hamba yang sering membaca, yang sering belajar. Hikmahnya, setelah puasa ini kita haruslah sering membaca dan belajar, membaca Al qur’an, buku, belajar mengaji dll. Jika kita mampu setelah puasa ini meningkatkan belajar kita, ngaji kita, maka insyaallah ini
pertanda bahwa puasa kita diterima.


Keempat, Puasa mendidik kesetaraan.

Dalam ibadah puasa, Islam memandang manusia memiliki kesamaan derajat. Mereka yang memiliki banyak harta, status sosial yang yang tinggi, yang mempunyai sedikit rupiah, atau bahkan orang yang tak memiliki sepeserpun ketika sedang berpuasa, tetap merasakan hal yang sama yaitu : lapar dan haus.
Maka di bulan syawal dan berikutnya, sudah seharusnya kita mulai merubah pandangan kita terhadap sesama manusia, kita harus sadar bahwa semua manusia dihadapan Allah adalah sama, hanya taqwa lah yang membedakan kedudukan kita.
Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya:“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”


Kelima; Puasa mendidik sabar,

Betapapun kita merasa haus mencekik tenggorokkan dan lapar melilit perut, ketika waktu magrib belum tiba, kita tidak diperbolehkan bersentuhan dengan makan dan minuman
meskipun itu halal melainkan kita harus bersabar menunggu hingga waktu berbuka tiba.

Bagi kita yang mampu bersabar menunggu waktu berbuka, sudah selayaknya kita juga mampu bersabar di bulan setelah romadhon ini. Semoga Allah menganugrahi kita kemampuan dan kemauan dalam memahami dan mengamalkan 5 nilai puasa tersebut, sehingga kita digolongkan sebagai insan yang bertaqwa.

جَعَلَناَ الله ُوَإِياَّكُمْ مِنَ العاَئِدِيْنَ وَالفَآئِزِيْنَ وَأَدْخَلَناَ وَاِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ عِباَدِهِ المُتَّقِيْنَ. قَالَ تَعَالَى فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ . يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ اليُسْرَ وَلاَ يُرِيْدُ بِكُمُ العُسْرَ وَلِتُكْمِلُوْاالعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوْاالله َعَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ  بَارَكَ الله ُلِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَاِيّاَكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

الخطبة الثانية

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ اللهُ أكبرُ، وللهِ الحَمْدُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ، أَمَرَ بِالتَّرَاحُمِ وَجَعَلَهُ مِنْ دَلاَئِلِ الإِيمَانِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الْمُتَوَالِيَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ الرَّحْمَةُ الْمُهْدَاةُ، وَالنِّعْمَةُ الْمُسْدَاةُ، وَهَادِي الإِنْسَانِيَّةِ، إِلَى الطَّرِيقِ الْقَوِيمِ. فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ. إنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى فِيْهِ بِمَلَائِكَتِهِ، فقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. وقالَ رسولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً.

اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الْاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ، وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here