PCNU Kebumen Gelar Lailatul Ijtima’ Perdana

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen menggelar Lailatul Ijtima’ perdana, Rabu (4/10/2022).

Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor PCNU Kebumen itu mengemuka sejumlah penjelasan menyusul Muktamar NU di Lampung beberapa waktu lalu.

Seperti disampaikan oleh KH Nur Sodiq yang menjelaskan hasil Muktamar NU menekankan kedisiplinan organisasi.

“Jadi tidak hanya jamaah saja, tapi jam’iyyah. Sekarang mari kita sadar berjam’iyyah dengan mengacu pada AD/ART (anggaran dasar/anggaran rumah tangga) NU,” tutur KH Nur Sodiq yang masuk jajaran Syuriyah PCNU Kebumen itu.

Sementara, KH Abdus Shomad, dari jajaran A’wan meminta agar dalam Lailatul Ijtima’ yang diamanatkan Muktamar itu menghadirkan pengajar, sehingga dari gelaran tersebut ada sesuatu yang bisa dipetik untuk menguatkan organisasi dan tradisi ciri khas NU.

Lailatul Ijtima’ yang berkumandang lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon itu diawali dengan doa pembuka oleh KH Bambang Sucipto dan doa penutup oleh KH Ma’shum Lutfi dari Krubungan Mirit. Sebelumnya terdapat tahlil yang diimami KH Nur Sodiq.

Hadir jajaran pengurus dari unsur Syuriyah, Tanfidziyah, A’wan dan Musytasar. Selain itu dari unsur Lembaga dan Banom di lingkungan PCNU Kebumen. Tampak pula Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi dan Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama.

Dibentuk PARNU

Menurut Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, KH Moh Dawamudin Masdar, Lailatul Ijtima’ dilaksanakan dalam rangka merawat tradisi yang ada di NU. Seperti tahlil sebagai salah satu tradisi NU yang masih berjalan hingga saat ini.

“Tahlil memang tidak bisa dipisahkan dengan NU dan jangan sampai ditinggalkan,” kata Kiai Dawam, sapaan akrab KH Moh Dawamudin Masdar saat memberi sambutan sambil lesehan.

Selanjutnya, Kiai Dawam berharap agar Lailatul Ijtima’ dilaksanakan bergiliran pada tempat di lingkup lembaga pendidikan NU wilayah perkotaan. Bisa dari UMNU, lalu IAINU dan berikutnya SMK Ma’arif 1 Kebumen.

Kiai Dawam juga menyampaikan waktunya setiap malam Kamis Kliwon, sekaligus mengingatkan akan ada evaluasi kinerja di masing-masing tingkatan oleh pengurus di atasnya. Misalnya untuk tingkat wilayah dievaluasi oleh pengurus besar.

Untuk evaluasi terhadap cabang, lanjut Kiai Dawam, dilakukan oleh pengurus wilayah, sedangkan majelis wakil cabang (MWC) dievaluasi pengurus cabang serta evaluasi terhadap ranting dilakukan oleh pengurus MWC.

Ke depan juga akan dibentuk pengurus anak ranting NU (PARNU) di tingkat RW atau dusun. Pembentukan PARNU sesuai AD/ART yang baru ini untuk kategori A, meliputi Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Lampung.

Kiai Dawam lantas menyinggung Harlah NU Ke-100 (1344 – 1444) yang mengusung tema “Mendigdayakan NU, Menjemput Abad Kedua, Menuju Kebangkitan Baru”. Di mana rangkaian kegiatannya mulai dari lomba-lomba hingga rapat akbar nasional. (Admin5)

BERDISKUSI : Pengurus PCNU Kebumen beserta perwakilan Lembaga dan Banom berdiskusi pada Lailatul Ijtima’ di Aula Kantor PCNU Kebumen, Rabu (4/10/2022).

Fanatisme terhadap Produk Sendiri Masih Lemah, Warga NU Harus Bangkit

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kekuatan yang diakui dunia. Dalam menghadapi satu abad pada 1444 H mendatang, jam’iyyah tersebut harus mengambil momentum untuk menjadi kekuatan ekonomi yang besar.

“Pengembangan ekonomi memang relevan dengan pengembangan NU dalam menghadapi satu abad pada 1444 H,” kata Wakil Ketua PBNU Nusron Wahid saat mengisi Semiloka Ekonomi Nasional “Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Penguatan Entrepreneurship di Daerah”, Selasa (12/7/2022).

Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kebumen itu juga menghadirkan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto sebagai narasumber, Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Al Hasani dan Ketua Tanfidziah PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar.

Nusron yang Anggota Komisi VI DPR RI itu menyebut, selama satu abad pertama, pilar NU yang paling menonjol baru politik dan intelektual. Sedangkan ekonomi kerakyatan justru makin berkurang sejak era pembangunan Orde Baru (Orba).

“Ceruk yang mestinya digarap NU ini telah diambil oleh industri dan konglomerat. Ekonomi kerakyatan yang dulu kuat, ada pabrik tahu, tempe dan sirup di desa-desa, tapi sejak diindustrialisasi jadi rontok,” ucap Nusron.

Selanjutnya, fanatisme warga NU terhadap produk sendiri justru lemah. Ia mencontohkan ketika mereka lebih memilih membeli produk kecap buatan industri ketimbang tetangga sendiri. Keberadaan NU yang menjadi mayoritas secara kuantitas pun kurang berdaya dalam bidang ekonomi.

Harus Bangkit

Karena itu, warga NU harus bangkit dan sudah saatnya bertindak. “Intinya pada kebangkitan ekonomi atau entrepreneurship, selain kebangkitan intelektual dan teknokrat yang saat ini dicanangkan PBNU, agar birokrasi dan profesional dimasuki oleh anak-anak muda NU,” imbuhnya.

Lebih lanjut Nusron yang mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNPPTKI) itu menjelaskan, untuk memulai kebangkitan ekonomi yakni dengan menyiapkan skill, modal dan market.

Adapun pertumbuhan ekonomi, terang Nusron, ditopang empat faktor meliputi konsumsi masyarakat, goverment spending (ekonomi berputar akibat dana pemerintah), investasi, dan ekspor impor. Terakhir ini, ekspor harus lebih besar dari impor.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto lebih banyak memberi kesempatan peserta semiloka dari Banom NU, lembaga dan MWC untuk berdialog. Sejumlah permasalahan yang mengemuka antara lain tentang investasi dan pemulihan ekonomi paska pandemi.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Al Hasani mewanti-wanti supaya warga NU tidak kehilangan perahu atau moment. “Kalau sampai kehilangan momentum, maka nilai-nilai Aswaja secara tidak disadari akan terdegradasi,” tuturnya.

Semiloka yang dipandu Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi itu dilanjutkan dengan Lokakarya Ekspor Impor “Mengenal Ekspor Import untuk Melihat Peluang Ekonomi di Era Globalisasi”. Dalam sesi kedua itu berlangsung hingga sore.

Kali ini menampilkan narasumber Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Kabupaten Cilacap Purwanto,
Kepala Disperindag Kebumen Frans Haidar, dan Praktisi sekaligus Owner Yuam Roased Coffe Yuam Dulloh.

Di sela-sela kegiatan tersebut juga ditampilkan Tari Saman yang dibawakan oleh puluhan santriwati Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu. Tepuk tangan hadirin pun membahana di pesantren tertua Se-Asia Tenggara itu. (Admin5)

BERI PAPARAN : Dari kiri ke kanan Wakil Ketua PBNU yang Anggota DPR RI Nusron Wahid dan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto memberi paparan sebagai narasumber dalam Semiloka Ekonomi Nasional di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu didampingi Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Al Hasani , Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar dan Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi selaku moderator pada Selasa (12/7/2022).

Halal Bihalal Spesial, MWC NU Bonorowo Helat Khitan Massal

BONOROWO, pcnukebumen.or.id – Halal bihalal spesial menjadi tajuk utama kegiatan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bonorowo pada Minggu (29/5/2022). Dalam kesempatan tersebut dihelat khitan massal di halaman TPQ Darul Qur’an Desa Bonjoklor, Kecamatan Bonorowo, Kebumen.

Spesial lagi karena dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Terutama bagi peserta khitan massal sebanyak 24 anak yang menjadi kenangan seumur hidup. Bupati Arif yang menyapa peserta khitan satu persatu pun tampak akrab.

Sesekali menyentil rasanya dikhitan. “Adik-adik gimana, sakit gak?,” kata Bupati Arif yang dijawab sejumlah peserta dengan menggelengkan kepala. Bupati Arif pun mengapresiasi gelaran khitan massal tersebut. Apalagi dikemas dengan halal bihalal spesial yang menumbuhkan kebersamaan.

Hadir Direktur RSUD Prembun dr H Arif Komedi MSc, Ketua Lembaga Kesehatan NU (LKNU) Kebumen H Tri Tunggal Eko Sapto MKes yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kebumen serta Muspika Bonorowo.

Jalin Silaturahmi

Tampak pula Ketua PC Rijalul Ansor Kebumen Ustadz Fahim Muarif, Pengasuh Pondok Pesantren API Winong KH Nasihin Hamid dan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kebumen Gus Fahrudin. Masing-masing juga mengemukakan tanggapan terkait helatan tersebut.

Ketua MWC NU Bonorowo, Kiai Imam Mustofa dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pihak RSUD Prembun yang menyeponsori khitan massal. “Semoga kerjasama yang sudah terjalin ini bisa ditingkatkan ke depannya,” terangnya.

Kiai Imam Mustofa menambahkan, kegiatan yang dikemas halal bihalal spesial ini dalam rangka menjalin tali silaturahim warga Nahdliyyin dan seluruh lembaga serta Banom di lingkungan MWC NU Bonorowo. Sekaligus menunjukkan bangunan MWC NU Bonorowo berlantai dua yang sudah berdiri megah.

“Tentunya gedung MWC ini bisa dibangun berkat dukungan dari berbagai pihak. Terutama kader-kader NU pada ranting Se-Bonorowo. Semoga bermanfaat dan membawa kemajuan bagi warga Nahdliyyin di wilayah pinggiran ini,” tutur Kiai Imam Mustofa. (Admin5)

ANTUSIAS : Peserta antusias mengikuti khitan massal yang dikemas halal bihalal spesial oleh MWC NU Bonorowo di halaman TPQ Darul Qur’an Desa Bonjoklor, Kecamatan Bonorowo, Kebumen, Minggu (29/5/2022).

Geregetan dengan Penerus Gus Dur, Rais Aam Minta Hadirkan Adil dan Jujur

SRUWENG, pcnukebumen.or.id – Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar kembali datang ke Kebumen. Kali ini sekaligus mengisi Halal Bihalal Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kaffah (P4SK) Se-Jateng dan DIY di Pondok Pesantren Al Mustaqim Dukuh Wanalela, Desa Purwodeso, Kecamatan Sruweng, Kebumen, Sabtu (28/5/2022).

Kegiatan yang dibanjiri ribuan jamaah dari berbagai daerah itu dihadiri Ketua Badan Harian P4SK KH Yusuf Chudlori, Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif, Ketua PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang Bendahara PCNU Kebumen serta Ketua DPC PKB Kebumen Zaeni Miftah.

Sejumlah titik menuju Pondok Pesantren Al Mustaqim yang diasuh KH Mustolih itu tak luput dari jamaah yang mengikuti acara lewat layar lebar. Jamaah pun tidak berdesak-desakan di pusat acara hingga dini hari yang dilanjutkan pengajian lagi oleh KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam), salah satu Pengasuh Ponpes At Taujieh Al Islamiyyah, Leler, Banyumas.

KH Miftahul Akhyar yang mengisi pengajian pertama menyampaikan barokahnya Nahdliyyin dan Nahdliyyat (warga NU) di Indonesia. Di mana pondok pesantren yang menjadi pusat pergerakan dan penggodokan kader NU tidak pernah melakukan pemberontakan.

“Juga tidak pernah demo berjilid-jilid. Apalagi menurunkan pemimpin di tengah jalan,” tandas KH Miftahul Akhyar sembari mengungkit upaya penurunan Ir Soekarno oleh pihak-pihak tertentu yang disikapi warga NU dengan memberi gelar Waliyyul Amri Ad-Dharuri bi As-Syaukah (pemimpin pemerintahan di masa darurat).

Alhasil, Sang Proklamator itu menjadi presiden pertama di Indonesia. Hingga kemudian, KH Miftahul Akhyar mengungkap pelengseran Gus Dur saat menjabat sebagai Presiden RI Ke-4 yang tanpa ada kerusuhan atau huru hara. “Inilah pesantren yang sangat berkontribusi terhadap kondusifitas Indonesia,” bebernya.

KH Miftahul Akhyar yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya itu pun menyampaikan kerinduannya pada sosok Gus Dur yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Sampai-sampai, ulama kharismatik tersebut geregetan dengan penerusnya.

Penerus Gus Dur

“Siapa yang meneruskan Gus Dur selanjutnya,” kata ulama bersorban ini. Sejurus kemudian, KH Miftahul Akhyar yang duduk di kursi sofa meminta dihadirkan adil dan jujur yang sudah sekian jauh meninggalkan kita.

“Adil dan jujur wis lunga adoh (sudah pergi jauh), gak pulang-pulang kayak Bang Toyib. Kesempatan fitrah ini tepat untuk mengembalikan keadilan dan kejujuran di tengah-tengah kita, agar umat Islam yang mayoritas ya jadi mayoritas,” jelasnya.

KH Miftahul Akhyar lantas menyinggung aset mencapai 82 persen di Indonesia yang hanya dimiliki oleh segelintir orang atau dikenal dengan sebutan sembilan naga. Dan kontribusi NU yang membuat kondusifitas terus terjaga, secara nyata juga kian mestabilkan ekonomi serta melipatgandakan kekayaan mereka hingga bertumpuk-tumpuk.

“Mereka ternyata ingin agar pesantren dan NU tetap hidup dan besar, tapi jangan kuat ekonominya. Kalau seperti itu, kira-kira penguatan ekonomi pesantren dan NU mau digarap mboten (tidak)? Tentu ekonomi yang barokah, tidak hanya menggunakan kecerdasan otak, melainkan juga kecerdasan spiritual,” tambahnya.

Ketua Badan Harian P4SK KH Yusuf Chudlori mengatakan, Halal Bihalal P4SK kali ini menjadi awal setelah dua tahun tidak dilaksanakan gegara pandemi Covid-19. Menurutnya, keberadaan P4SK menjadi ladang hidmat dan sarana untuk menyambung dengan para kiai.

Gus Yusuf, sapaan akrab KH Yusuf Chudlori yang Pengasuh Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang dan Ketua DPW PKB Jawa Tengah itu lantas menyampaikan tantangan pesantren ke depan.

Sementara itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengapresiasi kebersamaan P4SK serta tumbuh suburnya pesantren di Indonesia yang mendekatkan kepada para ulama. “Kebersamaan ini tentunya menjadi modal pembangunan,” terang Arif yang berjanji melipatkan bantuan untuk PCNU Kebumen menjadi Rp 1,5 miliar pada tahun mendatang. (Admin5)

BERI PETUAH : Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar memberi petuah saat Halal Bihalal P4SK di Pondok Pesantren Al Mustaqim, Dukuh Wanalela Desa Purwodeso, Kecamatan Sruweng, Kebumen, Minggu (28/5/2022).

Rais Aam PBNU : Jadi Mayoritas, Kualitas Jangan Minoritas

KUWARASAN, pcnukebumen.or.id – Kehadiran Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar di Pondok Pesantren Wahdatuttulab Desa Pondok Kebangsari, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen, membawa ghirah atau semangat tersendiri, Minggu (15/5/2022).

Di pesantren yang diasuh KH Masdar Yasin itu tengah dihelat khotmil kutub (khataman kitab kuning) dengan menampilkan puluhan santri. Ratusan warga Nahdliyyin larut dalam siraman rokhani yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya itu.

Suasana pondok pesantren juga terasa semarak. Apalagi terdapat panggung megah dengan penyambutan sepanjang jalan menuju pesantren tersebut. Sejumlah tokoh NU Kebumen tampak menyambut dengan hangat. Mereka yang datang lebih awal itu setia menunggu kedatangan KH Miftahul Akhyar.

Tampak Rais Syuriah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al-Hasani, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar MAg, Rais Syuriyah MWC NU Kuwarasan KH Turmudzi dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kuwarasan Arif Rochman.

Kepada jamaah yang datang dari berbagai penjuru wilayah, KH Miftahul Akhyar memberi wejangan (nasihat) yang menyentuh. Terutama terkait keberadaan warga Nahdliyyin yang mayoritas agar terus meningkatkan kualitas. “Jangan sampai jadi mayoritas tapi kualitas minoritas,” tuturnya.

Kiai kharismatik itu lantas mengupas kata iqra (bacalah), yang merupakan perintah untuk meningkatkan kualitas agar memiliki kemampuan apa saja dan bisa diperoleh di mana saja. Contohnya dengan gelar berderet-deret.

Tidak Terombang-ambing


Kendati demikian, lanjut KH Miftahul Akhyar, kepandaian atau kepintaran yang diraih tersebut harus dibarengi dengan bismirobbika (menyebut nama Tuhanmu), sebagai perintah untuk menjadi orang yang benar.

Jadi, pintar saja tidak cukup. Apalagi dengan hanya mengandalkan kepandaian yang terbukti nyata-nyata merusak tatanan. “Bisa-bisa dunia akan habis karena tatanannya rusak,” imbuhnya.

KH Miftahul Akhyar juga menyitir pernyataan Imam Syafi’i tentang kunci mendidik anak agar menjadi soleh dan pandai yang terdiri atas empat hal, yakni ikhlas, mendapat ridho kiai, doa orang tua dan makanan yang halal.

“Taruhlah sekarang benar adalah nomor satu, pintar nomor dua. Dan agar menjadi orang yang benar dan pintar, belajarnya ya di pesantren,” jelas KH Miftahul Akhyar.

Ketua PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar menyampaikan kepada warga Nahdliyyin agar tidak terombang-ambing oleh ustadz dadakan. Apalagi ustadz itu diketahui tidak pernah ngaji di pesantren.

Sementara itu, Ketua MWC NU Kuwarasan Arif Rochman menyampaikan kedatangan Rais Aam PBNU di Pesantren Wahdatuttulab berkat koordinasi panitia yang diketuai Nasikhudin dengan MWC dan PCNU Kebumen. Hingga kemudian pihak panitia menembusi langsung KH Miftahul Akhyar. (Admin5)

BERBINCANG : Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (kanan) berbincang dengan Rais Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al-Hasani saat menghadiri Khotmil Kutub di Pondok Pesantren Wahdatuttulab Desa Pondok Gebangsari, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen, Minggu (15/5/2022)
DIAPIT : Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar diapit Ketua PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar (kiri) dan Ketua MWC NU Kuwarasan Arif Rochman.

Sebut Ciri Orang Taqwa, Katib Syuriyah Tekankan Totalitas Memberi

PEJAGOAN, pcnukebumen.or.id – Katib Syuriyah PCNU Kebumen KH Adib Amrulloh Lc menyebut ciri orang taqwa dengan menekankan totalitas memberi. Ulama muda yang menjadi salah satu pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah, Desa Kritig, Kecamatan Petanahan, Kebumen itu juga menunjukkan pemberian maaf sebagai jalan menuju surga.

“Totalitas memberi tersebut baik dalam keadaan senang maupun susah,” tutur Gus Adib, sapaan akrabnya saat mengisi halal bihalal keluarga besar IAINU Kebumen di aula Rumah Makan Ndalem Rowogowok Pejagoan, Minggu (15/5/2022).

Halal bihalal dalam moment Idul Fitri 1443 H tahun ini diikuti jajaran pembina yayasan, pengurus serta kalangan struktural, dosen dan karyawan IAINU. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan ikrar permintaan maaf dan penerimaan maaf.

Menurut Gus Adib, kita acapkali mudah memaafkan, tetapi sulit melupakan kesalahan orangnya. Sehingga, dalam mencapai derajat taqwa itu harus dengan totalitas memberi maaf. Begitu pula totalitas memberi kebaikan lainnya.

Putra tokoh NU, KH Muzani Bunyamin yang pendiri Pondok Pesantren Darussa’adah itu lantas mengisahkan sahabat Nabi Muhammad Saw, Ali bin Abi Thalib yang memberi sepotong roti kepada orang miskin kala dirinya dan keluarganya sedang kesusahan. Bahkan tidak hanya sekali memberi roti, baik kepada fakir miskin, anak yatim maupun kepada tahanan perang.

Meski pemberian tersebut tidak seberapa jika dibandingkan dengan harta yang disedekahkan oleh sahabat nabi lainnya yakni Abu Bakar, namun kisah kemuliaan Ali bin Abi Thalib itu diabadikan dalam Alquran.

“Kisah tersebut mengandung pendidikan karakter luar biasa, karena punya mental totalitas memberi dalam keadaan apapun, entah senang atau susah,” jelas Gus Adib.

Teladani Nabi

Lebih lanjut, karakter baik lainnya yakni memendam amarah, di mana dalam totalitas memberi itu dicontohkan Gus Adib dalam kehidupan keluarga.

“Memang harus ada hal yang disembunyikan dari sesuatu yang mungkin tidak menyenangkan. Bisa saja engkau membenci sesuatu, tapi lebih baik dipendam, karena ada hikmah dalam setiap sesuatu, termasuk dalam hal yang tidak menyenangkan,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Penyelenggara Pendidikan (YPP) NU, Tauhid Alamsyah MSy dalam sambutannya meminta kalangan civitas academica IAINU Kebumen terus menjaga kekompakan dan kebersamaan. Di samping itu bersemangat memajukan kampus dan bersama-sama menghadapi tantangan yang kian kompleks.

Hal tersebut juga diuraikan Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama MSI yang menyampaikan ikrar permintaan maaf halal bihalal dan dijawab oleh jajaran pimpinan YPP NU Dr Imam Satibi yang menerima maaf.

Imam Satibi yang mantan Rektor IAINU Kebumen itu juga menyinggung kampus yang pernah dipimpinnya dengan menyebut kaya. “Dalam konteks ini kaya bukan sebatas harta, tetapi sumber daya dan kekayaan diri seperti skill, kompetensi, perilaku dan akhlak,” bebernya.

Imam pun optimistis IAINU Kebumen bisa mencetak generasi ulama yang warosatul ambiya atau pewaris para nabi. Di antaranya Nabi Nuh yang ahli perkapalan, Nabi Daud ahli besi dan Nabi Muhammad yang negarawan sekaligus ahli bisnis. Bahkan nabi terakhir ini sebagai peletak bisnis dengan kejujuran.

Menuju abad pertengahan, kata Imam, juga terdapat banyak tokoh besar Muslim yang ahli dalam berbagai bidang. Seperti Ibnu Sina ahli kedokteran, Al Farabi ahli musik dan Al Kindi ahli matematika. “Ke depan IAINU diharapkan bisa mencetak sumber daya yang unggul dengan meneladani para nabi,” tandas Imam yang kini menjabat Rektor UMNU itu. (Admin5)

BERI CERAMAH : Katib Syuriyah PCNU Kebumen KH Adib Amrulloh Lc memberi ceramah saat halal bihalal keluarga besar IAINU Kebumen di aula Rumah Makan Ndalem Rowogowok, Pejagoan, Kebumen, Minggu (15/5/2022).

Biar Legal, Panitia Zakat Fitrah Diimbau Minta Pengesahan Baznas

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Banyaknya panitia zakat fitrah yang dibentuk di masjid- masjid, mushalla, majlis taklim, sekolah maupun madrasah di Kabupaten Kebumen, ternyata secara fiqh belum memenuhi ketentuan syar’i atau hukum Islam.

Sebab, sebagian besar panitia zakat yang telah dibentuk tersebut tanpa ada pengesahan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Hal itu mengundang perhatian serius Ketua PCNU Kebumen KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg. Menurutnya, tanpa disahkan oleh Baznas atau LAZ, maka panitia zakat fitrah itu secara syar’i belum bisa disebut sebagai amil. Di samping itu juga belum memenuhi amanat UU Nomor 23 Tahun 2011 dan PP Nomor 14 Tahun 2014.

“Dan konsekuensinya, panitia zakat fitrah bersangkutan tidak berhak menerima zakat dari hasil kerja pengumpulannya,” kata Kiai Dawam yang Wakil Ketua Yayasan Masjid Agung Kauman Kebumen itu, Kamis (28/4).

Dijelaskan, berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2011 dan PP Nomor 14 Tahun 2014, terdapat tiga tipologi pengelola zakat di Indonesia. Pertama Baznas (nasional, provinsi, kabupaten/kota), kedua LAZ yang telah diberi izin oleh Baznas dan ketiga pengelola zakat perseorangan dalam masyarakat di komunitas atau wilayah yang belum terjangkau oleh Baznas dan LAZ.

Disahkan Baznas

Dengan demikian, lanjut Kiai Dawam, amil zakat dikatakan sah secara UU dan syar’i apabila diangkat atau disahkan oleh pihak yang memiliki kewenangan tersebut, yakni Baznas atau LAZ. Di Kebumen terdapat Baznas yang diketuai KH Bambang Sucipto MPdI.

“Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah dan madrasah agar status amilnya benar-benar legal, supaya minta pengesahan dari Baznas Kabupaten Kebumen,” pintanya.

Terkait risiko dari kacamata syar’i bagi yang tidak disahkan Baznas, Kiai Dawam mencontohkan jika ada muzakki yang membayar zakat fitrah ke panitia di sekolah atau madrasah. Sementara panitia bersangkutan belum sempat membagikan kepada yang berhak menerimanya.

Maka, beber Kiai Dawam, pihak muzakki belum gugur kewajibannya, karena panitia zakat fitrah yang belum disahkan Baznas atau LAZ itu statusnya hanya wakil dari muzakki, bukan amil. Adapun pelaksanaan zakat fitrahnya bisa dilakukan mulai 1 Ramadan hingga sebelum salat Ied.

“Untuk kepastian hari raya Idul Fitri menunggu hasil sidang isbat pemerintah pada Ahad atau Minggu (1/5),” tutur Mantan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kebumen itu. (Admin5)

KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg

Rois Syuriah Dambakan Kantor PCNU yang Representatif

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Rois Syuriah PCNU Kebumen, KH Afifuddin Chanif Al-Hasani meyampaikan kondisi kantor di Jalan Kusuma yang sudah tidak sedap lagi dipandang. Cita-cita untuk membangun kantor PCNU yang representatif pun disampaikan saat buka puasa di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kebumen, Kamis (21/4/2022).

Tampak menyimak Bupati Arif Sugiyanto yang Bendahara PCNU, Mantan Bupati KH Nashiruddin Almansyur yang membuka acara dengan doa, Ketua PCNU KH Moh Dawamudin Masdar serta jajaran Tanfidziyah dan Syuriyah, antara lain Habib Hasan Al-Athos dan KH Tahrir Masror yang menutup doa.

Tampak pula Ketua PCLP Ma’arif Mahar Mugiono dan Rektor IAINU Fikria Najitama. Sementara Rektor UMNU Doktor Imam Satibi memandu jalannya dialog dalam acara tersebut.

Menurut Gus Afif yang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, kondisi kantor PCNU sekarang membuat siapa saja tidak betah berlama-lama. “Begitu masuk sudah banyak sawang, peteng dhredhet dan atap bocor. Ini kan kurang mengenakan,” tuturnya lugas.

Jika dibangun, lanjut Gus Afif, maka pengurus cabang, MWC serta lembaganya akan nyaman berada di kator tersebut. “Jadi kita kan punya bupati dari NU. Kalau tidak diperhatikan jan kebangeten banget. Tapi saya optimistis bupati kita yang mengerti manajerial dan organisasi ini akan memperhatikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, sebuah organisasi tidak akan maju apabila perangkatnya lemah. Karena itu, PCNU Kebumen telah memperkuat dengan melaksanakan Tahsinul Jam’iyyah (perbaikan organisasi).

Ada Tantangan

Selain agar kuat dan kokoh, terang Gus Afif, upaya tersebut supaya NU semakin mengakar. “Ke depan, bilamana ini berjalan dengan baik, NU akan menjadi kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah,” tandasnya.

Gus Afif lantas mengingatkan tantangan pada masa mendatang tidaklah ringan. Apalagi terdapat gerakan yang tersistematis dari orang yang tidak suka dengan Ahlussunah Waljamaah maupun secara parsial terhadap NU. “Contohnya ketika kita bangun PCNU dengan punya kantor yang representatif, tentu akan ada tantangannya,” jelas Gus Afif.

Bupati Arif Sugiyanto berharap bantuan untuk PCNU bisa dilipatgandakan. Ia mengaku baru mengetahui jika bantuan sebesar Rp 150 juta ternyata untuk dua tahun. Bantuan yang dirasa masih sangat kurang untuk melayani umat sekian banyak itu pun akan ditambah. “Tahun depan semoga bisa dilipatgandakan menjadi Rp 1 miliar atau Rp 2 miliar,” ucapnya.

Arif yang datang bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kebumen Iin Windarti itu kemudian mengajak warga NU agar satu padan kata supaya kompak. Misalnya PBNU berkata A, maka sampai ke bawah pun tetap A.

Dalam acara yang diselingi dialog itu cukup menyentuh dengan dilanjutkan buka puasa bersama. Suasana semarak dengan pembagian bingkisan serta makanan dan takjil untuk berbuka, juga menyelimuti pondok pesantren tertua Se-Asia Tenggara itu.

Ketua Panitia KH Adib Amrullah mengatakan, kegiatan bertajuk “Buka Bersama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Kebumen, Ikhlas Berkhidmah, Teguh Berjam’iyyah itu dengan undangan lebih dari 400 orang. Mereka dari pengurus MWC NU Se-Kebumen, lembaga, Banom tingkat cabang serta Jam’iyyah Pengasuh Pondok Pesantren Putri dan Mubalighoh (JP3M) Kebumen yang diketuai Fitriani Afifuddin. (Admin5)

PEMBICARA KUNCI : Rois Syuriah PCNU Kebumen, KH Afifuddin Chanif Al-Hasani (tujuh dari kanan) menjadi pembicara kunci saat dialog pada buka puasa bersama di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kamis (21/4/2022).

Warga NU Diminta Selektif Memilih Guru

MIRIT, pcnukebumen.or.id – Di era globalisasi saat ini, filter utama dalam menyerap informasi berada pada diri kita. Termasuk dalam memperoleh pengetahuan agama dari para guru, kiai atau ustadz melalui media berbasis internet. Maka, penting untuk memilih guru yang tepat agar tidak salah pemahaman maupun keyakinan. Terutama bagi kalangan Nahdliyyin atau warga NU.

Hal tersebut mengemuka saat Safari Ramadan PCNU Kebumen di MWC NU Mirit pada Jumat (15/4/2022). Kegiatan yang berlangsung usai Salat Tarawih berjamaah di Masjid Baitunnur, Desa Karanggede, Kecamatan Mirit itu diisi oleh Tim 3 dan diikuti pengurus MWC NU, Banom, Ranting serta masyarakat setempat.

Salah satu Tim 3 Safari Ramadan PCNU Kebumen, KH Fauzin Jamil mengemukakan, warga NU memang harus selektif dalam memilih guru, kiai atau ustadz. Apalagi akhir-akhir ini banyak dijumpai ustadz dengan latar belakang tidak jelas. “Jangan sampai salah pilih guru. Jangan pula terkecoh hanya bicaranya saja yang menarik, tapi kontennya jauh dari wirosah nabi (misinya nabi),” katanya.

Fauzin menjelaskan, guru / ulama merupakan penghubung antara kita dengan nabi. Di samping itu, guru juga punya pengaruh besar terhadap cara pandang dan keyakinan kita, karena apa yang disampaikan oleh guru akan dipedomani. “Jadi harus jelas tersambung dengan nabi secara metode dan isi dakwahnya,” imbuh Fauzin.

Lima Perkara

Fauzin yang Rois Syuriah MWC NU Kuwarasan itu lantas menukil hadits Nabi Muhammad Saw, yang memerintahkan kita agar selektif memilih panutan. Disebutkan, “Janganlah setiap orang ‘alim anda jadikan guru / panutan, tapi ikutilah orang yang mengajak meninggalkan lima perkara buruk menuju lima perkara baik”.

Lebih lanjut, lima perkara tersebut yakni mengajak meninggalkan ragu-ragu menuju yakin, mengajak meninggalkan permusuhan menuju kerukunan, mengajak meninggalkan takabur menuju tawadhu’, mengajak meninggalkan riya’ menuju ikhlas, dan mengajak meninggalkan cinta dunia menuju zuhud.

Turut hadir dari Tim 3 PCNU Kebumen KH Musta’in Manshur, Habib Hasan Lutfi Al Athos, Muhibban, Mukhsinun dan Gus Farhan. Mereka menyampaikan paparan secara bergantian dengan tema berbeda. Seperti Habib Hasan yang menekankan para kiai NU untuk menyebarkan paham Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) Annahdliyyah. Adapun KH Musta’in Manshur menjelaskan ciri-ciri Aswaja.

Sementara itu, Safari Ramadan PCNU Kebumen yang dimulai Jumat (8/4/2022) telah menerjunkan sebanyak enam tim dan akan memasuki putaran keempat pada Rabu (20/4/2022). Pelaksanaannya di MWC NU Kecamatan Gombong, Bonorowo, Sadang, Klirong, Pejagoan dan Padureso. Sedangkan putaran terakhir pada Kamis (21/4/2022), dari 26 MWC NU Se-Kebumen tinggal dilaksanakan di MWCNU Poncowarno dan Prembun. (Adm1)

BERGANTIAN : Tim 3 Safari Ramadan PCNU Kebumen memberi paparan secara bergantian di Masjid Baitunnur, Desa Karanggede, Kecamatan Mirit, Kebumen pada Jumat (15/4/2022)

*********

Editor : Arif Widodo

Jangan Ragu Sekolahkan Anak Di Lembaga Ma’arif NU

Tim 3 Safari Ramadhan PCNU Kebumen yang berjumlah 5 orang berkesempatan berkunjung di MWCNU Kecamatan Karanganyar pada Ahad, 10/04/22. Rombongan disambut hangat oleh Jajaran Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU dan Forkompimcam Karanganyar. Pengurus banom NU yang terdiri dari PAC Muslimat, GP Ansor, Fatayat, IPNU IPPNU serta pengurus ranting NU juga ikut menyemarakkan acara safari Ramadhan yang di gelar di masjid Al Mujahidin Kauman Karanganyar.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Subbanul Wathon. Koordinator Tim 3, K. Muhibban, yang juga kepala MTs Negeri 8 Kebumen menyemangati hadirin dengan lantunan shalawat khas NU sebelum memimpin penyampaian materi safari kali ini.

Habib Hasan Lutfi Al Athos yang pertama menyampaikan sambutan atas nama PCNU Kebumen, mengajak para pengurus NU di Karanganyar untuk selalu merapatkan barisan, sering berkoordinasi dalam menjalankan roda organisasi. Beliau juga mengajak warga Nahdliyin untuk menghidupkan syiar Aswaja di kalangan masyarakat.

Sementara itu, K. Muhsinun dalam penyampaian materi tentang peningkatan SDM generasi NU menjelaskan pentingnya membangun SDM warga NU sejak kecil, dengan menyekolahkan putra putri warga NU di lembaga pendidikan Ma’arif.
” Jangan ragu untuk menyekolahkan putra putri panjenengan di lembaga pendidikan Ma’arif. Banyak keuntungan yang diperoleh jika menyekolahkan di Ma’arif. Selain mensukseskan program wajib belajar, menyekolahkan di Ma’arif berarti juga menjaga agama dan akidah generasi muda. Jangan sampai salah menyekolahkan anak. Cermati sekolahnya, teliti lembaganya apa selaras dengan islam aswaja apa tidak.” Tegasnya.

K. Muhsinun juga menghimbau para santri, para pelajar untuk menuntaskan pendidikan sampai perguruan tinggi. ” Generasi NU harus berdiri dan berjalan dengan dua kaki, maksudnya memiliki pengetahuan agama yang mencukupi dan pengetahuan umum yang mumpuni. Alhamdulillah di Kebumen ada perguruan tinggi IAINU, UMNU dan Akademi Komunitas yang jelas jelas berkomitmen dengan NU. Ada banyak program beasiswa yang harus dimanfaatkan oleh generasi NU. Soal biaya jangan khawatir. Perguruan Tinggi NU sudah dikenal sangat lunak dalam soal biaya. Jangan sampai warga NU terkendala pendidikannya hanya karena faktor biaya.” Papar beliau yang juga sebagai dekan di Fakultas Syariah di IAINU Kebumen.

Selain menyoroti seputar pendidikan dan peningkatan SDM, materi safari juga dilengkapi dengan penjelasan KH. Musta’in Manshur tentang seluk beluk Aswaja dan latar belakang lahirnya NU. Sementara itu, anggota tim yang lain, H. Fauzin Jamil menyoroti tentang bahaya laten paham salafi-wahabi yang harus selalu diwaspadai oleh Nahdliyin khususnya, bahkan masyarakat Indonesia pada umumnya.(fj)

Safari Ramadhan di Buayan, PCNU Kebumen Ajak Warga Nahdliyin Wapadai Bahaya Wahabi

Selama Ramadhan 1443 Hijriah, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mengadakan Safari Ramadhan. Kegiatan bertujuan untuk melakukan silaturahim dan konsolidasi organisasi PCNU dengan masyarakat di 26 kecamatan se-Kabupaten Kebumen.

Pada jum’at malam (8/4/2022), safari Ramadhan bertempat di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Buayan, tepatnya di desa Rogodono. Rombongan Tim 3 dipimpin oleh Kyai Muhibban M. Pd.I dan jajaran PCNU KH Habib Hasan Luthfi (Wakil Rois), KH. Musta’in Al Manshur (A’wan Syuriah), H. Fauzin Jamil (Wakil Katib), K. Muhsinun M.E.I, (IAINU) dan Gus. Farhan (Lazisnu).

Dalam rilis yang diterima media NU Kebumen  disampaikan bahwa rombongan disambut ramah oleh  Camat Buayan, Wikan, S. Sos., Danramil dan Kapolsek beserta pengurus Syuriyah Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Buayan, Banom Ansor, Banser, Muslimat dan Fatayat serta para jamaah Nahdliyin lainnya.

Kegiatan diawali dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah di masjid Sabilul Muhtadin Rogodono dilanjut dengan sarasehan sambil menyantap Jaburan (nyamikan yang lazim disuguhkan setelah Tarawih).
Dalam sambutannya, Camat Wikan, S. Sos. mengharapkan doa para jamaah semua agar pandemi segera berakhir, warga masyarakat Buayan dijauhkan dari bencana musibah. Ia juga berharap masyarakat menjaga lingkungan, terlebih lagi pada musim penghujan.

Sementara itu, Ketua Tim Safari Ramadhan PCNU K. Muhibban mengatakan apresiasi kepada Camat Buayan dan jajaran pengurus MWCNU Buayan yang telah memfasilitasi dan menjamu timnya dalam menjalankan tugas keumatan ini. Beliau juga berharap, kehadiran tim bisa mendorong semangat para pengurus untuk berkhidmah.

KH. Musta’in Manshur, selaku penyaji materi Aswaja dan ke NU memaparkan sejarah berdirinya NU dan pentingnya ber-NU.
“Lahirnya NU erat kaitannya dengan kondisi dunia, khususnya di kota suci Makah – Madinah yang dikuasai oleh golongan Wahabi yang berpaham radikal dan anti madzhab. Karenanya Mbah Hasyim Asy’ari dan ulama nusantara meresponsnya dengan membentuk komite Hijaz untuk melobi raja Saudi yang agar kebebasan bermadzhab tetap dibolehkan di Haromain. Alhamdulillah usaha itu berhasil.” demikian papar Kyai Pengasuh Ponpes Al Azhar Kalijaya.

Sementara itu H. Fauzin Jamil mengupas seputar ciri ciri paham wahabi yang harus diwaspadai oleh warga Nahdliyin.
“Selaku warga Nahdliyin yang menganut Aswaja, harus waspada dengan propaganda wahabi dalam segala bentuknya. Dalam hal tauhid misalnya, wahabi mengajarkan istilah tauhid Rububiyah, Uluhiyah dan Tauhid Asma’ was sifat, yang ujungnya Takfiry (mengkafirkan orang yang tidak sefaham), Tabdi’ (menganggap semua bid’ah sesat) dan Tafriq (memecah belah umat.” Demikian pesan kewaspadaan yang disampaikan Wakil Katib Syuriah.
Acara safari ini juga dimanfaatkan oleh Lazisnu PCNU Kebumen, yang mendapatkan kesempatan sambutan untuk mensosialisasikan Gerakan Infaq NU (Genuk) dan mekanisme pengelolaannya sehingga bisa efektif dan berdaya manfaat yang besar bagi warga NU khususnya.
Di akhir acara, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, KH Dawamudin, yang hadir secara khusus menegaskan kembali Khidmah NU untuk merawat Agama dan paham kebangsaan dalam bingkai Pancasila dan NKRI harus terus digelorakan.
Selain acara safari, pertemuan ini sekaligus untuk mendistribusikan bantuan dan santunan sebanyak kurang lebih 30 bingkisan untuk kaum dhu’afa yang diberikan oleh UpzisNu Buayan. (fj)

Keliling 26 MWC, Safari Ramadan Tingkatkan Soliditas Jam’iyyah NU

BERI PAPARAN : Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama MSI memberi paparan pada Safari Ramadan di Ayah, Jumat (8/4/2022).

*********

KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Safari Ramadan PCNU Kebumen dimulai Jumat (8/4/2022). Sebanyak enam tim diterjunkan dengan keliling di 26 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Se-Kebumen.

Ketua PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar MAg mengatakan,
kegiatan yang digelar rutin setiap bulan Puasa itu sebagai wahana konsolidasi dan meningkatkan soliditas jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) Kebumen.

“Pesertanya terdiri atas Pengurus MWC NU lengkap, Pengurus Harian Banom tingkat PAC, Pengurus Ranting NU Se- Kecamatan (Rais, Katib, Ketua dan Sekretaris),” tutur Kiai Dawam yang masuk tim 1 bersama Rois Syuriah PCNU Kebumen KH Afifuddin Chanif Al-Hasani itu.

Kiai Dawam menjelaskan, dalam pelaksanaan Safari Ramadan kali ini diperkuat oleh tim berjumlah 6 – 7 orang. Materi yang disampaikan antara lain kajian Ahlussunah Waljamaah (Aswaja), mengenal Salafi dan Wahabi, Gerakan Koin NU (Genuk) dan peningkatan SDM generasi NU. Waktu pelaksanaannya mulai pukul 13.00 – 16.00. Adapun tempatnya ditentukan masing-masing MWC.

Diikuti Lengkap

Pada putaran pertama Jumat (8/4/2022), sasarannya terdapat enam MWC NU yang secara berurutan dari tim 1 – 6 meliputi Ayah, Sempor, Buatan, Rowokele, Sruweng dan Alian. Masing-masing tempat diikuti personel tim dan peserta secara lengkap.

Untuk tim 1 yang dikoordinasikan oleh Kiai Munjid Al Hakim terdapat Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama MSI. Adapun tim 2 dikoordinasikan oleh Tauhid Alamsyah SE MSy, tim 3 Muhiban SAg MPdI, tim 4 Nur Taufiq SAg, tim 6 Muhamad Chasib SAg dan tim 6 dikoordinasikan oleh Fauzi Al Muhtad SAg MAg. Setiap tim datang berombongan dari kantor PCNU Kebumen.

Untuk putaran kedua, pelaksanaan Safari Ramadan pada Sabtu (9/4/2022) di Adimulyo, Puring, Mirit, Kuwarasan, Kecamatan Kebumen dan Ambal. Berlanjut pada putaran ketiga Minggu (10/4/2022) di Kecamatan Karangsambung, Petanahan, Karanganyar, Karanggayam, Buluspesantren dan Kecamatan Kutowinangun.

Putaran keempat terdapat jeda waktu selama 10 hari, di mana pelaksanannya pada Rabu (20/4/2022). Untuk wilayahnya yakni Kecamatan Gombong, Bonorowo, Sadang, Klirong, Pejagoan dan Kecamatan Padureso. Sedangkan putaran terakhir pada Kamis (21/4/2022) tinggal tersisa Kecamatan Poncowarno dan Prembun. (Adm5)