KH Zulfa Mustofa Tekankan Islam Nusantara yang Berperadaban
KEBUMEN, pcnukebumen.or.id – Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa mengisi pengajian pada Haflah Maulidir Rasul SAW dan Khatmil Qur’an di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen, Rabu (19/10/2022). Ribuan jamaah antusias di tengah guyuran hujan lebat sepanjang acara.
Ulama yang telah keliling lebih dari 40 negara itu menekankan Islam Nusantara yang berperadaban. “Dalam kesempatan di berbagai negara, saya selalu sampaikan betapa indahnya Indonesia dengan Islam Nusantara,” kata cicit ulama Nawawi Albantani itu.
Zulfa pun menjawab gamblang ketika ditanya tentang Islam Nusantara dalam ceramah di luar negeri, seperti di Amerika, Eropa, Korea, India dan Australia.
“Dikiranya, NU itu pembawa ajaran baru dengan Islam Nusantara. Padahal Islam Nusantara adalah Ahlussunah Waljamaah Annahdliyyah yang bangsa NU. Islam Nusantara yang berperadaban,” jelas Zulfa.
Titik tekan pada Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) Annahdliyah itu, lanjutnya, tidak lain perwujudan Nahdlatul Ulama (NU). Mengingat, ada pihak luar yang mengaku Aswaja tetapi berbeda dengan organisasi kaum Nahdliyyin tersebut.
Ribuan Jamaah
“Bahkan Salafi dan Wahabi ngakunya juga Aswaja, namun muludan (maulid nabi) kayak gini dianggap sesat,” imbuh Zulfa.
Ia pun meminta ribuan jamaah yang hadir dalam acara tersebut untuk hati-hati dengan Aswaja yang ternyata Wahabi. Mereka yang kini memiliki dana besar, kata Zulfa, tidak segan menggratiskan mondok di pesantren berlabel hafalan Alquran.
“Tapi awas, begitu ngaji, hafal Alquran, terus pulang, orang tuanya disesat-sesatkan. Tidak boleh baca barzanji, tahlilan, selamatan tiga hari, tujuh hari dan seterusnya yang dianggap sesat,” tandas ulama kelahiran 7 Agustus 1977 itu.
Hadir Panglima Santri Muhaimin Iskandar yang Ketua Umum DPP PKB, Anggota DPR RI Taufik R Abdullah, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar dan Pengasuh Pondok Pesantren Al -Kahfi Somalangu, KH Afifuddin Chanif Al-Hasani yang Rais Syuriah PCNU Kebumen.
Maulidir Rasul SAW di pondok pesantren tertua Se-Asia Tenggara itu berlangsung selama tiga hari dengan serangkaian acara mulai ziarah ke Lemah Lanang dan semakan Alquran pada Selasa (18/10/2022). Dilanjutkan Khotmil Qur’an dan pembacaan Maulid Albarzanji. (Admin5)
