Puncak Harlah NU di Pendopo Kabumian, Rois Catat Tiga Kelebihan NU

Bertempat di Pendopo Kabumian Rumah Dinas Bupati Kebumen, PCNU Kebumen gelar puncak Harlah NU Ke-99, Senin malam (21/2). Acara bertajuk Sarasehan dan Dialog Sosial Keagamaan; Akselerasi Kebumen Semarak.
Hadir Rois Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifudin Chanif Al Hasani, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Drs KH Moh Dawamudin Masdar MAg,  jajaran syuriyah dan tanfidziyah PCNU Kebumen, utusan lembaga dan badan otonom NU Kebumen, utusan MWCNU se-Kebumen, dan tamu undangan. Hadir pula Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH beserta jajaran Forkompimda Kebumen.
Dalam pidato iftitah (pembukaan) Rois Syuriyah KH Afifudin Chanif Al Hasani mengajak pengurus dan warga NU untuk bersyukur dan merefleksi diri bagi masa depan NU.

Rois Syuriyah mencatat tiga kelebihan khas NU. Yang pertama, NU itu sangat adaptif, bisa menyesuaikan diri dengan kondisi sosial kultural masyarakat. Ini menjadikan NU sangat luwes. Kedua, NU menyesuaikan dengan karakter masyarakat dan budaya lokal. Ketiga, NU dapat besar disebabkan anggotanya tidak hanya yang masih hidup, akan tetapi juga ngurus yang sudah meninggal dunia dan dianggap sebagai bagian dari keluarga NU dan didoakan.

Rois juga menandaskan terkait pembangunan Kebumen. Rois berharap kedepan terjadi  jalinan kebersamaan yang lebih baik antara Pemerintah Kabupaten Kebumen dengan NU Kebumen.

Acara Sarasehan dan Dialog diisi jajaran Forkompinda Kebumen dan PCNU Kebumen. Bupati Kebumen bertindak sebagai keynote speaker. Pemandu acara Dr H Imam Satibi MAg. Sejumlah rekomendasi PCNU Kebumen akan diterbitkan untuk menindaklanjuti hasil sarasehan. Acara berlangsung hangat.(*)

Dialog Puncak Harlah NU, Ada Usul Hidupkan Islamic Center Kebumen

Harlah NU ke 99 PCNU Kebumen ditutup dengan Sarasehan dan Dialog Sosial Keagamaan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin 21/2 malam.

Dialog dipandu Rektor Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen Dr H Imam Satibi MPdI,  menampilkan pembicara Bupati Kebumen Arif Sugiyanto beserta jajaran Forkompimda dan Kepala Kantor Kemenag Kebumen Ibnu Asadudin, Hakim Pengadilan Agama Abdul Somad serta Ketua PCNU Kebumen KH Mohamad Dawamudin Masdar.

Sebelum dialog acara diisi sarasehan dengan Pidato Iftitah Rois Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifudin Chanif Al Khasani (Gus Afif).

Bupati Arif Sugianto menyampaikan komitmen dalam penataan Kebumen dimulai dari membangun mental aparat yang jujur dan bersih sampai dengan terobosan pengaturan jalan dan perubahan nama jalan yang sebelumya mengalami kerancuan.

Seperti Jalan Kutoarjo tetapi letaknya di Kebumen sampai jalan yang belum ada namanya. Bupati memohon dukungan para kiai NU agar dapat berhasil memajukan Kebumen pada saatnya nanti.

Dalam dialog salah satu penanya mendasarkan banyak persoalan keagamaan yang muncul di Kebumen, maka infra struktur keagamaan yang ada minta dihidupkan kembali. Peserta mencontohkan Islami Center di Jalan Tentara Pelajar yang mangkrak dan mati suri tanpa ada pengelolaan yang jelas.

Pengurus Islamic tidak diperpanjang lagi, bahkan ada kesan akan ada pengalihan fungsi Islamic Center dari Bupati sebelumnya.

Berbagai persoalan menarik juga mencuat dalam dialog keagamaan seperti tingginya angka perkawinan anak usia dini, perceraian dari gugatan pihak perempuan, kawin syiri, kejahatan seks pada anak, gantung diri sampai dengan munculnya kekerasan agama yang melarang pengikutya untuk sekolah dan kuliah.

Perlu Forum Kultural dan Kekeluargaan

Kepala Kemenag Kebumen Ibnu Asadudin meminta ada keberlangsungan forum-forum seperti ini. Bahkan juga bisa ditempuh dengan forum kultural dan kekeluargaan di tempat-tempet lesehan sambil minum ngopi.

Dandim 0709 Letkol Inf Eduar Hendri meminta radikalisme agama di Kebumen untuk dipantau dan dilaporkan jika ada. Plt  Kajari Kebumen meminta anak-anak yang rentan ekonomi tidak dimanfaatkan dalam pelecehan seksual.

Kapolres Kebumen yang diwakili Kasat Binmas Tamsil Mardiyono menyampaikan pentingya ketertiban masyarakat.

Sebaga pembicara penutup Moh Dawamudin meminta semua pihak memahami komitmen dan perjuangan NU dari masa penjajahan, kemerdekaan sampai era sekarang. NU tidak perlu diragukan lagi dalam menegakan NKRI.  Menurut Kiai Dawam, kendati secara nasab NU jelas namun juga perlu diimbangi nasib yang baik.

KH Saeful Munir selaku Ketua HarlahNU menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi semua pihak khususya BupatiKebumen , Ratih TV dan Madu FM serta para nara sumber dan semua pihak yang telah menyukseskan Harlah khususnya pada malam puncak.